Apa yang Sebenarnya Alkitab Ajarkan?
Alat bantu belajar Alkitab ini dirancang untuk membantu Anda
mempelajari apa yang Alkitab katakan tentang berbagai hal, termasuk mengapa
kita menderita, apa yang terjadi setelah meninggal, caranya agar keluarga
bahagia, dan lain-lain.
Anda mungkin bertanya-tanya mengapa sekarang ada begitu
banyak masalah. Tahukah Anda Alkitab mengatakan bahwa akan ada perubahan dan
bahwa Anda bisa mendapat manfaat dari hal itu?
nikah Maksud-tujuan Allah?
00:00
05:45
BACALAH
surat kabar mana saja. Lihatlah di televisi, atau dengarkan radio. Ada begitu
banyak berita tentang kejahatan, perang, dan terorisme! Pikirkan problem Anda
sendiri.Mungkin penyakit atau kematian orang yang Anda cintai membuat Anda
sangat sedih. Anda mungkin merasa seperti Ayub, pria yang baik itu, yang
mengatakan bahwa ia ”jenuh dengan penderitaan”.—Ayub
10:15.
Bertanyalah
kepada diri sendiri:
·
Inikah
maksud-tujuan Allah bagi saya dan bagi semua orang?
·
Di
manakah saya bisa mendapatkan bantuan untuk mengatasi problem-problem saya?
·
Adakah
harapan bahwa kita akan menikmati kedamaian di bumi?
Alkitab
memberikan jawaban yang memuaskan untuk pertanyaan-pertanyaan itu.
ALKITAB MENGAJARKAN BAHWA ALLAH AKAN MEMBUAT PERUBAHAN SEPERTI INI DI BUMI.
·
”Ia
akan menghapus segala air mata dari mata mereka, dan kematian tidak akan ada
lagi, juga tidak akan ada lagi perkabungan atau jeritan atau rasa sakit.”—Penyingkapan
(Wahyu) 21:4
DAPATKAN MANFAAT DARI APA YANG ALKITAB AJARKAN
Jangan
cepat-cepat menganggap bahwa apa yang dikemukakan pada halaman-halaman tadi
hanya impian belaka. Allah berjanji akan mewujudkan hal-hal itu, dan Alkitab
menjelaskan bagaimana Ia akan melakukannya.
Tetapi
bukan itu saja.Alkitab memberikan kuncinya agar Anda dapat menikmati kehidupan
yang benar-benar memuaskan sekarang juga.Pikirkan sejenak problem dan kesusahan
Anda sendiri, yang mungkin mencakup masalah keuangan, problem keluarga,
merosotnya kesehatan, atau kematian orang yang Anda cintai. Alkitab dapat
membantu Anda mengatasi problem-problem yang ada dewasa ini dan dapat
memberikan kelegaan dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan seperti ini:
·
Mengapa
kita menderita?
·
Bagaimana
kita dapat mengatasi problem kehidupan?
·
Bagaimana
caranya membuat kehidupan keluarga kita lebih bahagia?
·
Bagaimana
keadaan kita setelah kita mati?
·
Bisakah
kita bertemu lagi dengan orang-orang yang kita cintai yang sudah mati?
·
Bagaimana
kita dapat yakin bahwa Allah akan memenuhi janji-Nya untuk masa depan?
Jika Anda sedang membaca buku ini, berarti
Anda ingin mengetahui apa yang Alkitab ajarkan. Buku ini akan membantu Anda.
Perhatikan bahwa ada pertanyaan-pertanyaan di bagian bawah halaman untuk setiap
paragraf.Jutaan orang menyukai metode tanya-jawab seperti ini sewaktu membahas
Alkitab dengan Saksi-Saksi Yehuwa. Kami harap Anda akan menyukainya juga.
Semoga Allah memberkati Anda seraya Anda merasakan betapa menyenangkan dan memuaskannya
belajar apa yang sebenarnya Alkitab
ajarkan!
KENALILAH ISI ALKITAB ANDA
ALKITAB
terdiri dari 66 buku dan surat. Buku-buku itu dibagi menjadi pasal dan ayat
untuk memudahkan kita menemukan keterangan yang diinginkan. Apabila suatu ayat
disebutkan dalam buku ini, angka pertama setelah nama buku atau surat dalam
Alkitab menunjukkan pasal, dan angka berikutnya memaksudkan ayatnya. Contohnya,
”2 Timotius
3:16”
memaksudkan surat kedua kepada Timotius, pasal 3, ayat 16.
Anda
akan cepat mengenal baik isi Alkitab dengan membuka ayat-ayat yang disebutkan
dalam buku ini. Selain itu, bagaimana kalau Anda memulai suatu program
pembacaan Alkitab setiap hari? Dengan membaca tiga sampai lima pasal sehari,
Anda dapat membaca seluruh Alkitab dalam waktu satu tahun.
PASAL 1
Apakah menurut Anda Allah peduli kepada Anda?Pelajarilah
sifat-sifat-Nya dan caranya Anda bisa mendekat kepada Allah.
PASAL
SATU
Apa Kebenaran tentang Allah?
00:00
23:49
- Apakah Allah benar-benar memperhatikan Anda?
- Seperti apakah Allah itu? Apakah Ia mempunyai nama?
- Mungkinkah untuk mendekat kepada Allah?
1, 2.
Mengapa sering kali kita perlu bertanya?
PERNAHKAH Anda
memperhatikan bahwa anak-anak banyak bertanya? Anak-anak mulai bertanya segera
setelah mereka dapat berbicara. Dengan mata yang terbuka lebar dan penuh rasa
ingin tahu, mereka menatap Anda dan menanyakan hal-hal seperti: Mengapa langit
itu biru? Bintang dibuat dari apa? Siapa yang mengajar burung bernyanyi? Anda
mungkin berupaya menjawab sebisa-bisanya, tetapi itu tidak selalu mudah.
Jawaban yang paling baik pun malah menimbulkan pertanyaan lain lagi: Kenapa?
2 Bukan hanya anak-anak yang suka bertanya. Seraya
bertumbuh dewasa, kita pun terus bertanya, misalnya untuk mengetahui arah
jalan, bahaya yang harus dihindari, atau untuk memuaskan rasa ingin tahu kita.
Tetapi, banyak orang tampaknya tidak mau bertanya lagi, terutama mengenai
hal-hal yang paling penting. Malahan, mereka sudah tidak mau tahu lagi
jawabannya.
3. Mengapa
banyak orang tidak mau lagi mencari jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang
paling penting?
3 Pikirkan pertanyaan pada sampul buku ini, dalam prakata, atau pada awal pasal ini. Itu adalah beberapa hal terpenting yang dapat Anda
tanyakan. Namun, banyak orang tidak mau lagi mencari jawabannya. Mengapa?
Apakah Alkitab memang punya jawabannya? Ada yang merasa bahwa jawaban Alkitab
terlalu sulit dimengerti. Yang lain khawatir bahwa kalau mereka bertanya,
mereka malah akan dipermalukan. Dan, ada yang menilai bahwa
pertanyaan-pertanyaan seperti itu hanya dapat dijawab oleh para pemimpin dan
guru agama. Bagaimana dengan Anda?
4, 5.
Beberapa pertanyaan terpenting apa dalam kehidupan yang dapat kita ajukan, dan
mengapa hendaknya kita mencari jawabannya?
4 Kemungkinan besar, Anda ingin mendapat jawaban atas
pertanyaan-pertanyaan yang paling penting dalam kehidupan yang mungkin pernah
Anda ajukan, misalnya, ’Apa tujuan hidup ini? Begini sajakah hidup ini? Seperti
apakah sebenarnya Allah itu?’ Bertanya seperti itu sungguh bagus, dan jangan
sekali-kali menyerah sebelum Anda mendapatkan jawaban yang memuaskan dan dapat
dipercaya. Guru yang terkenal, Yesus Kristus, mengatakan, ”Teruslah minta
[tanya], dan itu akan diberikan kepadamu; teruslah cari, dan kamu akan
menemukan; teruslah ketuk, dan itu akan dibukakan bagimu.”—Matius 7:7.
5 Jika Anda ’terus mencari’ jawaban atas
pertanyaan-pertanyaan penting itu, Anda akan merasakan betapa besar manfaatnya.
(Amsal 2:1-5) Tidak soal apa kata orang lain, jawabannya ada, dan
Anda dapat menemukannya—dalam Alkitab. Jawabannya tidak terlalu sulit
dimengerti, malah memberikan harapan serta sukacita, dan juga dapat membantu
Anda menikmati kehidupan yang memuaskan, bahkan sekarang. Pertama-tama, mari
kita bahas satu pertanyaan yang meresahkan banyak orang.
APAKAH ALLAH TIDAK PEDULI DAN TIDAK BERPERASAAN?
6. Mengapa
banyak orang berpikir bahwa Allah tidak peduli terhadap penderitaan manusia?
6 Banyak orang mengira jawabannya adalah ya. Mereka
berpikir, ’Andaikata Allah peduli, dunia pasti tidak akan seperti ini.’
Di mana-mana kita melihat perang, kebencian, dan kesengsaraan.
Selain itu, kita sendiri bisa jatuh sakit, menderita, berduka karena orang yang
kita cintai meninggal. Karena itu, banyak orang mengatakan, ’Andaikata Allah
memperhatikan diri kita dan problem kita, tidakkah Ia akan mencegah hal-hal
itu?’
7.
(a) Bagaimana para guru agama membuat banyak orang berpikir bahwa Allah
tidak berperasaan? (b) Apa yang sebenarnya Alkitab ajarkan tentang cobaan
yang mungkin kita alami?
7 Lebih buruk lagi, para guru agama kadang-kadang membuat
orang berpikir bahwa Allah tidak berperasaan. Bagaimana mungkin? Apabila ada
musibah, mereka mengatakan bahwa itu adalah kehendak Allah. Sebenarnya,
guru-guru itu menyalahkan Allah atas hal-hal buruk yang terjadi. Apa betul
Allah seperti itu? Apa yang sebenarnya Alkitab ajarkan? Yakobus 1:13 menjawab, ”Apabila mengalami cobaan, janganlah seorang
pun mengatakan, ’Aku sedang dicobai Allah.’ Karena sehubungan dengan hal-hal
yang jahat Allah tidak dapat dicobai dan dia juga tidak mencobai siapa pun.” Jadi,
Allah sama sekali bukan sumber kefasikan yang Anda lihat di mana-mana. (Ayub 34:10-12) Memang, Ia membiarkan hal-hal buruk terjadi. Tetapi, membiarkan
sesuatu terjadi sangat berbeda dengan menyebabkan hal itu terjadi.
8, 9.
(a) Berikan perumpamaan yang menggambarkan perbedaan antara membiarkan dan
menyebabkan timbulnya kefasikan. (b) Mengapa kita tidak patut mengkritik
keputusan Allah untuk membiarkan manusia menempuh jalan hidup yang sesat?
8 Misalnya, ada seorang ayah yang bijaksana dan penyayang.
Ia mempunyai putra yang sudah dewasa yang masih tinggal bersamanya. Ketika
putra itu melawan orang tuanya dan memutuskan untuk pergi dari rumah, sang ayah
tidak menghalanginya. Kemudian, putra itu menempuh kehidupan yang bejat dan
mengalami kesusahan. Apakah sang ayah yang menyebabkan kesusahan
putranya? Tidak. (Lukas 15:11-13) Demikian pula, Allah tidak menghalangi manusia sewaktu
mereka memilih jalan hidup yang sesat, meskipun begitu Dia bukan penyebab problem-problem
yang timbul. Jadi, tentu saja tidak patut untuk menyalahkan Allah atas semua
kesusahan umat manusia.
9 Allah
mempunyai alasan yang kuat untuk membiarkan manusia menempuh kehidupan yang
sesat. Sebagai Pencipta kita yang bijaksana dan berkuasa, Ia tidak perlu
menjelaskan alasannya kepada kita. Tetapi karena kasih, Allah memberikan
penjelasannya. Anda akan mengetahui lebih banyak tentang hal itu di Pasal 11. Tetapi, yakinlah bahwa Allah tidak bertanggung jawab atas problem-problem
yang kita hadapi. Sebaliknya, Ia memberi kita harapan terbaik bahwa
problem-problem itu akan diselesaikan!—Yesaya 33:2.
10. Mengapa
kita dapat percaya bahwa Allah akan memperbaiki semua dampak kefasikan?
10 Selanjutnya, Allah itu kudus. (Yesaya 6:3) Itu berarti Ia tidak bernoda, bersih. Tidak ada sedikit
pun hal buruk pada diri-Nya. Maka, kita dapat percaya sepenuhnya kepada-Nya.
Tetapi, kita tidak dapat mengatakan hal yang sama tentang manusia, yang
kadang-kadang menyeleweng. Bahkan penguasa manusia yang paling jujur pun sering
tidak berdaya untuk memperbaiki kerusakan akibat perbuatan orang-orang jahat.
Tetapi, Allah itu mahakuasa. Ia dapat dan akan memperbaiki semua hal buruk yang
diderita manusia akibat kejahatan mereka. Pada waktu Allah bertindak, kejahatan
akan lenyap untuk selama-lamanya!—Mazmur 37:9-11.
BAGAIMANA PERASAAN ALLAH TERHADAP KETIDAKADILAN YANG KITA
HADAPI?
11.
(a) Bagaimana perasaan Allah terhadap ketidakadilan? (b) Bagaimana
perasaan Allah terhadap penderitaan Anda?
11 Sementara itu, bagaimana perasaan Allah terhadap hal-hal
yang terjadi di dunia dan di dalam kehidupan Anda? Nah, Alkitab mengajarkan
bahwa Allah adalah ”pencinta keadilan”. (Mazmur 37:28) Maka, Ia sangat peduli terhadap apa yang benar dan
salah. Ia membenci segala bentuk ketidakadilan. Alkitab mengatakan bahwa ’hati
Allah merasa sakit’ sewaktu kejahatan memenuhi bumi pada zaman dahulu. (Kejadian
6:5, 6) Allah belum
berubah. (Maleakhi 3:6) Ia masih sangat tidak suka melihat penderitaan yang ada
di seluruh dunia. Dan, Allah sangat tidak suka melihat orang-orang
menderita. ”Ia memperhatikan kamu,” kata Alkitab.—1 Petrus 5:7.
Alkitab
mengajarkan bahwa Yehuwa adalah Pencipta alam semesta yang pengasih
12, 13.
(a) Mengapa kita mempunyai sifat-sifat yang baik seperti kasih, dan karena
memiliki kasih, bagaimana perasaan kita melihat keadaan dunia? (b) Mengapa
Anda dapat yakin bahwa Allah benar-benar akan bertindak untuk membereskan
problem-problem dunia?
12 Bagaimana kita dapat yakin bahwa Allah sangat tidak suka
melihat penderitaan? Inilah bukti selanjutnya. Alkitab mengajarkan bahwa
manusia dibuat menurut gambar Allah. (Kejadian 1:26) Jadi, kalau kita memiliki sifat-sifat yang baik, itu
berarti Allah memilikinya juga. Misalnya, apakah Anda merasa susah melihat
orang yang tak bersalah menderita? Jika Anda saja prihatin terhadap
ketidakadilan seperti itu, yakinlah bahwa Allah jauh lebih prihatin lagi.
13 Salah satu hal terbaik yang dimiliki manusia ialah
kemampuan untuk mengasihi. Hal itu juga memberikan gambaran tentang Allah.
Alkitab mengajarkan bahwa ”Allah adalah kasih”. (1 Yohanes
4:8) Kita mengasihi karena Allah
mengasihi. Karena kasih, apakah Anda tergerak untuk mengakhiri penderitaan dan
ketidakadilan yang Anda lihat di dunia? Seandainya Anda memiliki kuasa untuk
melakukan hal itu, apakah Anda akan bertindak? Ya, tentu! Anda pun dapat yakin
bahwa Allah akan mengakhiri penderitaan dan ketidakadilan. Janji-janji yang
disebutkan dalam prakata buku ini bukan impian atau harapan kosong belaka.
Janji-janji Allah pasti akan terwujud! Namun, agar dapat beriman akan
janji-janji tersebut, Anda perlu mengetahui lebih banyak hal tentang Allah yang
memberikan janji itu.
ALLAH INGIN AGAR ANDA MENGENAL DIRINYA
Sewaktu
berkenalan, tidakkah Anda akan menyebutkan nama Anda? Allah memberitahukan
nama-Nya kepada kita dalam Alkitab
14. Siapa nama
Allah, dan mengapa kita harus menggunakan nama itu?
14 Seandainya Anda ingin seseorang mengenal Anda, apa yang
mungkin akan Anda lakukan? Bukankah Anda akan memberitahukan nama Anda
kepadanya? Apakah Allah mempunyai nama? Menurut banyak agama, nama-Nya adalah
”Allah” atau ”Tuhan”. Tetapi, itu bukan nama pribadi melainkan gelar, seperti
gelar ”raja” dan ”presiden”. Alkitab mengajarkan bahwa Allah mempunyai banyak
gelar selain ”Allah” dan ”Tuhan”. Tetapi, Alkitab juga mengajarkan bahwa Allah
mempunyai nama pribadi, yaitu Yehuwa. Mazmur 83:18 (ayat 19, Terjemahan Baru) mengatakan, ”Engkau,
yang bernama Yehuwa, engkau sajalah Yang Mahatinggi atas seluruh bumi.”
Jika Alkitab Anda tidak memuat nama itu, silakan lihat Apendiks pada halaman 195-7 di buku ini untuk mengetahui alasannya. Sebenarnya,
dalam naskah Alkitab kuno nama Allah muncul ribuan kali. Jadi, Yehuwa ingin
agar Anda mengetahui dan menggunakan nama-Nya. Dapat dikatakan, Ia menggunakan
Alkitab untuk memperkenalkan diri-Nya kepada Anda.
15. Nama Yehuwa
menunjukkan apa tentang diri-Nya?
15 Allah memberi diri-Nya sebuah nama yang penuh makna.
Nama-Nya, Yehuwa, menunjukkan bahwa Allah dapat memenuhi janji apa pun yang Ia
buat dan dapat melaksanakan apa pun yang telah Ia tetapkan. * Nama Allah itu
unik, lain dari yang lain. Hanya Dialah yang memiliki nama itu. Yehuwa unik
dalam banyak hal. Apa saja contohnya?
16, 17.
Apa yang dapat kita ketahui tentang Yehuwa dari gelar-gelar seperti: (a) ”Yang
Mahakuasa”? (b) ”Raja kekekalan”? (c) ”Pencipta”?
16 Dalam
Mazmur 83:18 kita membaca tentang Yehuwa, ”Engkau sajalah Yang
Mahatinggi.” Demikian pula, hanya Yehuwa yang disebut ”Yang Mahakuasa”. Penyingkapan 15:3mengatakan, ”Besar dan menakjubkan semua perbuatanmu,
Allah Yehuwa, Yang Mahakuasa. Jalan-jalanmu adil-benar dan benar, Raja
kekekalan.” Gelar ”Yang Mahakuasa” memberi tahu kita bahwa Yehuwa adalah
satu-satunya Pribadi yang paling berkuasa. Kuasa-Nya tidak tertandingi, paling
unggul. Dan, gelar ”Raja kekekalan” mengingatkan kita bahwa Yehuwa unik dalam
arti lain. Dia sajalah yang selalu ada. Mazmur 90:2 mengatakan, ”Dari waktu yang tidak tertentu sampai waktu
yang tidak tertentu [atau, selama-lamanya], engkaulah Allah.” Tidakkah hal itu
membangkitkan rasa takut dan hormat?
17 Yehuwa juga unik karena Dia sajalah sang Pencipta. Penyingkapan 4:11 menyatakan, ”Yehuwa, ya, Allah kami, engkau layak
menerima kemuliaan, kehormatan, dan kuasa, karena engkau menciptakan segala
sesuatu, dan oleh karena kehendakmu semua itu ada dan diciptakan.” Apa
saja—para malaikat di surga, bintang-bintang yang bertaburan di langit,
buah-buahan di pohon, ikan yang berenang di laut dan sungai—semuanya ada karena
Yehuwa yang menciptakannya!
APAKAH ANDA BISA DEKAT DENGAN YEHUWA?
18. Mengapa ada
orang yang merasa bahwa ia tidak pernah bisa mendekat kepada Allah, tetapi apa
yang Alkitab ajarkan?
18 Setelah membaca tentang sifat-sifat Yehuwa yang begitu
luhur, ada orang yang merasa agak takut. Mereka khawatir bahwa Allah terlalu
mulia bagi mereka, bahwa mereka tidak pernah bisa mendekat kepada-Nya, atau
bahwa mereka sama sekali tidak ada artinya bagi Allah yang demikian luhur.
Tetapi, apakah pandangan seperti itu benar? Alkitab justru mengajarkan hal yang
sebaliknya. Tentang Yehuwa dikatakan, ”Dia sebenarnya tidak jauh dari kita
masing-masing.” (Kisah 17:27) Alkitab bahkan mendesak kita, ”Mendekatlah kepada Allah
dan ia akan mendekat kepadamu.”—Yakobus 4:8.
19.
(a) Bagaimana kita dapat mulai mendekat kepada Allah, dan apa manfaatnya?
(b) Sifat-sifat Allah mana yang paling menarik bagi Anda?
19 Bagaimana
Anda bisa mendekat kepada Allah? Pertama-tama, teruslah lakukan apa yang sedang
Anda lakukan sekarang, yaitu belajar tentang Allah. Yesus mengatakan, ”Ini
berarti kehidupan abadi, bahwa mereka terus memperoleh pengetahuan mengenai
dirimu, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenai pribadi yang engkau utus,
Yesus Kristus.” (Yohanes 17:3) Ya, Alkitab mengajarkan bahwa dengan belajar tentang
Yehuwa dan Yesus, Anda akan memperoleh ”kehidupan abadi”! Sebagaimana telah
dinyatakan, ”Allah adalah kasih.” (1 Yohanes
4:16) Yehuwa juga
mempunyai banyak sifat lain yang sangat bagus dan menarik. Misalnya, Alkitab
mengatakan bahwa Yehuwa adalah ”Allah yang berbelaskasihan dan murah hati,
lambat marah dan berlimpah dengan kebaikan hati yang penuh kasih dan
kebenaran”. (Keluaran 34:6) Ia ”baik dan siap mengampuni”. (Mazmur 86:5) Allah sabar. (2 Petrus
3:9) Ia loyal, atau setia. (Penyingkapan
15:4;
1 Korintus 1:9) Dengan lebih
banyak membaca Alkitab, Anda akan melihat bagaimana Yehuwa memperlihatkan
sifat-sifat tersebut dan banyak sifat lain yang menarik.
20-22. (a) Karena
tidak dapat melihat Allah, apakah kita tidak dapat mendekat kepada-Nya?
Jelaskan. (b) Orang-orang yang bermaksud baik mungkin mendesak Anda untuk
berbuat apa, tetapi apa yang hendaknya Anda lakukan?
20 Memang, Anda tidak bisa melihat Allah karena Ia adalah
pribadi roh. (Yohanes 1:18; 4:24;
1 Timotius 1:17) Tetapi,
dengan belajar tentang Dia melalui Alkitab, Anda dapat mengenal Dia sebagai
pribadi yang nyata. Sebagaimana dikatakan penggubah mazmur, Anda bisa ”melihat
kebaikan Yehuwa”. (Mazmur 27:4; Roma 1:20) Semakin banyak Anda belajar tentang Yehuwa, Ia menjadi
semakin nyata bagi Anda dan semakin banyak alasan bagi Anda untuk mengasihi Dia
dan merasa dekat dengan-Nya.
Kasih seorang
ayah yang baik kepada anak-anaknya menggambarkan kasih yang lebih besar dari
Bapak surgawi kita kepada kita
21 Lama-lama Anda akan mengerti mengapa Alkitab mengajar
kita untuk menganggap Yehuwa sebagai Bapak kita. (Matius 6:9) Kehidupan kita berasal dari Allah dan Ia juga
ingin agar kita menikmati kehidupan yang paling baik—seperti yang
diinginkan seorang ayah yang menyayangi anak-anaknya. (Mazmur 36:9) Alkitab juga mengajarkan bahwa manusia bisa menjadi
sahabat Yehuwa. (Yakobus 2:23) Bayangkan—Anda bisa bersahabat dengan sang Pencipta
alam semesta!
22 Seraya Anda lebih banyak belajar Alkitab, bisa jadi ada
orang-orang yang dengan maksud baik mendesak Anda untuk berhenti belajar.
Mereka mungkin khawatir Anda akan berganti agama. Tetapi, jangan biarkan siapa
pun menghentikan upaya Anda untuk menjalin persahabatan yang paling baik.
23, 24. (a) Mengapa
hendaknya Anda tidak malu bertanya jika Anda tidak mengerti apa yang sedang
Anda pelajari? (b) Pokok apa yang akan dibahas di pasal berikutnya?
23 Tentu, mula-mula ada hal-hal yang tidak Anda mengerti.
Meskipun memang dibutuhkan kerendahan hati, janganlah malu bertanya. Yesus
menganjurkan kita untuk rendah hati, seperti anak kecil. (Matius 18:2-4) Dan, anak-anak memang banyak bertanya. Allah ingin agar
Anda mendapatkan jawabannya. Alkitab memuji orang-orang yang ingin sekali
belajar tentang Allah. Mereka menyelidiki Alkitab dengan teliti untuk
memastikan bahwa apa yang mereka pelajari itu benar.—Kisah 17:11.
24 Cara terbaik untuk belajar tentang Yehuwa ialah dengan menyelidiki Alkitab. Alkitab berbeda dari buku-buku lain. Apa saja bedanya?
Pasal berikut akan membahas pokok itu.
APA YANG ALKITAB AJARKAN
- Allah memperhatikan diri Anda.—1 Petrus 5:7.
- Nama pribadi Allah ialah Yehuwa.—Mazmur 83:18.
- Yehuwa mengundang Anda untuk mendekat kepada-Nya.—Yakobus 4:8.
- Yehuwa itu pengasih, baik hati, dan berbelaskasihan.—Keluaran 34:6; 1 Yohanes 4:8, 16.
PASAL 2
Bagaimana Alkitab bisa membantu Anda mengatasi masalah
pribadi?Mengapa Anda bisa percaya nubuat di dalamnya?
PASAL
DUA
Alkitab—Buku dari Allah
00:00
18:24
- Apa saja perbedaan Alkitab dari buku-buku lain?
- Bagaimana Alkitab dapat membantu Anda mengatasi problem-problem pribadi?
- Mengapa Anda dapat mempercayai nubuat-nubuat yang dicatat dalam Alkitab?
1, 2. Apa
saja yang menunjukkan bahwa Alkitab adalah hadiah yang luar biasa dari Allah?
KAPAN terakhir
kali Anda menerima hadiah yang istimewa dari seorang sahabat? Anda tentu
berdebar-debar sekaligus sangat gembira. Sebenarnya, dari hadiahnya, Anda dapat
mengetahui sesuatu tentang si pemberi—bahwa ia menghargai persahabatan dengan
Anda. Anda pasti akan berterima kasih atas hadiah yang ia berikan dengan
perhatian yang besar itu.
2 Alkitab adalah hadiah dari Allah yang benar-benar dapat
kita syukuri. Buku yang unik itu menyingkapkan hal-hal yang tidak akan pernah
kita ketahui dari buku-buku lain. Misalnya, Alkitab menceritakan tentang
penciptaan langit yang penuh bintang, bumi, serta pria dan wanita pertama.
Alkitab berisi prinsip-prinsip yang dapat diandalkan untuk membantu kita
mengatasi berbagai problem dan kekhawatiran dalam kehidupan. Alkitab
menjelaskan bagaimana Allah akan mewujudkan maksud-tujuan-Nya dan mendatangkan
keadaan yang lebih baik di bumi. Alkitab benar-benar hadiah yang luar biasa!
3. Apa yang
dapat kita ketahui tentang Yehuwa dari fakta bahwa Ia memberi kita Alkitab, dan
mengapa hal itu menghangatkan hati?
3 Selain itu, Alkitab adalah hadiah yang menghangatkan
hati karena menyingkapkan sesuatu tentang Pemberinya, Allah Yehuwa. Kalau
Allah sampai memberi kita buku seperti itu berarti Ia ingin agar kita mengenal
Dia dengan baik. Ya, Alkitab dapat membantu Anda mendekat kepada Yehuwa.
4. Apa yang
mengesankan Anda tentang penyebarluasan Alkitab?
4 Sebenarnya, bukan Anda saja yang memiliki Alkitab. Buku
itu, secara keseluruhan atau sebagian, telah diterbitkan dalam lebih dari 2.300
bahasa sehingga tersedia bagi hampir seluruh penduduk dunia. Rata-rata, lebih
dari sejuta Alkitab disebarluaskan setiap minggu! Miliaran Alkitab telah
dibuat, baik seluruhnya atau sebagian. Jelaslah, tidak ada buku lain yang
seperti Alkitab.
”Kitab Suci
Terjemahan Dunia Baru” tersedia dalam banyak bahasa
5. Bagaimana
Alkitab ”diilhamkan Allah”?
5 Selanjutnya, Alkitab ”diilhamkan Allah”. (2 Timotius
3:16) Bagaimana
caranya? Alkitab sendiri menjawab, ”Manusia mengatakan apa yang berasal dari
Allah seraya mereka dibimbing oleh roh kudus.” (2 Petrus
1:21) Sebagai
gambaran: Seorang pengusaha menyuruh sekretarisnya menulis sepucuk surat. Surat
itu berisi buah-buah pikiran dan petunjuk dari si pengusaha. Jadi, surat itu
adalah surat dia, bukan surat sekretarisnya. Demikian pula,
Alkitab berisi berita dari Allah, bukan dari manusia yang menulisnya. Maka,
seluruh Alkitab sungguh-sungguh ”firman Allah”.—1 Tesalonika 2:13.
SELARAS DAN AKURAT
6, 7.
Mengapa keselarasan isi Alkitab sangat mengesankan?
6 Alkitab ditulis selama lebih dari 1.600 tahun. Para
penulisnya hidup pada zaman yang berbeda-beda dan berasal dari berbagai tingkat
kehidupan. Ada yang petani, nelayan, dan gembala. Yang lain-lain adalah nabi,
hakim, dan raja. Lukas, yang menulis Injil, adalah seorang dokter. Meskipun
penulisnya berasal dari berbagai latar belakang, isi Alkitab selaras dari awal
sampai akhir. *
7 Buku pertama dalam Alkitab memberi tahu kita asal mula
problem umat manusia. Buku terakhir menunjukkan bahwa seluruh bumi akan menjadi
suatu firdaus, atau taman. Alkitab memuat sejarah yang panjangnya ribuan tahun,
dan setiap bagiannya membantu kita mengerti apa maksud-tujuan Allah dan
bagaimana itu akan terlaksana. Keselarasan isi Alkitab sungguh mengesankan, dan
memang begitulah seharusnya buku yang berasal dari Allah.
8. Berikan
contoh-contoh yang menunjukkan bahwa Alkitab itu akurat dari sudut ilmu
pengetahuan.
8 Dari sudut ilmu pengetahuan, Alkitab akurat. Buku itu
bahkan memuat keterangan yang sudah sangat maju di zamannya. Misalnya, buku
Imamat berisi hukum-hukum bagi bangsa Israel kuno tentang karantina dan
kebersihan yang sama sekali tidak diketahui oleh bangsa-bangsa di sekitarnya
pada zaman itu. Pada waktu manusia memiliki gagasan yang salah tentang bentuk
bumi, Alkitab menyebutkan bahwa bumi berbentuk lingkaran, atau bulat. (Yesaya 40:22) Alkitab dengan akurat mengatakan bahwa bumi ’tergantung
pada ketiadaan’. (Ayub 26:7) Memang, Alkitab bukan buku pelajaran ilmu pengetahuan.
Tetapi, apabila menyebutkan hal-hal ilmiah, Alkitab selalu akurat. Bukankah
begitu seharusnya buku yang berasal dari Allah?
9.
(a) Bagaimana Alkitab menunjukkan bahwa sejarah yang dicatatnya akurat dan
dapat dipercaya? (b) Apa yang dapat kita ketahui tentang Alkitab dari
kejujuran para penulisnya?
9 Dari sudut sejarah, Alkitab juga akurat dan dapat
dipercaya. Kisah-kisahnya jelas, tidak hanya berisi nama-nama orang tetapi juga
silsilah mereka. * Tidak seperti
para penulis sejarah dunia, yang sering kali tidak menyebutkan kekalahan yang
dialami bangsa mereka sendiri, para penulis Alkitab jujur, malah mencatat
kelemahan mereka sendiri dan bangsa mereka. Misalnya, dalam buku Bilangan, Musa
menulis sendiri kesalahan besar yang ia buat dan teguran keras yang ia terima.
(Bilangan
20:2-12) Kejujuran
seperti itu jarang ada dalam catatan sejarah lain tetapi ada dalam Alkitab
karena buku ini berasal dari Allah.
BUKU DENGAN HIKMAT YANG BERMANFAAT
10. Mengapa
kita tidak perlu heran bahwa Alkitab tidak hanya berisi teori?
10 Karena diilhamkan Allah, Alkitab ”bermanfaat untuk
mengajar, untuk menegur, untuk meluruskan perkara-perkara”. (2 Timotius
3:16) Ya, Alkitab
tidak hanya berisi teori. Isinya menunjukkan pemahaman yang dalam tentang sifat
manusia. Hal itu tidak mengherankan, karena Pengarangnya, Allah Yehuwa, adalah
sang Pencipta! Ia lebih memahami cara berpikir dan perasaan kita daripada kita
sendiri. Selain itu, Yehuwa tahu apa yang kita butuhkan agar bahagia. Ia juga
tahu tindakan apa saja yang harus kita hindari.
11, 12.
(a) Topik-topik apa yang Yesus bahas dalam Khotbah di Gunung?
(b) Hal-hal berguna apa lagi yang Alkitab bahas, dan mengapa nasihatnya
bermanfaat sepanjang masa?
11 Coba perhatikan ceramah Yesus yang disebut Khotbah di
Gunung, yang dicatat di Matius
pasal 5 sampai 7.
Topik-topik pelajaran yang ia sampaikan sangat unggul, termasuk cara
mendapatkan kebahagiaan sejati, cara menyelesaikan pertengkaran, cara berdoa,
dan cara memiliki pandangan yang patut terhadap harta benda. Kata-kata Yesus
masih tetap ampuh dan berguna untuk zaman kita.
12 Beberapa prinsip Alkitab membahas tentang kehidupan
keluarga, kebiasaan kerja, dan hubungan dengan orang lain. Semua prinsip
Alkitab berlaku untuk semua orang, dan nasihatnya selalu bermanfaat.
Hikmat yang terdapat dalam Alkitab dinyatakan secara ringkas oleh Allah kepada
nabi Yesaya, ”Aku, Yehuwa, adalah Allahmu, Pribadi yang mengajarkan hal-hal
yang bermanfaat bagimu.”—Yesaya 48:17.
BUKU NUBUAT
13. Yehuwa
mengilhami nabi Yesaya untuk mencatat perincian apa tentang Babilon?
13 Penulis Alkitab Yesaya menubuatkan kejatuhan Babilon
Alkitab berisi
sejumlah nubuat yang banyak di antaranya sudah digenapi. Mari kita lihat
contohnya. Melalui nabi Yesaya, yang hidup pada abad kedelapan SM, Yehuwa
menubuatkan bahwa kota Babilon akan dibinasakan. (Yesaya 13:19; 14:22, 23) Bagaimana persisnya kota itu akan ditaklukkan
disebutkan secara terperinci. Pasukan penyerbu akan mengeringkan sungai di
Babilon dan memasuki kota itu tanpa mendapat perlawanan. Bukan itu saja. Nubuat
Yesaya bahkan menyebutkan nama raja yang akan menaklukkan Babilon, yaitu
Kores.—Yesaya 44:27–45:2.
14, 15.
Bagaimana beberapa perincian dalam nubuat Yesaya tentang Babilon digenapi?
14 Sekitar 200 tahun kemudian—pada malam tanggal 5/6 Oktober
539 SM—sepasukan tentara berkemah di dekat Babilon. Siapakah panglimanya?
Seorang raja Persia yang bernama Kores. Maka, suatu nubuat yang menakjubkan
siap untuk digenapi. Namun, apakah pasukan Kores akan menyerang Babilon tanpa
mendapat perlawanan, seperti yang telah dinubuatkan?
15 Pada malam itu, orang-orang Babilonia sedang mengadakan
pesta dan merasa aman di balik tembok kota mereka yang kokoh. Sementara itu,
Kores dengan sigap memindahkan aliran air sungai yang melintasi kota. Tak lama
kemudian, airnya menjadi cukup dangkal sehingga anak buahnya dapat berjalan di
dasar sungai dan mendekati tembok kota. Tetapi, bagaimana cara mereka menerobos
tembok Babilon? Entah mengapa, pada malam itu, gerbang-gerbang kota dibiarkan
terbuka begitu saja!
16. (a) Apa
yang Yesaya nubuatkan tentang akhir Babilon? (b) Bagaimana nubuat Yesaya
tentang hancurnya Babilon tergenap?
16 Mengenai
Babilon telah dinubuatkan, ”Ia tidak akan pernah didiami, juga tidak akan ada
lagi dari generasi ke generasi. Orang Arab tidak akan mendirikan kemahnya di
sana, dan para gembala tidak akan membiarkan kambing-dombanya berbaring di
sana.” (Yesaya 13:20) Nubuat itu tidak hanya meramalkan kejatuhan sebuah kota
tetapi juga menunjukkan bahwa Babilon akan hancur untuk selama-lamanya. Anda
dapat menyaksikan sendiri bukti bahwa kata-kata itu tergenap. Bekas kota
Babilon kuno yang sudah tidak berpenghuni—kira-kira 80 kilometer di
sebelah selatan Bagdad, Irak—adalah bukti bahwa apa yang Yehuwa katakan melalui
Yesaya telah tergenap, ”Aku akan menyapu dia dengan sapu pemusnahan.”—Yesaya 14:22, 23. *
Puing-puing
Babilon
17. Bagaimana
penggenapan nubuat Alkitab menguatkan iman kita?
17 Setelah kita merenungkan bahwa Alkitab memang adalah
buku yang berisi nubuat yang dapat dipercaya, iman kita tentu dikuatkan,
bukan? Sebenarnya, jika Allah Yehuwa telah menepati janji-janji-Nya di masa
lampau, kita mempunyai alasan yang kuat untuk yakin bahwa Ia juga akan menepati
janji-Nya bahwa bumi ini akan menjadi firdaus. (Bilangan 23:19) Ya, kita memiliki ”harapan kehidupan abadi yang sebelum
zaman yang telah lama berlalu, telah dijanjikan oleh Allah yang tidak dapat
berdusta”.—Titus 1:2. *
”FIRMAN ALLAH ITU HIDUP”
18. Apa yang
secara tandas dinyatakan oleh rasul Kristen Paulus tentang ”firman Allah”?
18 Dari apa yang telah kita bahas dalam pasal ini, jelaslah
bahwa Alkitab benar-benar buku yang unik. Namun, yang membuatnya jauh
lebih berharga tidak hanya keselarasan isinya, keakuratannya dari sudut ilmiah
dan sejarah, hikmatnya yang berguna, dan nubuatnya yang dapat dipercaya. Rasul
Kristen Paulus menulis, ”Firman Allah itu hidup dan mengerahkan kuasa dan lebih
tajam daripada pedang bermata dua mana pun dan menusuk bahkan sampai memisahkan
jiwa dan roh, serta sendi dan sumsumnya, dan dapat menilai pikiran dan niat
hati.”—Ibrani 4:12.
19, 20.
(a) Bagaimana Alkitab dapat membantu Anda memeriksa diri?
(b) Bagaimana Anda dapat menunjukkan bahwa Anda mensyukuri Alkitab sebagai
hadiah yang unik dari Allah?
19 Membaca ”firman”, atau berita, dari Allah dalam Alkitab
dapat mengubah kehidupan kita. Hal itu dapat membantu kita memeriksa diri
dengan lebih baik lagi. Bisa jadi kita mengaku mengasihi Allah, tetapi cara
kita menanggapi apa yang diajarkan oleh Firman-Nya yang terilham, Alkitab, akan
menyingkapkan jalan pikiran dan bahkan niat hati kita yang sesungguhnya.
20 Alkitab benar-benar buku dari Allah yang harus dibaca,
dipelajari, dan digemari. Tunjukkan bahwa Anda mensyukuri hadiah dari Allah ini
dengan terus memeriksa isinya. Apabila Anda melakukan hal itu, Anda akan
memiliki pemahaman yang dalam tentang maksud-tujuan Allah bagi umat manusia.
Apa maksud-tujuan-Nya dan bagaimana itu akan diwujudkan akan dibahas dalam
pasal berikutnya.
APA YANG ALKITAB AJARKAN
- Alkitab diilhamkan Allah sehingga akurat dan dapat dipercaya.—2 Timotius 3:16.
- Informasi yang terdapat dalam Firman Allah berguna untuk kehidupan sehari-hari.—Yesaya 48:17.
- Janji-janji Allah dalam Alkitab pasti akan digenapi.—Bilangan 23:19.
PASAL 3
Apakah tujuan Allah berupa firdaus di bumi akan terlaksana?
Jika ya, kapan?
PASAL
TIGA
Apa Maksud-tujuan Allah bagi
Bumi?
00:00
21:24
- Apa maksud-tujuan Allah bagi umat manusia?
- Tuduhan apa yang dilontarkan kepada Allah?
- Seperti apakah kehidupan di bumi kelak?
1. Apa
maksud-tujuan Allah bagi bumi?
MAKSUD-TUJUAN
Allah bagi bumi benar-benar menakjubkan. Yehuwa ingin agar bumi dipenuhi dengan
orang-orang yang berbahagia dan sehat. Alkitab mengatakan bahwa ”Allah
. . . membuat sebuah taman di Eden” dan bahwa Ia ”menumbuhkan
. . . segala pohon yang menarik untuk dilihat dan baik untuk
dimakan”. Setelah Allah menciptakan pria dan wanita pertama, Adam dan Hawa, Ia
menempatkan mereka di taman yang indah itu dan menyuruh mereka, ”Beranakcuculah
dan bertambah banyak dan penuhilah bumi dan taklukkanlah itu.” (Kejadian 1:28; 2:8, 9, 15) Jadi, maksud-tujuan Allah ialah agar manusia mempunyai
anak-anak, memperluas taman, atau firdaus, yang mereka tinggali hingga meliputi
seluruh bumi, dan memelihara binatang-binatang.
2.
(a) Bagaimana kita tahu bahwa maksud-tujuan Allah bagi bumi akan terwujud?
(b) Menurut Alkitab, orang-orang seperti apa yang akan hidup
selama-lamanya?
2 Menurut Anda, apakah maksud-tujuan Allah Yehuwa agar
orang-orang hidup di suatu firdaus di bumi akan benar-benar terwujud? ”Aku
telah mengatakannya,” kata Allah, ”aku juga akan melakukannya.” (Yesaya 46:9-11; 55:11) Ya, apa yang Allah tetapkan pasti akan Ia laksanakan!
Ia mengatakan bahwa Ia ”tidak menciptakan [bumi] dengan percuma” tetapi
”membentuknya untuk didiami”. (Yesaya 45:18) Allah ingin agar bumi dihuni oleh orang-orang
seperti apa dan untuk berapa lama? Alkitab menjawab, ”Orang-orang adil-benar
akan memiliki bumi, dan mereka akan mendiaminya selama-lamanya.”—Mazmur 37:29; Penyingkapan
21:3, 4.
3. Keadaan apa
yang sekarang ada di bumi, dan hal ini menimbulkan pertanyaan apa saja?
3 Memang, hal ini belum terjadi. Sekarang orang masih jatuh
sakit dan mati; mereka bahkan berkelahi dan saling membunuh. Pasti ada yang
tidak beres. Tetapi, Allah tentu tidak bermaksud bahwa bumi ini menjadi seperti
yang kita lihat dewasa ini! Ada apa sebenarnya? Mengapa maksud-tujuan Allah
belum terwujud? Jawabannya tidak mungkin diperoleh dari buku sejarah mana pun
yang ditulis manusia karena masalahnya dimulai di surga.
MUNCULNYA MUSUH
4, 5. (a) Siapa
yang sebenarnya berbicara kepada Hawa melalui seekor ular? (b) Bagaimana
orang yang tadinya baik dan jujur bisa menjadi maling?
4 Buku pertama dalam Alkitab memberi tahu kita tentang
suatu makhluk yang menentang Allah, yang muncul di Taman Eden. Ia digambarkan
sebagai ”ular”, tetapi ia bukan seekor binatang. Buku terakhir dalam Alkitab
memberi tahu kita siapa dia. Ia adalah suatu pribadi ”yang disebut Iblis dan
Setan, yang sedang menyesatkan seluruh bumi yang berpenduduk”. Ia juga disebut
”ular yang semula”. (Kejadian 3:1; Penyingkapan
12:9) Makhluk roh
yang tidak kelihatan, atau malaikat yang kuat, ini menggunakan seekor ular
untuk berbicara kepada Hawa, persis seperti orang yang pintar membuat suaranya
seolah-olah terdengar dari mulut boneka yang ada di sebelahnya. Pribadi roh itu
tentu hadir ketika Allah menyiapkan bumi untuk manusia.—Ayub 38:4, 7.
5 Tetapi, karena semua ciptaan Yehuwa itu sempurna, siapa
yang membuat si ”Iblis”, atau ”Setan” ini? Singkatnya, salah satu dari
putra-putra rohani Allah yang kuat berubah menjadi si Iblis. Bagaimana
mungkin? Ya, dewasa ini, orang yang tadinya baik dan jujur bisa saja menjadi
maling. Bagaimana? Ia mungkin membiarkan keinginan yang salah bertumbuh
dalam hatinya. Jika ia terus memikirkannya, keinginan yang salah itu
bisa menjadi sangat kuat. Lalu, begitu ada kesempatan, ia akan melakukan
keinginan buruk yang telah ia pikirkan itu.—Yakobus 1:13-15.
6. Bagaimana
seorang putra rohani Allah yang kuat menjadi Setan si Iblis?
6 Itulah yang terjadi pada Setan si Iblis. Rupanya, ia
mendengar Allah menyuruh Adam dan Hawa agar mempunyai anak dan memenuhi bumi
dengan keturunan mereka. (Kejadian
1:27, 28) ’Semua
manusia ini seharusnya menyembah aku dan bukan Allah!’ pasti begitulah pikir
Setan. Jadi, keinginan yang salah tumbuh dalam hatinya. Akhirnya, ia bertindak,
menipu Hawa dengan mengatakan hal-hal yang tidak benar tentang Allah. (Kejadian 3:1-5) Dengan begitu, ia menjadi ”Iblis”, yang berarti
”Pemfitnah”. Ia juga menjadi ”Setan”, yang berarti ”Penentang”.
7.
(a) Mengapa Adam dan Hawa mati? (b) Mengapa semua keturunan Adam
menjadi tua dan mati?
7 Dengan menggunakan dusta dan tipu daya, Setan si Iblis
membuat Adam dan Hawa tidak menaati Allah. (Kejadian 2:17; 3:6) Akibatnya, mereka akhirnya mati, tepat seperti yang
telah Allah peringatkan. (Kejadian
3:17-19) Karena Adam
menjadi tidak sempurna ketika ia berbuat dosa, semua keturunannya mewarisi dosa
darinya. (Roma 5:12) Keadaannya dapat digambarkan seperti sebuah loyang kue.
Jika loyang itu penyok, bagaimana jadinya kue-kue yang dipanggang di dalamnya?
Semua kue tentu ikut penyok, atau cacat. Demikian pula, semua orang mewarisi
”cacat” berupa ketidaksempurnaan dari Adam. Itulah sebabnya semua orang menjadi
tua dan mati.—Roma 3:23.
8, 9. (a) Tuduhan
apa yang tampaknya Setan lontarkan? (b) Mengapa Allah tidak segera
membinasakan para pemberontak itu?
8 Pada waktu Setan menggiring Adam dan Hawa untuk berdosa
terhadap Allah, ia sebenarnya sedang memimpin pemberontakan. Ia menentang cara
Yehuwa memerintah. Setan seakan-akan mengatakan, ’Allah bukan penguasa yang
baik. Dia telah berdusta dan menahan hal-hal yang baik dari rakyat-Nya.
Manusia tidak perlu diatur oleh Allah. Mereka dapat menentukan sendiri apa yang
baik dan buruk. Dan, keadaan mereka akan lebih baik jika aku yang memerintah.’
Bagaimana Allah menangani tuduhan dan hinaan itu? Ada yang merasa bahwa Allah
seharusnya membunuh saja semua pemberontak itu. Tetapi, apakah hal itu akan
menjawab tuduhan Setan? Apakah hal itu akan membuktikan bahwa cara Allah
memerintah adalah benar?
9 Karena Yehuwa memiliki rasa keadilan yang sempurna, Ia
tidak langsung membunuh para pemberontak itu. Ia memutuskan untuk membiarkan waktu
berlalu agar tuduhan Setan dapat terjawab secara memuaskan dan si Iblis
terbukti sebagai pendusta. Maka, Allah menetapkan untuk mengizinkan manusia
mengatur diri sendiri di bawah pengaruh Setan selama suatu waktu. Alasan Yehuwa
melakukan hal itu dan membiarkan waktu berlalu begitu lama sebelum
menyelesaikan masalah itu akan dibahas di Pasal 11 buku ini. Tetapi sekarang, ada baiknya kita memikirkan hal ini:
Sepatutnyakah Adam dan Hawa mempercayai Setan, yang tidak pernah berbuat baik
kepada mereka? Sepantasnyakah mereka menganggap Yehuwa itu pendusta yang jahat,
padahal Ia telah memberi mereka segala sesuatu? Seandainya Anda di tempat Adam
atau Hawa, apa yang akan Anda lakukan?
10. Bagaimana
Anda dapat mendukung pihak Yehuwa untuk menjawab tuduhan Setan?
10 Ada baiknya kita memikirkan pertanyaan-pertanyaan itu
karena kita masing-masing menghadapi masalah yang serupa dewasa ini. Ya, Anda
mempunyai kesempatan mendukung pihak Yehuwa untuk menjawab tuduhan Setan. Anda
dapat mengakui Yehuwa sebagai Penguasa dan ikut memperlihatkan bahwa Setan
adalah pendusta. (Mazmur 73:28; Amsal 27:11) Sayangnya, di antara miliaran orang di dunia ini, hanya
sedikit yang memilih untuk berbuat demikian. Hal itu menimbulkan pertanyaan
yang penting: Apakah Alkitab benar-benar mengajarkan bahwa Setan adalah
penguasa dunia ini?
SIAPAKAH PENGUASA DUNIA INI?
Mana mungkin
Setan menawarkan semua kerajaan dunia kepada Yesus jika ia bukan pemiliknya?
11, 12.
(a) Apa yang menyingkapkan bahwa Setan adalah penguasa dunia ini?
(b) Apa lagi yang membuktikan bahwa Setan adalah penguasa dunia ini?
11 Yesus tidak pernah meragukan bahwa Setan adalah penguasa
dunia ini. Dengan suatu cara yang ajaib, Setan pernah memperlihatkan
kepada Yesus ”semua kerajaan dunia serta kemuliaannya”. Setelah itu, Setan
berjanji kepada Yesus, ”Aku akan memberikan kepadamu semua ini jika engkau
sujud dan melakukan suatu tindakan penyembahan kepadaku.” (Matius
4:8, 9; Lukas
4:5, 6) Coba pikir. Mungkinkah
Setan menawarkan kerajaan-kerajaan itu kepada Yesus seandainya ia bukan
penguasanya? Yesus tidak menyangkal bahwa semua pemerintahan dunia adalah milik
Setan. Yesus pasti akan menyangkalnya andaikata Setan bukan pribadi yang
mengendalikan semua pemerintahan itu.
12 Yehuwa jelas adalah Allah yang mahakuasa, Pencipta alam
semesta yang menakjubkan ini. (Penyingkapan
4:11) Namun,
Alkitab tidak pernah menyatakan bahwa Allah Yehuwa atau Yesus Kristus adalah
penguasa dunia ini. Sebenarnya, Yesus secara khusus menyebut Setan sebagai
”penguasa dunia ini”. (Yohanes 12:31; 14:30; 16:11) Alkitab malah menyebut Setan si Iblis sebagai ”allah
sistem ini”. (2 Korintus
4:3, 4) Mengenai si
penentang ini, atau Setan, rasul Kristen Yohanes menulis, ”Seluruh dunia berada
dalam kuasa si fasik.”—1 Yohanes 5:19.
BAGAIMANA DUNIA SETAN AKAN DISINGKIRKAN
13. Mengapa
perlu ada dunia yang baru?
13 Seraya tahun demi tahun berlalu, dunia menjadi semakin
berbahaya. Dunia dibanjiri pasukan yang terus berperang, politisi yang tidak
jujur, pemimpin agama yang munafik, dan penjahat yang berdarah dingin. Seluruh
dunia ini mustahil diperbaiki. Alkitab menyingkapkan bahwa tidak lama lagi Allah
akan memusnahkan dunia yang fasik ini dalam perang-Nya yang disebut Armagedon.
Dan, sebagai gantinya akan ada dunia baru yang adil-benar.—Penyingkapan 16:14-16.
14. Siapa yang
Allah pilih untuk menjadi Penguasa Kerajaan-Nya, dan ayat-ayat mana yang
menubuatkan hal ini?
14 Allah Yehuwa memilih Yesus Kristus untuk menjadi Penguasa
atas Kerajaan, atau pemerintahan, surgawi-Nya yang akan berkuasa atas bumi.
Lama berselang, Alkitab menubuatkan, ”Seorang anak telah lahir untuk
kita, seorang putera telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada di
atas bahunya, dan namanya disebutkan . . . Raja Damai. Besar
kekuasaannya, dan damai sejahtera tidak akan berkesudahan.” (Yesaya
9:5, 6,Terjemahan Baru) Yesus mengajar para pengikutnya untuk mendoakan
pemerintahan itu, begini, ”Biarlah kerajaanmu datang. Biarlah kehendakmu
terjadi, seperti di surga, demikian pula di atas bumi.” (Matius 6:10) Seperti akan kita lihat selanjutnya dalam buku ini,
tidak lama lagi semua pemerintahan di dunia ini akan disingkirkan dan
digantikan oleh Kerajaan Allah. (Daniel 2:44) Setelah itu, Kerajaan Allah akan mewujudkan firdaus di
bumi.
DUNIA BARU SUDAH DEKAT!
15. Apakah
”bumi baru” itu?
15 Alkitab meyakinkan kita, ”Ada langit baru dan bumi baru
yang kita nantikan sesuai dengan janji [Allah], dan keadilbenaran akan tinggal
di dalamnya.” (2 Petrus
3:13; Yesaya 65:17) Adakalanya, apabila Alkitab menyebutkan ”bumi”, yang
dimaksudkan adalah orang-orang yang hidup di atas bumi. (Kejadian 11:1) Jadi, ”bumi baru” yang adil-benar adalah masyarakat manusia
yang diperkenan Allah.
16. Apa hadiah
yang tak ternilai dari Allah bagi orang-orang yang Ia perkenan, dan apa yang
harus kita lakukan untuk menerimanya?
16 Yesus berjanji bahwa di dunia baru yang akan datang,
orang-orang yang diperkenan Allah akan menerima hadiah berupa ”kehidupan
abadi”. (Markus 10:30) Silakan buka Alkitab Anda di Yohanes 3:16
dan Yohanes 17:3, dan bacalah apa yang menurut Yesus harus kita lakukan
untuk menerima kehidupan abadi. Sekarang, sambil membaca ayat-ayat Alkitab
berikut ini, pikirkan berkat-berkat yang akan dinikmati oleh orang-orang yang
memenuhi syarat untuk mendapat hadiah yang menakjubkan itu dari Allah, dalam
Firdaus di bumi yang akan datang.
17, 18.
Bagaimana kita dapat yakin bahwa akan ada perdamaian dan keamanan di seluruh
bumi?
17 Kefasikan, peperangan, kejahatan, dan kekerasan akan lenyap. ”Orang fasik tidak akan ada lagi
. . . Tetapi orang-orang yang lembut hati akan memiliki bumi.” (Mazmur
37:10, 11) Akan ada
perdamaian karena ’Allah menghentikan peperangan sampai ke ujung bumi’. (Mazmur 46:9; Yesaya 2:4) Pada waktu itu, ”orang adil-benar akan bertunas, dan
damai berlimpah sampai bulan tidak ada lagi”—artinya, sampai selama-lamanya!—Mazmur 72:7.
18 Para penyembah Yehuwa akan hidup dengan aman. Pada zaman Alkitab, sewaktu orang Israel menaati Allah,
mereka hidup dengan aman. (Imamat
25:18, 19) Alangkah
menakjubkannya kelak saat kita menikmati keamanan serupa dalam Firdaus!—Yesaya 32:18; Mikha 4:4.
19. Dari mana
kita tahu bahwa akan ada berlimpah makanan dalam dunia baru Allah?
19 Tidak akan ada kekurangan makanan. ”Akan ada banyak biji-bijian di bumi,” demikian nyanyian
sang pemazmur. ”Di puncak pegunungan akan ada kelimpahan.” (Mazmur 72:16) Allah Yehuwa akan memberkati umat-Nya yang adil-benar,
dan ”bumi pasti akan memberikan hasilnya”.—Mazmur 67:6.
20. Mengapa
kita dapat yakin bahwa seluruh bumi akan menjadi firdaus?
20 Seluruh bumi akan menjadi firdaus. Akan ada rumah-rumah dan taman-taman yang baru dan indah
di atas tanah yang pernah dirusak oleh manusia berdosa. (Yesaya
65:21-24; Penyingkapan
11:18) Seraya waktu
berlalu, tanah yang digarap akan semakin luas sampai seluruh bola bumi menjadi
seindah dan sesubur Taman Eden. Dan, Allah akan terus ’membuka tangan-Nya dan
memuaskan keinginan segala makhluk hidup’.—Mazmur 145:16.
21. Apa yang
menunjukkan bahwa manusia dan binatang akan hidup dengan damai?
21 Manusia dan binatang akan hidup dengan damai. Binatang buas dan binatang piaraan akan makan
bersama-sama. Bahkan anak kecil tidak akan takut kepada binatang-binatang yang
sekarang berbahaya.—Yesaya 11:6-9; 65:25.
22. Apa yang
akan terjadi dengan penyakit?
22 Penyakit
akan lenyap. Sebagai Penguasa Kerajaan surgawi Allah, Yesus akan melakukan
penyembuhan dalam skala yang jauh lebih besar daripada ketika ia berada di
bumi. (Matius 9:35; Markus
1:40-42; Yohanes 5:5-9) Pada waktu itu, ”tidak ada penghuni yang akan
mengatakan, ’Aku sakit’”.—Yesaya 33:24; 35:5, 6.
23. Mengapa
kebangkitan akan membuat hati kita bersukacita?
23 Orang-orang tercinta yang telah meninggal akan dihidupkan kembali dengan harapan
tidak akan pernah mati lagi. Semua orang
yang tidur dalam kematian yang diingat Allah akan dibangkitkan. Sesungguhnya, ”akan ada kebangkitan untuk orang-orang
yang adil-benar maupun yang tidak adil-benar”.—Kisah 24:15; Yohanes
5:28, 29.
24. Bagaimana
perasaan Anda jika Anda hidup dalam Firdaus di bumi?
24 Alangkah menakjubkan masa depan orang-orang yang memilih
untuk belajar tentang Pencipta Agung kita, Allah Yehuwa, dan melayani Dia!
Firdaus di bumi yang akan datang itulah yang Yesus maksudkan ketika ia berjanji
kepada penjahat yang mati di sampingnya, ”Engkau akan bersamaku di Firdaus.” (Lukas 23:43) Kita harus belajar lebih banyak tentang Yesus Kristus, karena melalui dialah semua berkat ini bisa kita
peroleh.
APA YANG ALKITAB AJARKAN
- Maksud-tujuan Allah untuk menjadikan bumi ini suatu firdaus akan terwujud.—Yesaya 45:18; 55:11.
- Sekarang Setan berkuasa atas dunia ini.—Yohanes 12:31; 1 Yohanes 5:19.
- Di dunia baru yang akan datang, Allah akan mengaruniakan banyak berkat kepada manusia.—Mazmur 37:10, 11, 29.
PASAL 4
Pelajarilah mengapa Yesus adalah Mesias yang dijanjikan,
dari mana asalnya, dan mengapa ia adalah Putra Yehuwa satu-satunya yang
diperanakkan.
, 2. (a) Mengapa sekadar tahu tentang orang yang
terkenal tidak berarti Anda benar-benar mengenal dia? (b) Apa
beberapa pendapat yang membingungkan tentang Yesus?
ADA banyak orang terkenal di dunia. Ada yang terkenal di
masyarakat, di kota, atau di negeri mereka sendiri. Ada juga yang terkenal di
seluruh dunia. Tetapi, sekadar mengetahui nama orang terkenal tidak berarti
Anda benar-benar mengenal dia dan tidak berarti Anda mengetahui secara
terperinci latar belakangnya serta kepribadiannya.
2 Hampir
semua orang pernah mendengar tentang Yesus Kristus, meskipun ia hidup di bumi
sekitar 2.000 tahun yang lalu. Namun, banyak orang merasa bingung tentang siapa
sebenarnya Yesus itu. Ada yang bilang bahwa ia hanya orang baik. Yang lain
mengatakan bahwa ia tidak lebih dari seorang nabi. Namun, ada juga yang percaya
bahwa Yesus adalah Allah dan harus disembah.Apakah memang begitu?
3. Mengapa Anda perlu mengetahui kebenaran tentang Yesus?
3 Anda
perlu mengetahui kebenaran tentang Yesus.Mengapa? Karena Alkitab mengatakan,
”Ini berarti kehidupan abadi, bahwa mereka terus memperoleh pengetahuan
mengenai dirimu, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenai pribadi yang
engkau utus, Yesus Kristus.” (Yohanes 17:3) Ya, jika Anda mengetahui kebenaran
tentang Allah Yehuwa dan tentang Yesus Kristus, Anda dapat memperoleh kehidupan
abadi dalam Firdaus di bumi. (Yohanes 14:6) Selain itu, Yesus memberikan
teladan terbaik tentang cara menempuh kehidupan dan cara memperlakukan orang
lain. (Yohanes 13:34, 35) Dalam pasal
pertama buku ini, kita telah membahas kebenaran tentang Allah.
Sekarang, mari kita bahas apa yang sebenarnya Alkitab ajarkan tentang Yesus
Kristus.
MESIAS
YANG DIJANJIKAN
6 Nabi-nabi
Allah yang hidup sebelum Yesus menubuatkan banyak hal tentang Mesias. Perincian
itu membantu orang-orang lain mengenali dia. Sebagai gambaran: Seandainya Anda
diminta untuk pergi ke terminal bus atau ke stasiun kereta api atau ke bandara
untuk menjemput orang yang belum pernah Anda jumpai. Tentu akan lebih mudah
jika Anda telah diberi beberapa 4. Apa arti gelar ”Mesias” dan ”Kristus”?
4 Lama
sebelum Yesus lahir, Alkitab menubuatkan kedatangan pribadi yang akan Allah
utus sebagai Mesias, atau Kristus. Gelar ”Mesias” (dari bahasa Ibrani) dan
gelar ”Kristus” (dari bahasa Yunani) kedua-duanya berarti ”Pribadi Yang
Diurapi”. Pribadi yang dijanjikan ini akan diurapi, artinya dilantik oleh Allah
untuk memegang kedudukan yang istimewa. Di pasal-pasal berikutnya, kita
akan belajar lebih banyak tentang kedudukan penting Mesias dalam menggenapi
janji-janji Allah. Kita juga akan belajar tentang berkat-berkat yang dapat
Yesus berikan kepada kita sekarang juga. Namun, sebelum Yesus lahir, banyak
orang tentu bertanya-tanya, ’Siapakah yang akan menjadi Mesias?’
5. Tentang Yesus, apa yang sepenuhnya diyakini oleh
murid-muridnya?
5 Pada
abad pertama M, murid-murid Yesus orang Nazaret yakin sepenuhnya bahwa
Yesus adalah Mesias yang dinubuatkan. (Yohanes 1:41) Salah seorang di antaranya, yang
bernama Simon Petrus, tanpa ragu-ragu mengatakan kepada Yesus, ”Engkau adalah
Kristus.” (Matius 16:16) Tetapi, bagaimana murid-murid
itu—dan kita—dapat yakin bahwa Yesus benar-benar Mesias yang dijanjikan?
6. Gambarkan bagaimana Yehuwa membantu orang-orang beriman
untuk mengenali sang Mesias.
perincian tentang dia, bukan? Demikian pula, melalui
nabi-nabi Alkitab, Yehuwa memberikan uraian yang sangat terperinci tentang apa
yang akan dilakukan sang Mesias dan apa yang akan ia alami. Tergenapnya banyak
nubuat ini membantu orang-orang yang beriman untuk mengenali dia dengan jelas.
7. Dua nubuat mana tentang Yesus yang tergenap?
7 Pertimbangkan
dua contoh saja. Pertama, lebih dari 700 tahun sebelumnya, nabi Mikha
menubuatkan bahwa Pribadi yang dijanjikan itu akan lahir di Betlehem, sebuah
kota kecil di daerah Yehuda. (Mikha 5:2) Nah, di manakah Yesus dilahirkan?
Ternyata benar di kota itu! (Matius 2:1, 3-9) Kedua, berabad-abad sebelumnya,
nubuat yang dicatat di Daniel 9:25 menyebutkan kapan Mesias
akan muncul, yaitu pada tahun 29 M. *
Tergenapnya kedua nubuat itu dan nubuat-nubuat lain membuktikan bahwa Yesus adalah Mesias yang dijanjikan.
Sewaktu dibaptis, Yesus menjadi sang Mesias, atau Kristus
8, 9.Apa yang terjadi sewaktu Yesus dibaptis, yang
membuktikan dengan jelas bahwa ia adalah sang Mesias?
8 Bukti
lain lagi bahwa Yesus adalah sang Mesias terlihat dengan jelas menjelang akhir
tahun 29 M. Pada tahun itulah Yesus menemui Yohanes Pembaptis untuk
dibaptis di Sungai Yordan. Yehuwa telah berjanji kepada Yohanes untuk
memberinya tanda supaya ia dapat mengenali sang Mesias. Yohanes melihat tanda
itu sewaktu Yesus dibaptis. Menurut Alkitab, inilah yang terjadi, ”Setelah dibaptis
Yesus segera keluar dari air; dan, lihat! langit terbuka, dan ia melihat roh
Allah seperti seekor merpati turun ke atasnya. Lihat! Juga, ada suara dari
langit yang mengatakan, ’Inilah Putraku, yang kukasihi, kepadanyalah aku
berkenan.’” (Matius 3:16, 17) Setelah
melihat dan mendengar apa yang terjadi, Yohanes tidak ragu-ragu lagi bahwa
Yesus diutus oleh Allah. (Yohanes 1:32-34) Pada saat roh Allah, atau tenaga
aktif-Nya, dicurahkan ke atas Yesus pada hari itu, Yesus menjadi sang Mesias,
atau Kristus, pribadi yang dilantik untuk menjadi Pemimpin dan Raja.—Yesaya 55:4.
9 Tergenapnya
nubuat Alkitab dan kesaksian dari Allah Yehuwa sendiri dengan jelas menunjukkan
bahwa Yesus adalah Mesias yang dijanjikan. Tetapi, Alkitab menjawab dua
pertanyaan penting lain tentang Yesus Kristus: Dari mana asalnya, dan bagaimana
kepribadiannya?
DARI
MANA ASALNYA YESUS?
10. Apa yang Alkitab ajarkan tentang keberadaan Yesus
sebelum ia datang ke bumi?
10 Alkitab
mengajarkan bahwa Yesus hidup di surga sebelum ia datang ke bumi. Mikha
menubuatkan bahwa Mesias akan lahir di Betlehem dan bahwa ia sudah ada
”sejak purbakala”. (Mikha 5:2 [ayat 1, Terjemahan Baru])
Yesus sendiri beberapa kali mengatakan bahwa sebelum lahir sebagai manusia, ia
hidup di surga. (Yohanes 3:13; 6:38, 62; 17:4, 5) Sebagai makhluk roh di surga,
Yesus mempunyai hubungan istimewa dengan Yehuwa.
11. Ayat-ayat mana yang menunjukkan bahwa Yesus adalah Putra
yang paling Yehuwa kasihi?
11 Yesus
adalah Putra yang paling Yehuwa kasihi—dan ada alasan yang kuat untuk itu. Ia
disebut ”yang sulung dari antara semua ciptaan”, sebab ia adalah ciptaan Allah
yang pertama. *
(Kolose 1:15) Ada lagi yang membuat Yesus
menjadi Putra yang istimewa. Ia adalah ”Putra satu-satunya yang diperanakkan”.
(Yohanes 3:16) Itu berarti Yesus sajalah yang
diciptakan oleh Allah sendiri. Selain itu, Yesus-lah satu-satunya yang Allah
gunakan ketika Ia menciptakan semua hal lain. (Kolose 1:16) Selanjutnya, Yesus disebut
”Firman”. (Yohanes 1:14) Sebutan itu menunjukkan bahwa ia
berbicara mewakili Allah, tentunya untuk menyampaikan berbagai pesan dan
instruksi kepada putra-putra lainnya, baik makhluk roh maupun manusia.
12. Bagaimana kita tahu bahwa Putra sulung itu tidak sama
dengan Allah?
12 Apakah
Putra sulung itu sama dengan Allah, seperti yang orang-orang percayai? Alkitab
tidak mengajarkan hal itu.Kita membaca dalam paragraf sebelumnya bahwa Putra
itu diciptakan. Maka, jelaslah bahwa ia punya permulaan, sedangkan Allah Yehuwa
tidak punya awal atau akhir. (Mazmur 90:2) Putra satu-satunya yang
diperanakkan ini malah tidak pernah memikirkan untuk mencoba menyamai Bapaknya.
Alkitab dengan jelas mengajarkan bahwa sang Bapak lebih besar daripada
Putra. (Yohanes 14:28; 1 Korintus 11:3) Yehuwa
sajalah ”Allah Yang Mahakuasa”. (Kejadian 17:1) Karena itu, tidak ada yang
menyamai Dia. *
13. Apa maksudnya ayat yang menyebut sang Putra sebagai
”gambar Allah yang tidak kelihatan”?
13 Yehuwa
bergaul akrab dengan Putra sulung-Nya selama miliaran tahun—lama sebelum langit
dan bumi diciptakan. Alangkah besarnya kasih di antara mereka! (Yohanes 3:35; 14:31) Putra yang dikasihi ini persis
seperti Bapaknya. Itulah sebabnya Alkitab menyebut sang Putra sebagai ”gambar
Allah yang tidak kelihatan”. (Kolose 1:15) Ya, sama seperti seorang anak
laki-laki bisa saja sangat mirip ayahnya dalam berbagai hal, Putra surgawi ini
mencerminkan sifat dan kepribadian Bapaknya.
14. Bagaimana Putra tunggal Yehuwa sampai lahir sebagai
manusia?
14 Putra
tunggal Yehuwa ini rela meninggalkan surga dan turun ke bumi untuk hidup
sebagai manusia.Tetapi, Anda mungkin bertanya-tanya, ’Bagaimana mungkin makhluk
roh lahir sebagai manusia?’Untuk melaksanakan hal itu, Yehuwa melakukan
mukjizat.Ia memindahkan kehidupan Putra sulung-Nya dari surga ke rahim seorang
perawan Yahudi yang bernama Maria. Jadi, Yesus tidak mempunyai seorang ayah
manusia.Kemudian, Maria melahirkan seorang putra yang sempurna dan menamainya
Yesus.—Lukas 1:30-35.
BAGAIMANA
KEPRIBADIAN YESUS?
15. Mengapa kita dapat mengatakan bahwa melalui Yesus kita
dapat lebih mengenal Yehuwa?
15 Kita
dapat mengenal Yesus dengan baik dari apa yang ia katakan dan lakukan selama
berada di bumi. Selain itu, melalui Yesus kita dapat lebih mengenal
Yehuwa.Mengapa demikian?Ingatlah bahwa Putra ini adalah cerminan yang sempurna
dari Bapaknya. Itulah sebabnya Yesus mengatakan kepada salah seorang
muridnya, ”Ia yang telah melihat aku telah melihat Bapak juga.” (Yohanes 14:9) Keempat buku dalam Alkitab yang
dikenal sebagai Injil—Matius, Markus, Lukas, dan Yohanes—memberi tahu kita
banyak hal tentang kehidupan, kegiatan, dan kepribadian Yesus Kristus.
16. Apa yang terutama Yesus ajarkan, dan dari mana asalnya
ajaran itu?
16 Yesus
terkenal sebagai ”Guru”. (Yohanes 1:38; 13:13) Apa yang ia ajarkan? Yang terutama
ia ajarkan adalah ”kabar baik kerajaan”—yaitu Kerajaan Allah, pemerintahan
surgawi yang akan berkuasa atas seluruh bumi dan yang akan mendatangkan berkat
yang tiada habisnya bagi manusia yang taat. (Matius 4:23) Dari mana asalnya ajaran itu?
Yesus sendiri mengatakan, ”Apa yang aku ajarkan bukanlah milikku, melainkan
milik dia yang telah mengutus aku”, yaitu Yehuwa. (Yohanes 7:16) Yesus tahu bahwa Bapaknya ingin
agar manusia mendengar kabar baik Kerajaan. Di Pasal 8,
kita akan belajar lebih banyak tentang Kerajaan Allah dan apa yang akan
dilaksanakannya.
17. Di manakah Yesus mengajar, dan mengapa ia mau merepotkan
diri untuk mengajar orang lain?
17 Di
manakah Yesus mengajar? Di mana pun orang-orang berada—di desa maupun di kota,
di kampung, di pasar, dan di rumah-rumah mereka. Yesus tidak mengharapkan
orang-orang datang kepadanya.Dialah yang mendatangi mereka. (Markus 6:56; Lukas 19:5, 6) Mengapa Yesus mau merepotkan diri
dan menggunakan begitu banyak waktu untuk mengabar dan mengajar?Karena itulah
yang Allah kehendaki darinya.Yesus selalu melakukan kehendak Bapaknya. (Yohanes 8:28, 29) Tetapi, ada
alasan lain lagi.Ia merasa kasihan kepada kumpulan orang yang datang untuk
menemuinya. (Matius 9:35, 36) Mereka
ditelantarkan oleh para pemimpin agama, yang seharusnya mengajar mereka
kebenaran tentang Allah dan maksud-tujuan-Nya.Yesus tahu bahwa orang-orang
perlu sekali mendengar berita Kerajaan.
18. Sifat-sifat Yesus mana yang paling menyenangkan bagi
Anda?
18 Yesus
seorang pria yang penuh perasaan, lembut, dan hangat. Karena itu,
orang-orang merasa bahwa dia mudah didekati dan baik hati.Bahkan anak-anak
tidak merasa canggung kepadanya. (Markus 10:13-16) Yesus tidak pilih kasih.Ia
membenci kebejatan dan ketidakadilan. (Matius 21:12, 13) Pada zaman
itu, kaum wanita kurang dihargai dan hak-hak mereka sering dibatasi, namun ia
memperlakukan mereka dengan penuh hormat. (Yohanes 4:9, 27) Yesus memiliki kerendahan hati
yang tulus. Sekali peristiwa, ia mencuci kaki rasul-rasulnya—suatu tugas yang
biasa dilakukan oleh seorang budak.
Yesus mengabar di mana pun orang berada
19. Contoh apa yang menunjukkan bahwa Yesus peka terhadap
kebutuhan orang-orang?
19 Yesus
peka terhadap kebutuhan orang-orang. Hal ini khususnya terlihat ketika ia
melakukan mukjizat penyembuhan dengan kuasa roh Allah. (Matius 14:14) Sebagai contoh, seorang pria
berpenyakit kusta datang kepada Yesus dan mengatakan, ”Kalau engkau mau, engkau
dapat membuat aku tahir.” Yesus turut merasakan kepedihan hati dan penderitaan
orang ini. Rasa kasihan menggerakkan Yesus untuk mengulurkan tangannya
dan menyentuh pria itu, sambil berkata, ”Aku mau. Jadilah tahir.” Dan, orang
sakit itu sembuh! (Markus 1:40-42) Dapatkah Anda membayangkan
bagaimana perasaan pria itu?
SETIA
SAMPAI AKHIR
20, 21. Teladan apa yang Yesus berikan dalam hal
ketaatan dan keloyalan kepada Allah?
20 Yesus
memberikan teladan terbaik dalam hal ketaatan dan keloyalan kepada Allah.Ia
tetap setia kepada Bapak surgawinya di bawah segala macam keadaan dan meskipun
menghadapi segala jenis tentangan dan penderitaan. Yesus dengan tegas menolak
godaan Setan, dan ia berhasil. (Matius 4:1-11) Pada suatu waktu, beberapa sanak
saudara Yesus sendiri tidak beriman kepadanya, malahan mengatakan bahwa ia
”telah kehilangan akal sehat”. (Markus 3:21) Tetapi, Yesus tidak mau
dipengaruhi oleh mereka; ia terus melakukan pekerjaan Allah. Meskipun dihina
dan dianiaya, Yesus tetap mengendalikan dirinya, tidak pernah mencoba
mencelakai para penentangnya.—1 Petrus 2:21-23.
21 Yesus
tetap setia sampai mati—mati dengan cara yang mengerikan dan menyakitkan di
tangan musuh-musuhnya. (Filipi 2:8) Renungkanlah apa yang ia derita
pada hari terakhir kehidupannya sebagai manusia. Ia ditangkap, dituduh oleh
saksi-saksi palsu, dinyatakan bersalah oleh hakim-hakim yang rusak akhlaknya,
ditertawai oleh gerombolan orang, dan disiksa oleh para prajurit. Dalam keadaan
terpaku pada tiang, ia menarik napas terakhir dan berseru, ”Sudah terlaksana!”
(Yohanes 19:30) Tetapi, pada hari ketiga setelah
Yesus mati, Bapak surgawinya membangkitkan dia untuk hidup lagi sebagaimakhluk
roh. (1 Petrus 3:18) Beberapa minggu kemudian, ia
kembali ke surga. Di sana, ia ”duduk di sebelah kanan Allah” dan menunggu untuk
menerima kekuasaan sebagai raja.—Ibrani 10:12, 13.
22. Apa yang Yesus capai dengan tetap setia sampai mati?
22 Apa
yang Yesus capai dengan tetap setia sampai mati? Kematian Yesus sesungguhnya
membuka kesempatan bagi kita untuk hidup kekal dalam Firdaus di bumi, selaras
dengan maksud-tujuan Yehuwa yang semula.Bagaimana
hal itu dapat kita peroleh melalui kematian Yesusakan
dibahas dalam pasal berikutnya.
APA
YANG ALKITAB AJARKAN
- Nubuat yang tergenap dan kesaksian dari Allah sendiri membuktikan bahwa Yesus adalah Mesias, atau Kristus.—Matius 16:16.
- Lama sebelum Yesus datang ke bumi, ia sudah hidup di surga sebagai makhluk roh.—Yohanes 3:13.
- Yesus adalah guru, pria yang lembut serta hangat, dan teladan ketaatan yang sempurna kepada Allah.—Matius 9:35, 36.
PASAL 5
Apa tebusan itu? Bagaimana Anda bisa memperoleh manfaat
darinya?
PASAL
LIMA
Tebusan—Pemberian Allah yang
Paling Berharga
00:00
22:14
- Apakah tebusan itu?
- Bagaimana tebusan disediakan?
- Apa manfaatnya bagi Anda?
- Bagaimana Anda dapat menunjukkan bahwa Anda menghargainya?
1, 2.
(a) Pemberian seperti apa yang sangat berharga bagi diri Anda? (b) Mengapa
dapat dikatakan bahwa tebusan adalah pemberian yang paling bernilai?
PEMBERIAN apa
yang paling berharga yang pernah Anda terima? Pemberian yang berharga tidak
usah mahal harganya. Sebenarnya, nilai sebuah pemberian tidak selalu ditentukan
oleh harganya. Apabila pemberian itu membuat Anda bahagia atau sesuatu yang
benar-benar Anda butuhkan, nilainya tentu sangat besar bagi Anda.
2 Dari begitu banyak pemberian yang bisa jadi Anda
inginkan, ada satu yang jauh melebihi yang lainnya. Ini adalah pemberian dari
Allah bagi umat manusia. Yehuwa memberi kita banyak hal, tetapi pemberian-Nya
yang paling berharga bagi kita adalah korban tebusan Putra-Nya, Yesus Kristus.
(Matius 20:28) Seperti yang akan kita lihat dalam pasal ini, tebusan
adalah pemberian yang paling bernilai karena dapat mendatangkan kebahagiaan
yang tak terlukiskan dan dapat memenuhi kebutuhan Anda yang paling penting.
Tebusan adalah bukti terbesar bahwa Yehuwa mengasihi Anda.
APAKAH TEBUSAN
ITU ?
3. Apakah
tebusan itu, dan apa yang perlu kita pahami agar dapat mengerti betapa
bernilainya pemberian itu?
3 Singkatnya, tebusan adalah sarana Yehuwa untuk
membebaskan, atau menyelamatkan, umat manusia dari dosa dan kematian. (Efesus 1:7) Untuk memahami makna ajaran Alkitab ini, kita perlu
meninjau kembali apa yang terjadi di Taman Eden. Setelah kita memahami apa yang
dihilangkan oleh Adam sewaktu ia berdosa, baru kita dapat mengerti mengapa
tebusan adalah pemberian yang begitu bernilai bagi kita.
4. Apa artinya
kehidupan manusia yang sempurna bagi Adam?
4 Ketika menciptakan Adam, Yehuwa memberinya sesuatu yang
sangat berharga—kehidupan manusia yang sempurna. Coba pikir apa artinya itu
bagi Adam. Ya, karena diciptakan dengan tubuh dan pikiran yang sempurna, ia
tidak akan pernah jatuh sakit, menjadi tua, atau mati. Sebagai manusia
sempurna, ia mempunyai hubungan istimewa dengan Yehuwa. Alkitab mengatakan
bahwa Adam adalah ”putra Allah”. (Lukas 3:38) Jadi, Adam menikmati hubungan yang akrab dengan Allah
Yehuwa, bagaikan seorang anak dengan ayahnya yang pengasih. Yehuwa
berkomunikasi dengan putra-Nya yang ada di bumi ini, memberi Adam pekerjaan
yang memuaskan dan memberitahukan apa yang Ia inginkan darinya.—Kejadian 1:28-30; 2:16, 17.
5. Apa artinya
ayat yang menyatakan bahwa Adam diciptakan ”menurut gambar Allah”?
5 Adam diciptakan ”menurut gambar Allah”. (Kejadian 1:27) Hal itu tidak berarti rupa Adam mirip dengan Allah. Seperti
yang telah kita pelajari di Pasal 1 buku ini, Yehuwa adalah roh yang tidak kelihatan. (Yohanes 4:24) Jadi, Yehuwa tidak mempunyai tubuh yang terdiri dari
darah dan daging. Diciptakan menurut gambar Allah berarti Adam diciptakan
dengan sifat-sifat seperti yang Allah miliki, termasuk kasih, hikmat, keadilan,
dan kuasa. Hal penting lain yang membuat Adam menyerupai Bapaknya ialah ia
memiliki kebebasan untuk memilih. Jadi, Adam tidak seperti robot atau mesin. Ia
sendiri dapat membuat keputusan dan dapat memilih yang benar atau yang
salah. Andaikata ia memilih untuk menaati Allah, ia tentu hidup untuk
selama-lamanya dalam Firdaus di bumi.
6. Sewaktu Adam
tidak menaati Allah, ia kehilangan apa, dan apa dampaknya atas keturunannya?
6 Maka, jelaslah bahwa sewaktu Adam tidak menaati Allah dan
dihukum mati, ia harus membayar perbuatannya dengan harga yang sangat tinggi,
atau menanggung akibat yang sangat besar. Dosanya mengakibatkan dia kehilangan
kehidupan manusia yang sempurna dengan semua manfaatnya. (Kejadian
3:17-19) Sayangnya,
bukan hanya Adam yang kehilangan kehidupan yang berharga ini melainkan juga
keturunannya yang masih akan dilahirkan. Firman Allah mengatakan, ”Dosa masuk
ke dalam dunia melalui satu orang [Adam] dan kematian, melalui dosa,
demikianlah kematian menyebar kepada semua orang karena mereka semua telah
berbuat dosa.” (Roma 5:12) Ya, kita semua mewarisi dosa dari Adam. Karena itu,
Alkitab mengatakan bahwa ia ’menjual’ dirinya dan keturunannya menjadi budak
dosa dan kematian. (Roma 7:14) Adam atau Hawa tidak punya harapan lagi karena mereka
sengaja memilih untuk tidak menaati Allah. Tetapi, bagaimana nasib keturunan
mereka, termasuk kita?
7, 8. Pada
dasarnya, tebusan dapat berarti dua hal apa?
7 Yehuwa bertindak untuk menyelamatkan umat manusia melalui
tebusan. Apakah tebusan itu? Pada dasarnya tebusan dapat berarti dua hal.
Pertama, tebusan adalah harga yang dibayarkan untuk membebaskan atau membeli
kembali sesuatu. Hal itu dapat disamakan dengan harga yang dibayarkan untuk
membebaskan seorang anak yang diculik. Kedua, tebusan adalah harga yang
dibayarkan untuk menutup biaya tertentu. Hal itu sama dengan harga yang
dibayarkan untuk menutup kerugian akibat perbuatan salah. Misalnya, apabila
seseorang menyebabkan kecelakaan, ia harus membayarkan sesuatu yang sama
nilainya dengan apa yang telah dirusak.
8 Apakah mungkin untuk menutup kerugian yang luar biasa
besar yang Adam timpakan ke atas kita semua dan membebaskan kita dari
perbudakan dosa dan kematian? Untuk mengetahuinya, mari kita bahas tebusan yang
Yehuwa sediakan dan apa manfaatnya bagi Anda.
CARA YEHUWA MENYEDIAKAN TEBUSAN
macam apakah
yang dituntut?
9 Karena yang 9. Tebusan hilang adalah kehidupan manusia
yang sempurna, itu mustahil ditebus dengan kehidupan manusia yang tidak sempurna.
(Mazmur
49:7, 8) Yang
dibutuhkan adalah tebusan yang sama nilainya dengan apa yang hilang. Hal ini
selaras dengan prinsip keadilan yang sempurna yang terdapat dalam Firman Allah,
yaitu ”jiwa ganti jiwa”. (Ulangan 19:21) Jadi, apa yang dapat menggantikan nilai jiwa, atau
kehidupan, manusia yang sempurna yang telah dihilangkan Adam? ”Tebusan yang
sepadan” yang dituntut adalah kehidupan manusia yang sempurna juga.—1 Timotius2:6.
10. Bagaimana
Yehuwa menyediakan tebusan?
10 Bagaimana Yehuwa menyediakan tebusan? Ia mengutus salah
seorang putra rohani-Nya yang sempurna ke bumi. Tetapi, Yehuwa tidak mengutus
sembarang malaikat. Ia mengutus pribadi yang paling Ia kasihi, yaitu Putra tunggal-Nya. (1 Yohanes
4:9, 10) Putra ini
dengan rela meninggalkan tempat tinggalnya di surga. (Filipi 2:7) Seperti yang telah kita pelajari dalam pasal sebelumnya
di buku ini, Yehuwa melakukan mukjizat ketika Ia memindahkan kehidupan Putra
ini ke rahim Maria. Melalui roh kudus Allah, Yesus lahir sebagai manusia
sempurna, dan hukuman akibat dosa tidak berlaku atas dirinya.—Lukas 1:35.
Yehuwa
memberikan Putra tunggal-Nya sebagai tebusan bagi kita
11. Bagaimana
satu orang dapat menjadi tebusan bagi jutaan orang?
11 Bagaimana satu orang dapat menjadi tebusan bagi banyak
orang, ya, bagi jutaan orang? Nah, bagaimana jutaan manusia itu sampai menjadi
berdosa? Ingatlah bahwa dengan berbuat dosa, Adam kehilangan miliknya yang
berharga, yaitu kehidupan manusia yang sempurna. Maka, ia tidak dapat
mewariskan itu kepada keturunannya. Yang dapat ia wariskan hanyalah dosa dan
kematian. Yesus, yang Alkitab sebut sebagai ”Adam yang terakhir”,
mempunyai kehidupan manusia yang sempurna, dan ia tidak pernah berbuat dosa. (1 Korintus
15:45) Dengan kata
lain, Yesus menggantikan Adam untuk menyelamatkan kita. Dengan mengorbankan,
atau menyerahkan, kehidupannya yang sempurna dan selalu taat tanpa cela kepada
Allah, Yesus membayar harga tebusan untuk membebaskan manusia dari dosa Adam.
Dengan cara inilah Yesus memberikan harapan kepada keturunan Adam.—Roma 5:19;
1 Korintus 15:21, 22.
12. Apa yang
dibuktikan melalui penderitaan Yesus?
12 Alkitab dengan terperinci menggambarkan penderitaan yang
Yesus alami sebelum kematiannya. Ia dicambuk dengan bengis, dipakukan dengan
kejam pada tiang, dan mati dalam keadaan tersiksa. (Yohanes 19:1, 16-18, 30; Apendiks, halaman 204-6) Mengapa Yesus harus mengalami begitu banyak
penderitaan? Dalam pasal lain di buku ini, kita akan melihat bahwa Setan
meragukan apakah ada manusia yang akan tetap setia melayani Yehuwa di bawah
ujian. Dengan bertekun dan tetap setia meskipun sangat menderita, Yesus
memberikan jawaban terbaik untuk tuduhan Setan. Yesus membuktikan bahwa manusia
sempurna yang memiliki kebebasan memilih dapat mempertahankan integritas yang
sempurna kepada Allah tidak soal apa yang dilakukan si Iblis. Yehuwa pasti
sangat bersukacita atas kesetiaan Putra yang Ia kasihi itu!—Amsal 27:11.
13. Bagaimana
tebusan itu dibayar?
13 Bagaimana tebusan itu dibayar? Pada tanggal 14 Nisan
33 M, dalam kalender Yahudi, Allah membiarkan Putra-Nya yang sempurna dan
tanpa dosa itu dihukum mati. Jadi, Yesus mengorbankan kehidupan manusianya yang
sempurna ”sekali untuk selamanya”. (Ibrani 10:10) Pada hari ketiga setelah Yesus mati, Yehuwa
membangkitkan dia untuk hidup lagi sebagai makhluk roh. Di surga, Yesus
mempersembahkan kepada Allah nilai kehidupan manusianya yang sempurna yang
dikorbankan untuk menebus keturunan Adam. (Ibrani 9:24) Yehuwa menerima nilai korban Yesus sebagai tebusan
yang dibutuhkan untuk membebaskan umat manusia dari perbudakan dosa dan
kematian.—Roma 3:23, 24.
MANFAAT TEBUSAN BAGI ANDA
14, 15.
Untuk menerima ”pengampunan atas dosa-dosa kita”, apa yang harus kita lakukan?
14 Meskipun berdosa, kita dapat menerima berkat-berkat yang
tak ternilai karena tebusan itu. Mari kita bahas beberapa
manfaat dari pemberian, atau karunia, Allah yang paling berharga ini, yang
bisa kita dapatkan sekarang dan di masa depan.
15 Pengampunan dosa. Karena mewarisi ketidaksempurnaan, kita harus berjuang
keras untuk melakukan apa yang benar. Kita semua berbuat dosa melalui perkataan
atau perbuatan kita. Tetapi, melalui korban tebusan Yesus, kita dapat menerima
”pengampunan atas dosa-dosa kita”. (Kolose
1:13, 14) Namun, untuk
memperoleh pengampunan itu, kita harus sungguh-sungguh bertobat. Kita juga
harus memohon dengan rendah hati kepada Yehuwa, meminta pengampunan-Nya atas
dasar iman kita akan korban tebusan Putra-Nya.—1 Yohanes 1:8, 9.
16. Apa yang
membuat kita dapat beribadat kepada Allah dengan hati nurani yang bersih, dan
apa manfaatnya memiliki hati nurani yang bersih?
16 Hati nurani yang bersih di hadapan Allah. Hati nurani yang terganggu akibat perbuatan salah dapat
dengan mudah membuat kita putus asa dan merasa tidak berharga. Tetapi, kita
telah mendapat pengampunan melalui tebusan, maka atas kebaikan hati Yehuwa,
kita dapat beribadat kepada-Nya dengan hati nurani yang bersih meskipun kita
tidak sempurna. (Ibrani
9:13, 14) Hal itu
membuat kita leluasa berbicara kepada Yehuwa. Jadi, kita dapat dengan leluasa
mendekati Dia melalui doa. (Ibrani 4:14-16) Mempertahankan hati nurani yang bersih akan
menghasilkan kedamaian pikiran, meningkatkan harga diri, dan mendatangkan
kebahagiaan.
17.
Berkat-berkat apa yang dapat diperoleh karena Yesus mati bagi kita?
17 Harapan kehidupan abadi dalam Firdaus di bumi. Roma 6:23 mengatakan, ”Upah yang dibayarkan oleh dosa adalah
kematian.” Ayat yang sama menambahkan, ”Tetapi karunia yang Allah berikan
adalah kehidupan abadi melalui Kristus Yesus, Tuan kita.” Di Pasal 3 buku ini, kita telah membahas berkat-berkat dalam Firdaus di bumi yang
akan datang. (Penyingkapan
21:3, 4) Semua berkat
di masa depan itu, termasuk kehidupan abadi dengan kesehatan yang sempurna,
dapat diperoleh karena Yesus mati bagi kita. Untuk dapat menerima berkat-berkat
itu, kita perlu menunjukkan bahwa kita menghargai karunia tebusan.
BAGAIMANA ANDA DAPAT MEMPERLIHATKAN PENGHARGAAN?
18. Mengapa
kita harus bersyukur kepada Yehuwa untuk karunia tebusan?
18 Mengapa kita
harus sangat bersyukur kepada Yehuwa untuk tebusan? Nah, sebuah pemberian
menjadi sangat berharga apabila si pemberi mengorbankan waktu, upaya, atau mengeluarkan
biaya untuk itu. Hati kita sangat tersentuh apabila kita tahu bahwa pemberian
itu adalah ungkapan kasih yang tulus dari si pemberi. Tebusan adalah pemberian
yang paling berharga, sebab Allah membuat pengorbanan terbesar untuk
menyediakannya. ”Allah begitu mengasihi dunia ini, [sehingga] ia memberikan
Putra satu-satunya yang diperanakkan,” demikian bunyi Yohanes 3:16. Tebusan
adalah bukti yang paling luar biasa dari kasih Yehuwa kepada kita.
Tebusan juga adalah bukti kasih Yesus, karena ia rela memberikan kehidupannya
demi kita. (Yohanes 15:13) Karena itu,
karunia tebusan hendaknya meyakinkan kita bahwa Yehuwa dan Putra-Nya mengasihi
kita masing-masing.—Galatia 2:20.
Banyak belajar
tentang Yehuwa adalah salah satu bukti bahwa Anda menghargai karunia tebusan
19, 20.
Dengan cara apa saja Anda dapat menunjukkan bahwa Anda menghargai karunia
tebusan dari Allah?
19 Maka, bagaimana
Anda dapat menunjukkan bahwa Anda menghargai karunia tebusan dari Allah?
Pertama-tama, berupayalah untuk belajar lebih banyak tentang Yehuwa, yang
memberi kita tebusan itu. (Yohanes 17:3) Mempelajari
Alkitab dengan menggunakan buku ini akan membantu Anda. Seraya pengetahuan Anda
tentang Yehuwa bertambah, kasih Anda kepada-Nya akan semakin dalam.
Selanjutnya, kasih itu akan membuat Anda ingin menyenangkan Dia.—1 Yohanes
5:3.
20 Perlihatkan
iman akan korban tebusan Yesus. Tentang Yesus, dikatakan, ”Dia yang memperlihatkan iman
akan Putra memiliki kehidupan abadi.” (Yohanes 3:36) Bagaimana
kita dapat memperlihatkan bahwa kita beriman kepada Yesus? Iman seperti itu
tidak diperlihatkan melalui kata-kata saja. Menurut Yakobus 2:26, ”Iman tanpa
perbuatan adalah mati.” Ya, adanya iman yang sejati dibuktikan melalui
”perbuatan”, yaitu melalui tindakan kita. Satu cara untuk menunjukkan bahwa
kita beriman kepada Yesus ialah dengan berupaya sebisa-bisanya untuk meniru dia
tidak hanya dalam perkataan tetapi juga dalam perbuatan kita.—Yohanes 13:15.
21, 22.
(a) Mengapa kita harus menghadiri perayaan tahunan Perjamuan Malam Tuan?
(b) Apa yang akan dijelaskan dalam Pasal 6 dan 7?
21 Hadirilah
perayaan tahunan Perjamuan Malam Tuan. Pada malam tanggal 14 Nisan 33 M,
Yesus memperkenalkan perayaan istimewa yang Alkitab sebut sebagai ”perjamuan
malam Tuan”. (1 Korintus
11:20; Matius
26:26-28) Perayaan itu
juga disebut Peringatan kematian Kristus. Yesus menetapkan hal itu guna
membantu rasul-rasulnya dan semua orang Kristen sejati untuk mengingat bahwa
melalui kematiannya sebagai manusia sempurna, ia memberikan kehidupannya
sebagai tebusan. Tentang perayaan ini, Yesus memerintahkan, ”Teruslah lakukan
ini sebagai peringatan akan aku.” (Lukas 22:19) Dengan
merayakan Peringatan, kita diingatkan kepada kasih yang besar yang
diperlihatkan oleh Yehuwa maupun Yesus sehubungan dengan tebusan. Kita dapat
menunjukkan penghargaan kita akan tebusan dengan hadir pada perayaan tahunan Peringatan
kematian Yesus. *
22 Tebusan adalah
pemberian Yehuwa yang sungguh tak ternilai. (2 Korintus
9:14, 15) Pemberian
yang luar biasa ini dapat mendatangkan manfaat bahkan bagi orang-orang yang
sudah mati. Pasal 6 dan 7 akan
menjelaskan caranya.
APA YANG ALKITAB AJARKAN
- Tebusan adalah sarana Yehuwa untuk membebaskan umat manusia dari dosa dan kematian.—Efesus 1:7.
- Yehuwa menyediakan tebusan dengan mengutus Putra tunggal-Nya ke bumi untuk mati bagi kita.—1 Yohanes 4:9, 10.
- Melalui tebusan, kita memperoleh pengampunan dosa, hati nurani yang bersih, dan harapan kehidupan abadi.—1 Yohanes 1:8, 9.
- Kita menunjukkan bahwa kita menghargai tebusan dengan berupaya belajar lebih banyak tentang Yehuwa, dengan memperlihatkan iman kepada korban tebusan Yesus, dan dengan menghadiri Perjamuan Malam Tuan.—Yohanes 3:16.
PASAL 6
Pelajari apa yang Alkitab katakan
soal di mana orang mati dan mengapa manusia mati.
PASAL
ENAM
Di Manakah Orang Mati?
00:00
20:34
- Bagaimana keadaan kita pada waktu mati?
- Mengapa manusia mati?
- Apakah kita merasa lega sewaktu mengetahui kebenaran tentang kematian?
1-3. Pertanyaan
apa saja yang diajukan orang tentang kematian, dan jawaban apa yang diberikan
oleh berbagai agama?
ITULAH
pertanyaan-pertanyaan yang ada dalam benak orang-orang selama ribuan tahun.
Pertanyaan-pertanyaan itu penting karena jawabannya mempengaruhi kita
masing-masing, tidak soal siapa kita atau di mana kita tinggal.
2 Dalam pasal
sebelumnya, kita membahas bagaimana melalui korban tebusan
Yesus Kristus, kita dapat
memperoleh kehidupan abadi. Kita juga belajar bahwa Alkitab menubuatkan suatu
masa ketika ”kematian tidak akan ada lagi”. (Penyingkapan
21:4) Namun,
sementara ini, kita semua akan mati. Orang ”yang hidup sadar bahwa mereka akan
mati”, kata Raja Salomo yang bijaksana. (Pengkhotbah 9:5) Kita berupaya
hidup selama mungkin. Meskipun begitu, kita bertanya-tanya bagaimana keadaan
kita sewaktu kita mati.
3 Sewaktu orang
yang kita cintai meninggal, kita berduka. Kita mungkin bertanya: ’Bagaimana
keadaan dia? Apakah dia menderita? Apakah dia sedang mengamati kita? Dapatkah
kita membantunya? Dapatkah kita bertemu lagi dengannya?’ Agama-agama di dunia
ini memberikan jawaban yang berbeda-beda. Ada yang mengajarkan bahwa jika Anda
banyak berbuat baik, Anda akan pergi ke surga, tetapi jika Anda banyak berbuat
jahat, Anda akan dibakar di tempat siksaan. Agama lain mengajarkan bahwa pada
waktu mati, seseorang pergi ke alam roh untuk berkumpul dengan leluhur mereka.
Agama lain lagi mengajarkan bahwa orang mati pergi ke alam baka untuk
dihakimi dan kemudian direinkarnasi, atau dilahirkan kembali dalam tubuh lain.
4. Gagasan
mendasar yang sama apa yang diajarkan oleh banyak agama tentang kematian?
4 Semua agama
tersebut mengajarkan satu gagasan mendasar yang sama, yaitu bahwa ada suatu
bagian dari diri kita yang masih hidup setelah tubuh jasmani kita mati. Hampir
setiap agama, yang dianut pada zaman dahulu dan sekarang, mengajarkan bahwa
kita tetap hidup untuk selama-lamanya dan masih dapat melihat, mendengar, dan
berpikir. Namun, bagaimana mungkin? Indra-indra kita, serta pikiran kita,
semuanya berhubungan dengan daya kerja otak. Pada waktu kita mati, otak kita
tidak bekerja lagi. Daya ingat, perasaan, dan indra-indra kita tidak terus
berfungsi secara misterius tanpa otak. Semuanya berhenti bekerja setelah otak
kita hancur.
BAGAIMANA SEBENARNYA KEADAAN ORANG MATI?
5, 6. Apa
yang Alkitab ajarkan tentang keadaan orang mati?
5 Keadaan orang
mati bukan misteri bagi Yehuwa, sang Pencipta otak. Ia mengetahui kebenarannya,
dan dalam Firman-Nya, Alkitab, Ia menjelaskan bagaimana keadaan mereka. Alkitab
dengan jelas mengajarkan: Sewaktu seseorang mati, ia tidak ada lagi. Kematian
adalah kebalikan dari kehidupan. Orang mati tidak dapat melihat atau mendengar
atau berpikir. Tidak ada satu bagian pun dari diri kita yang tetap hidup
setelah tubuh kita mati. Kita tidak mempunyai jiwa atau roh
yang tidak berkematian. *
Ke mana perginya
api lilin itu?
6 Setelah Salomo
menyatakan bahwa orang yang hidup tahu bahwa mereka akan mati, ia menulis,
”Tetapi orang mati, mereka sama sekali tidak sadar akan apa pun.” Lalu,
ia menguraikan kebenaran yang mendasar itu dengan mengatakan bahwa orang mati
tidak dapat mengasihi atau membenci dan bahwa ”tidak ada pekerjaan atau
rancangan atau pengetahuan atau hikmat di [kuburan]”. (Pengkhotbah
9:5, 6, 10) Demikian
pula, Mazmur 146:4 mengatakan
bahwa pada waktu seseorang mati, ”lenyaplah segala pikirannya”. Manusia itu
fana, atau berkematian, dan tidak terus hidup setelah tubuh mati. Hidup kita
bagaikan api pada sebatang lilin. Sewaktu dipadamkan, apinya tidak pergi ke
mana-mana. Api itu tidak ada lagi.
APA YANG YESUS KATAKAN TENTANG KEMATIAN
7. Bagaimana
Yesus menjelaskan kematian?
7 Yesus Kristus
menggambarkan keadaan orang mati. Ketika Lazarus, teman baiknya, meninggal,
Yesus memberi tahu murid-muridnya, ”Lazarus, sahabat kita, telah pergi
beristirahat.” Murid-murid mengira bahwa Yesus memaksudkan Lazarus sedang
beristirahat, atau tidur, agar ia dapat sembuh. Tetapi, mereka keliru. Yesus
menjelaskan, ”Lazarus telah mati.” (Yohanes
11:11-14) Perhatikan
bahwa Yesus menyamakan kematian dengan istirahat dan tidur. Lazarus tidak
berada di surga ataupun di neraka yang menyala-nyala. Ia tidak sedang bersama
para malaikat atau leluhurnya. Lazarus tidak dilahirkan kembali sebagai manusia
lain. Ia sedang beristirahat dalam kematian, seolah-olah tidur nyenyak tanpa
bermimpi. Ayat-ayat lain juga menyamakan kematian dengan tidur. Misalnya,
setelah Stefanus, murid Yesus, dilempari batu sampai mati, Alkitab mengatakan
bahwa ia ”tidur”. (Kisah 7:60) Demikian
pula, rasul Paulus menulis tentang beberapa orang pada zamannya yang telah ”tidur”
dalam kematian.—1 Korintus
15:6.
Yehuwa
menciptakan manusia untuk hidup selama-lamanya di bumi
8. Bagaimana
kita tahu bahwa Allah tidak menetapkan agar manusia mati?
8 Apakah Allah
sejak semula menetapkan agar manusia mati? Sama sekali tidak! Yehuwa
menciptakan manusia untuk hidup selama-lamanya di bumi. Seperti yang telah kita
pelajari sebelumnya di buku ini, Allah menempatkan pasangan manusia
pertama di suatu firdaus yang menyenangkan. Ia mengaruniai mereka kesehatan
yang sempurna. Yehuwa hanya menginginkan apa yang baik bagi mereka. Adakah
orang tua pengasih yang ingin anak-anaknya mengalami derita usia tua dan
kematian? Tentu tidak! Yehuwa mengasihi anak-anak-Nya dan ingin mereka
menikmati kebahagiaan yang tiada akhirnya di bumi. Mengenai manusia, Alkitab
mengatakan, ”[Yehuwa] menaruh waktu yang tidak tertentu dalam hati mereka.” (Pengkhotbah
3:11) Allah
menciptakan kita dengan keinginan untuk hidup selama-lamanya. Dan, Ia telah
mengatur agar keinginan itu dipenuhi.
MENGAPA MANUSIA MATI
9. Larangan apa
yang Yehuwa tetapkan atas Adam, dan mengapa perintah itu tidak sulit ditaati?
9 Kalau begitu,
mengapa manusia mati? Untuk mendapatkan jawabannya, kita harus membahas apa
yang terjadi ketika baru ada satu pria dan satu wanita di bumi. Alkitab
menjelaskan, ”Allah Yehuwa menumbuhkan dari tanah segala pohon yang menarik
untuk dilihat dan baik untuk dimakan.” (Kejadian 2:9) Tetapi, ada
satu larangan. Yehuwa memberi tahu Adam, ”Setiap pohon di taman ini boleh
kaumakan buahnya sampai puas. Tetapi mengenai pohon pengetahuan tentang yang
baik dan yang jahat, engkau tidak boleh memakan buahnya, karena pada hari
engkau memakannya, engkau pasti akan mati.” (Kejadian
2:16, 17) Perintah ini
tidak sulit ditaati. Ada banyak pohon lain yang buahnya dapat dimakan oleh Adam
dan Hawa. Tetapi melalui perintah itu, mereka mendapat kesempatan istimewa
untuk menunjukkan rasa terima kasih kepada Pribadi yang telah memberi mereka
segala-galanya, termasuk kehidupan yang sempurna. Jika mereka menaati perintah
itu, mereka juga akan menunjukkan bahwa mereka menghormati wewenang Bapak
surgawi mereka dan bahwa mereka ingin mendapat bimbingan-Nya yang pengasih.
10, 11.
(a) Bagaimana pasangan manusia pertama sampai tidak menaati Allah?
(b) Mengapa ketidaktaatan Adam dan Hawa bukan hal sepele?
10 Sayangnya,
pasangan manusia pertama memilih untuk tidak menaati Yehuwa. Melalui seekor
ular, Setan bertanya kepada Hawa, ”Apakah memang benar bahwa Allah mengatakan
kamu tidak boleh memakan buah dari setiap pohon di taman ini?” Hawa menjawab,
”Buah dari pohon-pohon di taman ini boleh kami makan. Tetapi mengenai makan
buah dari pohon yang ada di tengah-tengah taman, Allah telah berfirman, ’Kamu
tidak boleh memakan buahnya, tidak, kamu tidak boleh menyentuhnya agar kamu
tidak mati.’”—Kejadian 3:1-3.
11 ”Kamu
pasti tidak akan mati,” kata Setan. ”Allah tahu bahwa pada hari kamu
memakannya, matamu tentu akan terbuka dan kamu tentu akan menjadi seperti
Allah, mengetahui yang baik dan yang jahat.” (Kejadian
3:4, 5) Setan ingin
Hawa percaya bahwa jika ia makan buah terlarang, ia akan mendapat manfaat.
Menurut Setan, Hawa dapat memutuskan sendiri apa yang benar dan salah serta
dapat melakukan apa yang ia inginkan. Setan juga menuduh Yehuwa berdusta
sewaktu mengatakan bahwa Hawa akan mati jika ia makan buah itu. Hawa
mempercayai Setan. Maka, ia memetik buah itu dan memakannya. Lalu, ia
memberikan sebagian kepada suaminya, yang kemudian ikut memakan buah itu.
Mereka melakukannya bukan karena tidak tahu. Mereka tahu bahwa mereka justru
melakukan apa yang Allah larang. Dengan memakan buah itu, mereka sengaja
tidak menaati suatu perintah yang sederhana dan masuk akal. Mereka tidak
menghargai Bapak surgawi mereka dan wewenang-Nya. Sikap tidak hormat tersebut
kepada Pencipta mereka yang pengasih tidak dapat dimaafkan!
12. Apa yang
dapat membantu kita mengerti perasaan Yehuwa sewaktu Adam dan Hawa memilih
untuk menentang Dia?
12 Sebagai
gambaran: Bagaimana perasaan Anda jika anak yang telah Anda besarkan dan
sayangi tidak menaati Anda melalui tindakan yang menunjukkan bahwa ia tidak
menghormati atau mengasihi Anda? Anda tentu merasa sangat sakit hati. Maka,
bayangkan, betapa pedihnya hati Yehuwa sewaktu Adam maupun Hawa memilih untuk
menentang Dia.
Adam berasal
dari debu, dan ia kembali ke debu
13. Menurut
Yehuwa, apa yang akan terjadi atas Adam sewaktu ia mati, dan apa artinya itu?
13 Tidak ada
alasan bagi Yehuwa untuk membiarkan Adam dan Hawa yang tidak taat itu hidup
selama-lamanya. Mereka mati, tepat seperti yang telah Ia firmankan. Adam dan
Hawa tidak ada lagi. Mereka tidak pindah ke alam roh. Kita mengetahui hal ini
dari apa yang Yehuwa katakan kepada Adam setelah Ia memintanya untuk
mempertanggungjawabkan ketidaktaatannya. Allah berfirman, ”Engkau [akan]
kembali ke tanah, karena dari situ engkau diambil. Karena engkau debu dan
engkau akan kembali ke debu.” (Kejadian 3:19) Allah
menciptakan Adam dari debu tanah. (Kejadian 2:7) Sebelum itu,
Adam tidak ada. Maka, ketika Yehuwa berfirman bahwa Adam akan kembali ke debu,
Ia memaksudkan bahwa Adam akan kembali ke ketiadaan. Adam akan menjadi tidak
bernyawa seperti asalnya, yaitu debu.
14. Mengapa
manusia mati?
14 Adam dan Hawa
sebenarnya bisa terus hidup sampai sekarang, tetapi mereka mati karena mereka
memilih untuk tidak menaati Allah dan dengan demikian berbuat dosa. Jadi, kita
mati karena Adam mewariskan dosa maupun kematian kepada semua keturunannya. (Roma 5:12) Dosa itu
bagaikan penyakit turunan yang mengerikan. Siapa pun tidak dapat luput darinya.
Akibat dosa, yaitu kematian, adalah suatu kutukan. Kematian adalah musuh, bukan
teman. (1 Korintus
15:26) Alangkah
bersyukurnya kita bahwa Yehuwa menyediakan tebusan untuk menyelamatkan kita
dari musuh yang mengerikan ini!
MENGETAHUI KEBENARAN TENTANG KEMATIAN ITU
BERMANFAAT
15. Mengapa
sungguh melegakan untuk mengetahui kebenaran tentang kematian?
15 Apa yang
Alkitab ajarkan tentang keadaan orang mati sungguh melegakan. Seperti yang
telah kita pelajari, orang mati tidak merasa sakit atau sedih. Kita tidak perlu
takut kepada mereka, sebab mereka tidak dapat mencelakai kita. Mereka tidak
membutuhkan bantuan kita, dan mereka tidak dapat membantu kita. Kita tidak
dapat berbicara kepada mereka, dan mereka tidak dapat berbicara kepada kita.
Banyak pemimpin agama berdusta dengan mengaku bahwa mereka dapat membantu orang
yang sudah mati, dan orang-orang yang mempercayainya memberi mereka uang.
Tetapi karena mengetahui kebenaran, kita dilindungi sehingga tidak tertipu oleh
para pemimpin agama itu.
16. Siapa yang
mempengaruhi ajaran banyak agama, dan bagaimana?
16 Bagaimana
dengan agama Anda? Apakah ajarannya tentang orang mati selaras dengan Alkitab?
Ajaran kebanyakan agama tidak selaras dengan Alkitab. Mengapa? Karena ajaran
mereka telah dipengaruhi oleh Setan. Ia menggunakan agama palsu untuk membuat
orang percaya bahwa setelah tubuh mati, manusia masih hidup di alam roh. Itulah
dusta yang Setan gabungkan dengan dusta lain untuk memalingkan orang dari Allah
Yehuwa. Dusta apakah itu?
17. Mengapa
ajaran tentang siksaan kekal merusak nama baik Yehuwa?
17 Seperti yang
kita lihat sebelumnya, beberapa agama mengajarkan bahwa jika seseorang banyak
berbuat jahat selama hidupnya, sewaktu mati ia akan pergi ke sebuah tempat
siksaan yang menyala-nyala dan menderita untuk selama-lamanya. Ajaran ini
merusak nama baik Allah. Yehuwa adalah Allah yang pengasih dan tidak pernah
membuat orang menderita seperti itu. (1 Yohanes
4:8) Bagaimana
perasaan Anda terhadap orang yang menghukum anak yang bandel dengan menaruh
tangannya dalam api? Apakah Anda akan menghargai orang seperti itu? Apakah Anda
ingin berkenalan dengan dia? Tentu tidak! Anda pasti menganggapnya sangat
kejam. Ya, Setan ingin agar kita percaya bahwa Yehuwa menyiksa orang dalam api
selama jutaan tahun, bahkan selama-lamanya!
18. Penyembahan
orang mati didasarkan pada dusta apa?
18 Setan
juga menggunakan beberapa agama untuk mengajarkan bahwa orang mati menjadi roh
yang harus dihormati oleh orang yang hidup. Menurut ajaran itu, roh orang mati
dapat menjadi sahabat yang kuat atau menjadi musuh yang menakutkan. Banyak
orang mempercayai dusta itu. Mereka takut kepada orang mati dan menghormati
serta menyembahnya. Sebaliknya, Alkitab mengajarkan bahwa orang mati itu
seperti orang tidur dan bahwa kita hanya boleh menyembah Allah yang benar,
Yehuwa, Pencipta dan Penyedia segala kebutuhan kita.—Penyingkapan
4:11.
19. Dengan
mengetahui kebenaran tentang kematian, kita dibantu untuk memahami ajaran lain
apa dari Alkitab?
19 Dengan
mengetahui kebenaran tentang orang mati, Anda tidak akan disesatkan oleh dusta
agama. Hal itu juga membantu Anda memahami ajaran-ajaran Alkitab lainnya.
Misalnya, sewaktu Anda tahu bahwa orang mati tidak pindah ke alam roh, janji
kehidupan abadi dalam Firdaus di bumi akan lebih nyata bagi Anda.
20. Pertanyaan
apa yang akan kita bahas dalam pasal berikutnya?
20 Lama berselang,
Ayub, pria yang adil-benar, mengajukan pertanyaan ini, ”Jika laki-laki mati
dapatkah ia hidup lagi?” (Ayub 14:14) Dapatkah orang yang tak
bernyawa yang tidur dalam kematian dihidupkan kembali? Apa yang Alkitab ajarkan tentang hal
ini sangat menghibur, sebagaimana akan diperlihatkan dalam pasal berikutnya.
APA YANG ALKITAB AJARKAN
- Orang mati tidak dapat melihat atau mendengar atau berpikir.—Pengkhotbah 9:5.
- Orang mati sedang beristirahat; mereka tidak menderita.—Yohanes 11:11.
- Manusia mati karena mewarisi dosa dari Adam.—Roma 5:12.
PASAL 7
Apakah Anda pernah kehilangan orang
yang Anda cintai karena kematian?Bisakah Anda bertemu lagi dengan mereka?
Pelajarilah apa yang Alkitab ajarkan mengenai kebangkitan.
00:00
21:39
- Bagaimana kita tahu bahwa orang mati pasti dibangkitkan?
- Apakah Yehuwa memang ingin membangkitkan orang mati?
- Siapa yang akan dibangkitkan?
1-3. Apa musuh yang mengejar kita
semua, dan mengapa kita akan merasa agak lega dengan membahas apa yang Alkitab
ajarkan?
BAYANGKAN Anda sedang lari dikejar
musuh yang kejam.Ia jauh lebih kuat dan lebih gesit. Ia tak kenal belas kasihan
karena Anda pernah melihatnya membunuh beberapa sahabat Anda. Sekencang apa pun
Anda berlari, ia kian mendekat. Anda nyaris putus asa.Tetapi, tiba-tiba
muncullah seorang penyelamat.Ia jauh lebih kuat daripada musuh Anda, dan ia
berjanji akan menolong Anda. Oh, betapa leganya!
2 Dapat dikatakan, kita semua, termasuk Anda, sedang dikejar
oleh musuh seperti itu.Sebagaimana telah kita pelajari dalam pasal sebelumnya, Alkitab menyebut kematian sebagai musuh.Tidak seorang pun dari kita dapat lari darinya atau
melawannya.Kebanyakan dari kita telah melihat musuh ini menelan nyawa orang-orang
yang kita cintai.Tetapi, Yehuwa jauh lebih kuat daripada kematian.Ia adalah
Penyelamat yang pengasih yang sudah menunjukkan bahwa Ia dapat mengalahkan
musuh itu. Dan, Ia berjanji akan membinasakan musuh tersebut, yaitu kematian,
secara tuntas. Alkitab mengajarkan, ”Sebagai musuh terakhir, kematian akan
ditiadakan.” (1 Korintus 15:26) Itu benar-benar kabar baik!
3 Mari kita bahas terlebih dahulu bagaimana perasaan kita
apabila teman kita meninggal. Dengan demikian, kita akan lebih memahami
suatu janji yang akan membuat kita bahagia. Ya, Yehuwa berjanji bahwa orang
mati akan hidup lagi. (Yesaya 26:19) Mereka akan dihidupkan kembali. Jadi, orang yang sudah
mati punya harapan untuk dibangkitkan.
APABILA
ORANG TERCINTA MENINGGAL
4. (a) Mengapa reaksi Yesus
terhadap kematian orang yang tercinta mengajar kita tentang perasaan Yehuwa?
(b) Persahabatan istimewa apa yang Yesus jalin?
4 Pernahkah Anda kehilangan seseorang yang Anda
cintai?Kepedihan hati, dukacita, dan perasaan tidak berdaya seolah-olah tak
tertanggungkan.Pada saat-saat seperti itu, kita perlu mencari penghiburan dari
Firman Allah. (2 Korintus 1:3, 4) Dengan mempelajari Alkitab, kita dapat lebih mengerti
bagaimana perasaan Yehuwa dan Yesus terhadap kematian.Yesus, yang dengan
sempurna mencerminkan Bapaknya, tahu betapa pedihnya ditinggal mati seseorang.
(Yohanes 14:9) Apabila Yesus berada di Yerusalem, ia biasanya mengunjungi
Lazarus dan saudara-saudaranya, Maria dan Marta, yang tinggal tidak jauh dari
situ, di desa Betani.Mereka menjadi sahabat karibnya. Alkitab mengatakan,
”Yesus mengasihi Marta dan saudara perempuannya dan Lazarus.” (Yohanes 11:5) Tetapi, seperti yang kita pelajari di pasal sebelumnya,
suatu ketika Lazarus mati.
5, 6. (a) Bagaimana
tanggapan Yesus ketika ia berada di tengah-tengah keluarga dan sahabat-sahabat
Lazarus yang sedang berdukacita? (b) Mengapa kesedihan Yesus membesarkan
hati kita?
5 Bagaimana perasaan Yesus ketika sahabatnya meninggal?Dalam
kisah itu diceritakan bahwa Yesus mengunjungi sanak keluarga dan
sahabat-sahabat Lazarus yang sedang berkabung.Ketika melihat mereka, Yesus
sangat terharu.Ia ”mengerang dalam roh dan merasa susah”. Lalu, menurut kisah
itu, ”Yesus meneteskan air mata.” (Yohanes 11:33, 35) Apakah kesedihan Yesus mengartikan bahwa ia tidak
mempunyai harapan? Sama sekali tidak.Sebenarnya, Yesus tahu bahwa sesuatu yang
menakjubkan bakal terjadi. (Yohanes 11:3, 4) Namun, ia tetap merasakan kepedihan dan dukacita akibat
kematian.
6 Dari satu segi, kesedihan Yesus membesarkan hati kita,
karena hal itu menunjukkan bahwa Yesus dan Bapaknya, Yehuwa, membenci
kematian. Tetapi, Allah Yehuwa mampu melawan dan mengalahkan musuh itu! Mari
kita lihat kemampuan yang Allah berikan kepada Yesus.
”LAZARUS,
MARILAH KE LUAR!”
7, 8. Dalam pandangan para
pelayat, mengapa tampaknya tidak ada harapan lagi bagi Lazarus, tetapi apa yang
Yesus lakukan?
7 Jenazah Lazarus telah diletakkan di sebuah gua, dan Yesus
minta agar batu yang menutup pintu gua itu disingkirkan.Marta berkeberatan
karena Lazarus sudah mati selama empat hari sehingga mayatnya pasti sudah mulai
membusuk. (Yohanes 11:39) Dari sudut pandangan manusia, semua harapan tentu telah
sirna.
Kebangkitan Lazarus mendatangkan
sukacita besar.—Yohanes 11:38-44
8 Namun, batu itu disingkirkan juga, dan Yesus berseru dengan
keras, ”Lazarus, marilah ke luar!” Lalu, apa yang terjadi? ”Orang yang telah
mati itu keluar.” (Yohanes 11:43, 44) Dapatkah Anda bayangkan betapa senangnya orang-orang yang
ada di sana? Entah Lazarus itu adik, sanak keluarga, sahabat, atau tetangga
mereka, setahu mereka, ia sudah meninggal. Namun, itu dia, orang yang mereka
cintai, ada lagi bersama mereka.Ia masih sama seperti sebelum ia meninggal.
Kelihatannya sulit dipercaya! Banyak orang tentu bersukacita dan memeluk
Lazarus. Benar-benar suatu kemenangan atas kematian!
Elia membangkitkan putra seorang
janda.—1 Raja 17:17-24
9, 10.(a) Bagaimana Yesus
menyingkapkan siapa yang memberinya kuasa untuk membangkitkan
Lazarus?(b) Apa saja manfaat membaca kisah-kisah kebangkitan dalam
Alkitab?
9 Yesus tidak mengaku telah melakukan mukjizat yang
menakjubkan itu dengan kuasanya sendiri. Dalam doanya persis sebelum memanggil
Lazarus, ia membuat jelas bahwa Yehuwa-lah yang melakukan kebangkitan itu. (Yohanes 11:41, 42) Bukan kali ini saja Yehuwa menggunakan kuasa-Nya untuk
membangkitkan orang mati.Kebangkitan Lazarus hanya satu di antara sembilan
mukjizat kebangkitan yang dicatat dalam Firman Allah. * Membaca dan mempelajari kisah-kisah
tersebut membuat kita bersukacita. Kisah-kisah tersebut mengajar kita
bahwa Allah tidak berat sebelah, sebab yang dibangkitkan mencakup orang tua dan
muda, pria dan wanita, orang Israel dan non-Israel. Dan, betapa besar sukacita yang
dilukiskan dalam ayat-ayat itu! Misalnya, ketika Yesus membangkitkan seorang
gadis remaja, orang tuanya ”sangat takjub dengan kegembiraan yang meluap-luap”.
(Markus 5:42) Ya, Yehuwa telah memberi mereka sukacita yang tidak akan
pernah mereka lupakan.
Rasul Petrus membangkitkan wanita
Kristen yang bernama Dorkas.—Kisah 9:36-42
10 Memang, orang-orang yang dibangkitkan oleh Yesus akhirnya
mati lagi.Jadi, apakah percuma saja mereka dibangkitkan?Sama sekali
tidak.Kisah-kisah Alkitab itu meneguhkan kebenaran-kebenaran yang penting dan
memberi kita harapan.
PELAJARAN
DARI KISAH-KISAH KEBANGKITAN
11 Alkitab mengajarkan bahwa orang mati ”sama sekali tidak
sadar akan apa pun”. Mereka tidak hidup dan tidak berada dalam keadaan sadar di
suatu tempat.Kisah Lazarus meneguhkan hal ini.Setelah hidup lagi, apakah
Lazarus membuat orang terpukau oleh ceritanya tentang surga? Atau, apakah ia
membuat mereka takut oleh cerita-cerita mengerikan tentang neraka yang
menyala-nyala? Tidak.Alkitab tidak mengatakan bahwa Lazarus menceritakan
hal-hal itu. Sewaktu mati selama empat hari, ia ”sama sekali tidak sadar akan
apa pun”. (Pengkhotbah 9:5) Lazarus hanya tidur dalam kematian.—Yohanes 11:11.
12. Mengapa kita dapat yakin bahwa
kebangkitan Lazarus benar-benar terjadi?
12 Kisah Lazarus juga mengajar kita bahwa kebangkitan
benar-benar terjadi, bukan hanya dongeng.Yesus membangkitkan Lazarus di hadapan
banyak saksi mata.Bahkan para pemimpin agama, yang membenci Yesus, tidak
menyangkal mukjizat itu. Mereka mengatakan, ”Apa yang harus kita lakukan,
karena orang itu [Yesus] mengadakan banyak tanda?” (Yohanes 11:47) Banyak orang datang untuk melihat pria yang telah
dibangkitkan itu.Hasilnya, semakin banyak lagi yang beriman kepada Yesus. Bagi
mereka, Lazarus adalah bukti hidup bahwa Yesus diutus oleh Allah. Bukti
itu begitu kuat sehingga beberapa pemimpin agama Yahudi yang keras hati
berencana untuk membunuh Yesus maupun Lazarus.—Yohanes 11:53; 12:9-11.
13. Apa dasarnya untuk percaya bahwa
Yehuwa sungguh dapat membangkitkan orang mati?
13 Apakah realistis untuk percaya bahwa kebangkitan benar-benar
terjadi? Ya, sebab Yesus mengajarkan bahwa pada suatu hari ’semua orang dalam
makam peringatan’ akan dibangkitkan. (Yohanes 5:28) Yehuwa adalah Pencipta segala bentuk kehidupan. Apakah
sulit untuk percaya bahwa Ia dapat menciptakan kembali kehidupan? Memang, hal
itu sangat bergantung pada daya ingat Yehuwa. Dapatkah Ia mengingat orang-orang
yang kita cintai yang telah meninggal? Bintang-bintang di alam semesta ini tak
terhitung banyaknya, namun Allah dapat menyebutkan nama setiap bintang! (Yesaya 40:26) Jadi, Allah Yehuwa dapat mengingat orang-orang tercinta
yang telah meninggal, sampai ke hal-hal yang terkecil, dan Ia dapat
menghidupkan mereka lagi.
14, 15.Sebagaimana digambarkan
dalam kata-kata Ayub, apakah Yehuwa memang ingin membangkitkan orang mati?
14 Tetapi, apakah Yehuwa memang ingin membangkitkan orang mati?
Alkitab mengajarkan bahwa Ia ingin sekali melakukannya. Pria yang setia bernama
Ayub bertanya, ”Jika laki-laki mati dapatkah ia hidup lagi?” Ayub sedang
berbicara tentang orang mati dalam kuburan yang menunggu saatnya untuk diingat
Allah. Ia mengatakan kepada Yehuwa, ”Engkau akan memanggil, dan aku akan
menjawab. Kepada karya tanganmu engkau akan rindu.”—Ayub 14:13-15.
15 Coba pikir! Yehuwa benar-benar rindu untuk menghidupkan
kembali orang mati.Kita tentu merasa gembira, bukan, mengetahui bahwa begitulah
perasaan Yehuwa? Tetapi, mengenai kebangkitan di masa depan, siapa yang akan
dibangkitkan, dan di mana?
’SEMUA
ORANG DALAM MAKAM PERINGATAN’
16. Orang mati akan dibangkitkan
untuk hidup di bawah keadaan apa?
16 Kisah-kisah kebangkitan dalam Alkitab banyak mengajar
kita tentang kebangkitan yang akan terjadi di masa depan. Pada zaman
dahulu, orang-orang yang dihidupkan kembali di bumi ini dipersatukan lagi
dengan orang-orang yang mereka cintai. Hal yang sama juga akan terjadi di masa
depan—tetapi jauh lebih baik. Seperti yang telah kita pelajari di Pasal 3,
Allah telah menetapkan bahwa seluruh bumi ini akan dijadikan firdaus. Maka,
orang mati tidak akan dibangkitkan untuk hidup di dunia yang penuh dengan
peperangan, kejahatan, dan penyakit. Mereka akan memiliki kesempatan untuk
hidup selama-lamanya di bumi ini di bawah keadaan yang penuh damai dan bahagia.
17. Seberapa luaskah jangkauan
kebangkitan?
17 Siapa yang akan dibangkitkan? Yesus mengatakan bahwa ’semua
orang dalam makam peringatan akan mendengar suara Yesus lalu keluar’. (Yohanes 5:28, 29) Demikian pula, Penyingkapan 20:13 mengatakan, ”Laut menyerahkan orang-orang mati yang ada di
dalamnya, dan kematian dan Hades menyerahkan orang-orang mati yang ada di
dalamnya.” ”Hades” memaksudkan kuburan umum umat manusia. (Lihat Apendiks, halaman 212-13.) Semua kuburan itu akan dikosongkan. Miliaran orang yang
beristirahat di sana akan hidup kembali. Rasul Paulus mengatakan, ”Akan ada
kebangkitan untuk orang-orang yang adil-benar maupun yang tidak adil-benar.” (Kisah 24:15) Apa artinya itu?
Di Firdaus, orang mati akan bangkit
dan dipersatukan kembali dengan orang-orang yang mereka cintai
18. Siapa yang termasuk di antara
’orang-orang adil-benar’ yang akan dibangkitkan, dan bagaimana perasaan Anda
sendiri terhadap harapan ini?
18 ”Orang-orang yang adil-benar” mencakup banyak orang yang
kisahnya kita baca dalam Alkitab dan yang hidup sebelum Yesus datang ke bumi.
Nuh, Abraham, Sara, Musa, Rut, Ester, dan banyak lagi mungkin muncul dalam
ingatan Anda. Beberapa pria dan wanita yang beriman itu disebutkan di buku Ibrani pasal 11. Tetapi, ”orang-orang yang adil-benar” juga mencakup
hamba-hamba Yehuwa yang mati pada zaman kita. Jadi, karena ada harapan
kebangkitan, kita tidak perlu takut lagi akan kematian.—Ibrani 2:15.
19. Siapakah orang-orang ”yang tidak
adil-benar”, dan kesempatan apa yang dengan baik hati Yehuwa ulurkan kepada
mereka?
19 Bagaimana dengan
semua orang yang tidak melayani atau menaati Yehuwa karena mereka tidak pernah
mengenal Dia? Miliaran orang ”yang tidak adil-benar” itu tidak akan dilupakan.
Mereka juga akan dibangkitkan dan diberi waktu untuk belajar tentang Allah yang
benar dan melayani Dia. Selama suatu periode seribu tahun, orang mati akan
dibangkitkan dan diberi kesempatan untuk melayani Yehuwa bersama orang-orang
yang beriman di bumi. Masa itu benar-benar menakjubkan. Dalam Alkitab, periode
itu disebut Hari Penghakiman. *
20. Apakah Gehena itu, dan siapa
yang pergi ke sana?
20 Apakah ini berarti bahwa setiap orang yang pernah hidup akan
dibangkitkan? Tidak. Alkitab mengatakan bahwa ada orang mati yang berada di
”Gehena”. (Lukas 12:5) Nama Gehena berasal dari sebuah lokasi pembuangan sampah
di luar kota Yerusalem kuno. Mayat para penjahat yang keji juga dibuang dan
dibakar di sana, karena orang Yahudi menganggap mereka tidak layak dikuburkan
dan dibangkitkan. Jadi, Gehena cocok untuk melambangkan kebinasaan kekal.
Meskipun Yesus akan berperan untuk menghakimi orang yang hidup dan mati,
Yehuwa-lah yang menjadi Hakim terakhir. (Kisah 10:42) Ia tidak akan membangkitkan orang-orang yang Ia vonis
sebagai orang yang fasik dan tidak mau berubah.
KEBANGKITAN
KE SURGA
21, 22. (a) Kebangkitan
apa lagi yang disebutkan? (b) Siapakah yang pertama kali dibangkitkan
untuk hidup sebagai makhluk roh?
21 Alkitab juga menyebutkan kebangkitan lain, yaitu untuk hidup
sebagai makhluk roh di surga. Alkitab hanya mencatat satu contoh dari
kebangkitan ini, yaitu kebangkitan Yesus Kristus.
22 Setelah Yesus dibunuh, Yehuwa tidak membiarkan Putra-Nya
yang setia itu tetap berada dalam kuburan. (Mazmur 16:10; Kisah 13:34, 35) Allah membangkitkan Yesus, tetapi tidak untuk hidup
sebagai manusia lagi. Rasul Petrus menjelaskan bahwa Kristus ”dibunuh
sebagai manusia, tetapi dihidupkan sebagai roh”. (1 Petrus 3:18) Sungguh luar biasa mukjizat itu. Yesus hidup lagi sebagai
pribadi roh yang perkasa! (1 Korintus 15:3-6) Yesus adalah pribadi yang paling pertama menerima
kebangkitan yang mulia ini. (Yohanes 3:13) Tetapi, dia bukan yang terakhir.
23, 24.”Kawanan kecil” Yesus
terdiri dari siapa, dan berapa jumlah mereka?
23 Yesus tahu bahwa ia tidak lama lagi akan kembali ke surga,
maka ia memberi tahu para pengikutnya yang setia bahwa ia akan ”menyiapkan
tempat” bagi mereka. (Yohanes 14:2) Orang-orang yang akan pergi ke surga itu Yesus sebut
sebagai ”kawanan kecil”-nya. (Lukas 12:32) Berapa banyak orang Kristen setia yang termasuk dalam
kelompok yang relatif kecil itu? Menurut Penyingkapan 14:1, rasul Yohanes mengatakan, ”Aku memandang, dan, lihat! Anak
Domba itu [Yesus Kristus] berdiri di Gunung Zion, dan bersama dia seratus
empat puluh empat ribu orang dan di dahi mereka tertulis nama dia dan nama
Bapaknya.”
24 Ke-144.000 orang Kristen itu, termasuk rasul-rasul Yesus
yang setia, dibangkitkan untuk hidup di surga.Kapan mereka dibangkitkan? Rasul
Paulus menulis bahwa hal itu akan terjadi pada masa kehadiran Kristus. (1 Korintus 15:23) Sebagaimana yang akan Anda pelajari di Pasal 9,
kita sekarang hidup pada masa itu. Jadi, sedikit orang yang tersisa dari
ke-144.000 itu, yang mati pada zaman kita, langsung dibangkitkan untuk hidup di
surga. (1 Korintus 15:51-55) Tetapi, sebagian besar umat manusia mempunyai harapan akan
dibangkitkan di masa depan untuk hidup dalam Firdaus di bumi.
25. Apa yang akan dibahas dalam
pasal berikutnya?
25 Ya, Yehuwa benar-benar akan mengalahkan musuh kita, yaitu
kematian, yang akan dilenyapkan untuk selama-lamanya! (Yesaya 25:8) Namun, Anda mungkin bertanya-tanya, ’Apa yang akan
dilakukan oleh orang-orang yang dibangkitkan ke surga?’ Mereka akan menjadi
bagian dari pemerintahan Kerajaan yang menakjubkan di surga. Kita akan belajar lebih banyak tentang pemerintahan itu di
pasal berikutnya.
APA
YANG ALKITAB AJARKAN
- Kisah-kisah kebangkitan dalam Alkitab memberi kita harapan yang pasti.—Yohanes 11:39-44.
- Yehuwa ingin sekali menghidupkan kembali orang mati.—Ayub 14:13-15.
- Semua yang berada dalam kuburan umum umat manusia akan dibangkitkan.—Yohanes 5:28, 29.
PASAL 8
Banyak orang tahu doa Bapa Kami. Apa
arti kata-kata: ”Biarlah kerajaanmu datang”?
PASAL
DELAPAN
Apakah Kerajaan Allah Itu?
00:00
21:57
- Apa saja yang Alkitab katakan tentang Kerajaan Allah?
- Apa yang akan dilakukan Kerajaan Allah?
- Kapan Kerajaan itu akan mewujudkan kehendak Allah di bumi?
1. Doa terkenal
apa yang akan diulas?
JUTAAN orang di
seluruh dunia mengenal baik doa yang sering disebut Doa Bapak Kami. Itu adalah
doa terkenal yang diberikan sebagai contoh doa oleh Yesus Kristus sendiri.
Pokok-pokok dalam doa itu sangat dalam maknanya, dan pembahasan tentang tiga
permohonan pertama dalam doa itu akan membantu Anda mengetahui lebih banyak
tentang apa yang sebenarnya Alkitab ajarkan.
2. Yesus
mengajar murid-muridnya untuk mendoakan tiga hal apa?
2 Pada awal
contoh doa ini, Yesus mengatakan kepada para pendengarnya, ”Beginilah kamu
harus berdoa: ’Bapak kami yang di surga, biarlah namamu disucikan. Biarlah
kerajaanmu datang. Biarlah kehendakmu terjadi, seperti di surga, demikian pula
di atas bumi.’” (Matius 6:9-13) Apa arti
ketiga permohonan itu?
3. Apa yang
perlu kita ketahui tentang Kerajaan Allah?
3 Kita sudah
banyak belajar tentang nama Allah, yaitu Yehuwa. Dan, sedikit banyak kita sudah
membahas kehendak Allah—apa yang sudah dan masih akan Ia lakukan bagi umat
manusia. Jadi, apa yang Yesus maksudkan ketika ia menyuruh kita berdoa,
”Biarlah kerajaanmu datang”? Apakah Kerajaan Allah itu? Bagaimana kedatangannya
akan menyucikan, atau menguduskan, nama Allah? Dan, apa kaitan antara datangnya
Kerajaan itu dan terjadinya kehendak Allah?
APAKAH KERAJAAN ALLAH ITU?
4. Apakah
Kerajaan Allah itu, dan siapakah Rajanya?
4 Kerajaan Allah
adalah suatu pemerintahan yang didirikan oleh Allah Yehuwa dengan seorang Raja
yang dipilih Allah. Siapakah Rajanya? Yesus Kristus. Sebagai Raja, Yesus lebih
mulia daripada semua penguasa manusia, dan ia disebut ”Raja atas mereka yang
memerintah sebagai raja dan Tuan atas mereka yang memerintah sebagai tuan”. (1 Timotius
6:15) Ia memiliki
kuasa untuk melakukan jauh lebih banyak kebaikan daripada penguasa manusia mana
pun, bahkan daripada penguasa yang terbaik.
5. Dari mana
Kerajaan Allah memerintah, dan atas siapa?
5 Dari manakah
Kerajaan Allah akan memerintah? Nah, di manakah Yesus sekarang? Anda tentu
ingat bahwa ia dibunuh pada tiang siksaan, lalu dibangkitkan. Tidak lama
setelah itu, ia naik ke surga. (Kisah 2:33) Jadi, di
situlah Kerajaan Allah berada—di surga. Itulah sebabnya Alkitab menyebutnya
’kerajaan surgawi’. (2 Timotius
4:18) Meskipun
berada di surga, Kerajaan Allah akan memerintah atas bumi.—Penyingkapan
11:15.
6, 7.
Mengapa Yesus adalah Raja yang luar biasa?
6 Mengapa Yesus
adalah Raja yang luar biasa? Satu alasannya, ia tidak akan mati. Untuk
membandingkan Yesus dengan raja-raja manusia, Alkitab menyebutnya ”pribadi
satu-satunya yang mempunyai peri tidak berkematian, yang tinggal dalam terang
yang tidak terhampiri”. (1 Timotius
6:16) Itu berarti
semua kebaikan yang Yesus lakukan akan langgeng. Dan, ia pasti akan melakukan
banyak hal yang benar-benar bermanfaat bagi rakyatnya.
7 Perhatikan
nubuat Alkitab tentang Yesus, ”Roh Yehuwa akan menetap padanya, roh hikmat dan
roh pengertian, roh nasihat dan roh keperkasaan, roh pengetahuan dan roh takut
akan Yehuwa; ia memperoleh kesenangan dalam hal takut akan Yehuwa. Ia tidak
akan menghakimi berdasarkan apa yang tampak di matanya saja, ataupun menegur
menurut apa yang didengar oleh telinganya saja. Ia akan menghakimi orang
kecil dengan keadilbenaran, dan dengan kelurusan hati ia akan memberikan
teguran demi orang-orang yang lembut hati di bumi.” (Yesaya 11:2-4) Kata-kata
tersebut menunjukkan bahwa Yesus pasti akan menjadi Raja yang adil-benar dan
beriba hati kepada rakyatnya di bumi. Inginkah Anda memiliki penguasa seperti
itu?
8. Siapa yang
akan memerintah bersama Yesus?
8 Ada fakta lain
tentang Kerajaan Allah: Yesus tidak akan memerintah sendirian. Akan ada
orang-orang lain yang memerintah bersamanya. Buktinya, rasul Paulus memberi
tahu Timotius, ”Jika kita terus bertekun, kita juga akan memerintah bersama dia
sebagai raja.” (2 Timotius
2:12) Ya, Paulus,
Timotius, dan orang-orang setia lainnya yang Allah pilih akan memerintah bersama
Yesus dalam Kerajaan surgawi. Berapa banyak orang yang akan mendapat hak
istimewa itu?
9. Berapa
banyak orang yang akan memerintah bersama Yesus, dan kapan Allah mulai memilih
mereka?
9 Seperti
ditunjukkan di Pasal 7 buku ini,
dalam suatu penglihatan, rasul Yohanes melihat ”Anak Domba itu [Yesus Kristus]
berdiri di Gunung Zion [tempat kedudukannya sebagai raja di surga], dan bersama
dia seratus empat puluh empat ribu orang dan di dahi mereka tertulis nama dia
dan nama Bapaknya”. Siapakah ke-144.000 orang itu? Yohanes sendiri memberi tahu
kita, ”Mereka ini adalah orang-orang yang terus mengikuti Anak Domba itu ke
mana pun ia pergi. Mereka ini dibeli dari antara umat manusia sebagai buah
sulung bagi Allah dan bagi Anak Domba.” (Penyingkapan
14:1, 4) Ya, mereka
adalah para pengikut Yesus Kristus yang setia yang khusus dipilih untuk
memerintah di surga bersamanya. Setelah dibangkitkan dari kematian untuk hidup
di surga, ”mereka akan memerintah sebagai raja-raja atas bumi” bersama Yesus. (Penyingkapan
5:10) Sejak zaman
rasul-rasul, Allah telah memilih orang-orang Kristen yang setia untuk
melengkapi jumlah 144.000.
10. Mengapa
sangatlah pengasih bahwa umat manusia akan diperintah oleh Yesus dan ke-144.000
orang itu?
10 Sangatlah
pengasih bahwa umat manusia akan diperintah oleh Yesus dan ke-144.000 orang
itu. Alasannya antara lain, Yesus tahu bagaimana rasanya menjadi manusia dan
menderita. Paulus mengatakan bahwa Yesus ”bukanlah pribadi yang tidak dapat
bersimpati terhadap kelemahan-kelemahan kita, tetapi pribadi yang telah diuji
dalam segala hal seperti kita sendiri, namun tanpa dosa”. (Ibrani 4:15; 5:8) Rekan-rekannya
juga telah menderita dan bertekun sebagai manusia. Selain itu, mereka pernah
berjuang menghadapi ketidaksempurnaan dan harus mengatasi segala macam
penyakit. Mereka pasti akan memahami problem-problem yang dihadapi manusia!
APA YANG AKAN DILAKUKAN KERAJAAN ALLAH?
11. Menurut
Yesus, apa yang harus didoakan murid-muridnya mengenai kehendak Allah?
11 Ketika Yesus
menyuruh murid-muridnya berdoa agar Kerajaan Allah datang, ia juga menyuruh
mereka berdoa agar kehendak Allah terjadi, ”seperti di surga, demikian pula di
atas bumi”. Allah ada di surga, dan di sana kehendak-Nya selalu terjadi atau
dilaksanakan oleh para malaikat yang setia. Tetapi, di Pasal 3 buku ini kita
belajar bahwa pada suatu waktu ada malaikat jahat yang tidak lagi melaksanakan
kehendak Allah dan membuat Adam dan Hawa berdosa. Di Pasal 10, kita akan
belajar lebih banyak tentang apa yang Alkitab ajarkan mengenai malaikat yang
fasik itu, yang disebut Setan si Iblis. Setan dan para malaikat yang memilih
untuk mengikuti dia, yang disebut hantu-hantu, diizinkan tinggal di surga
selama suatu waktu. Jadi, selama masa itu, tidak semua penghuni surga melakukan
kehendak Allah. Namun, keadaan itu berubah sewaktu Kerajaan Allah mulai
memerintah. Raja yang baru ditakhtakan, Yesus Kristus, melancarkan perang
melawan Setan.—Penyingkapan
12:7-9.
12 Kata-kata
nubuat berikut ini menggambarkan apa yang terjadi, ”Aku mendengar suatu suara
yang keras di surga mengatakan, ’Sekarang keselamatan dan kuasa dan kerajaan
Allah kita dan wewenang Kristusnya telah menjadi kenyataan karena [Setan]
penuduh saudara-saudara kita, yang menuduh mereka siang dan malam di hadapan
Allah kita, telah dicampakkan!’” (Penyingkapan
12:10) Apakah Anda
memperhatikan dua peristiwa sangat penting yang digambarkan di ayat itu?
Pertama, Kerajaan Allah di bawah Yesus Kristus mulai memerintah. Kedua, Setan
dicampakkan dari surga ke bumi.
13. Apa
dampaknya setelah Setan dicampakkan dari surga?
13 Apa dampak
kedua peristiwa itu? Mengenai apa yang terjadi di surga, kita membaca, ”Karena
itu, bergembiralah, hai, surga, dan kamu yang berdiam di dalamnya!” (Penyingkapan
12:12) Ya, para
malaikat yang setia di surga bersukacita karena setelah Setan dan
hantu-hantunya disingkirkan, surga hanya dihuni oleh makhluk-makhluk yang setia
kepada Allah Yehuwa. Mereka menikmati keadaan yang penuh damai dan harmonis
tanpa gangguan. Pada waktu itu, kehendak Allah pun terjadi di surga.
Setelah Setan
dan hantu-hantunya dicampakkan dari surga, bumi mengalami celaka. Kesusahan ini
akan segera berakhir
14. Apa yang
terjadi setelah Setan dicampakkan ke bumi?
14 Tetapi,
bagaimana dengan bumi? Alkitab mengatakan, ”Celaka bagi bumi dan bagi laut,
sebab si Iblis telah turun kepadamu dengan kemarahan yang besar, karena ia tahu
bahwa waktunya tinggal sedikit.” (Penyingkapan
12:12) Setan marah
karena ia dicampakkan dari surga dan waktu yang tersisa baginya tinggal
sedikit. Dalam kemarahannya, ia menimbulkan kesengsaraan,
atau ”celaka”, di bumi. Kita akan belajar lebih banyak tentang ”celaka” itu di
pasal berikutnya. Tetapi kalau begitu, kita mungkin bertanya, Bagaimana Kerajaan
itu dapat mewujudkan kehendak Allah di bumi?
15. Apa
kehendak Allah bagi bumi?
15 Nah, Anda tentu
ingat apa kehendak Allah bagi bumi.
Anda sudah belajar tentang hal itu di Pasal 3. Di Eden,
Allah menunjukkan bahwa Ia menghendaki agar bumi ini menjadi firdaus yang
dipenuhi dengan umat manusia yang adil-benar dan tidak akan pernah mati. Setan
menyebabkan Adam dan Hawa berdosa, dan hal itu mempengaruhi terwujudnya
kehendak Allah bagi bumi, tetapi tidak mengubahnya. Yehuwa tetap menginginkan
agar ’orang-orang adil-benar memiliki bumi dan mendiaminya untuk selama-lamanya’.
(Mazmur 37:29) Dan, Kerajaan
Allah akan mewujudkan hal itu. Bagaimana caranya?
16 Perhatikan
nubuat di Daniel 2:44. Kita membaca,
”Pada zaman raja-raja itu, Allah yang berkuasa atas surga akan mendirikan suatu
kerajaan yang tidak akan pernah binasa. Dan kerajaan itu tidak akan beralih
kepada bangsa lain. Kerajaan itu akan meremukkan dan mengakhiri semua kerajaan
ini, dan akan tetap berdiri sampai waktu yang tidak tertentu.” Apa yang
dikatakan ayat itu tentang Kerajaan Allah?
17 Pertama, kita
diberi tahu bahwa Kerajaan Allah akan didirikan ”pada zaman raja-raja itu”,
atau sewaktu kerajaan-kerajaan lain masih berkuasa. Kedua, Kerajaan itu akan
tetap ada untuk selama-lamanya, tidak akan ditaklukkan dan digantikan oleh
pemerintahan lain. Ketiga, akan ada perang antara Kerajaan Allah dan
kerajaan-kerajaan di dunia ini. Kerajaan Allah akan menang dan akhirnya menjadi
satu-satunya pemerintahan atas umat manusia. Pada waktu itulah manusia akan
menikmati pemerintahan yang paling baik.
18. Apa nama
pertempuran terakhir antara Kerajaan Allah dan semua pemerintahan di dunia ini?
18 Alkitab memuat
banyak keterangan tentang perang terakhir itu, antara Kerajaan Allah dan semua
pemerintahan di dunia ini. Antara lain, Alkitab mengajarkan bahwa seraya perang
itu mendekat, roh-roh yang fasik akan menyebarkan dusta untuk memperdayakan
”raja-raja seluruh bumi yang berpenduduk”. Apa tujuannya? ”Untuk mengumpulkan
mereka [raja-raja itu] menuju perang pada hari besar Allah Yang
Mahakuasa.” Raja-raja di bumi akan dikumpulkan ke ”tempat yang dalam bahasa
Ibrani disebut Har–Magedon”. (Penyingkapan
16:14, 16) Berdasarkan
kedua ayat itu, pertempuran terakhir antara semua pemerintahan manusia dan
Kerajaan Allah disebut Har–Magedon, atau Armagedon.
19, 20.
Mengapa kehendak Allah belum terjadi di bumi sekarang ini?
19 Apa yang akan
dicapai oleh Kerajaan Allah melalui Armagedon? Anda masih ingat, bukan, apa
kehendak Allah bagi bumi? Allah Yehuwa telah menetapkan agar bumi dipenuhi
dengan umat manusia yang adil-benar dan sempurna, yang melayani Dia di Firdaus.
Hal itu belum terwujud sekarang, antara lain, karena kita masih berdosa, bisa
jatuh sakit, dan mati. Tetapi, kita belajar di Pasal 5 bahwa Yesus
mati bagi kita agar kita dapat hidup untuk selama-lamanya. Anda mungkin ingat
kata-kata yang dicatat di Injil Yohanes, ”Allah begitu mengasihi dunia ini, ia
memberikan Putra satu-satunya yang diperanakkan, agar setiap orang yang
memperlihatkan iman akan dia tidak akan dibinasakan melainkan memperoleh
kehidupan abadi.”—Yohanes 3:16.
20 Problem lain
ialah banyak orang melakukan hal-hal yang fasik. Mereka berdusta, menipu, dan
melakukan hal-hal yang amoral. Mereka tidak mau melakukan kehendak
Allah. Orang yang melakukan hal-hal yang fasik akan dibinasakan dalam perang
Allah di Armagedon. (Mazmur 37:10) Alasan lain
lagi mengapa kehendak Allah belum terjadi di bumi ialah karena
pemerintahan-pemerintahan yang ada sekarang tidak menganjurkan orang untuk
melakukan kehendak Allah. Banyak pemerintahan kurang tegas, kejam, atau korup.
Alkitab dengan terus terang mengatakan, ”Manusia menguasai manusia sehingga ia
celaka.”—Pengkhotbah 8:9.
21. Bagaimana
Kerajaan Allah akan mewujudkan kehendak Allah di bumi?
21 Setelah
Armagedon, hanya akan ada satu pemerintahan saja atas umat manusia, yaitu
Kerajaan Allah. Kerajaan itu akan melaksanakan kehendak Allah dan mendatangkan
berkat-berkat yang menakjubkan. Misalnya, Kerajaan itu akan menyingkirkan
Setan dan hantu-hantunya. (Penyingkapan
20:1-3) Kuasa korban
tebusan Yesus mulai bekerja sehingga manusia yang setia tidak akan jatuh sakit
dan mati lagi, tetapi mereka dapat hidup selama-lamanya di bawah pemerintahan
Kerajaan itu. (Penyingkapan
22:1-3) Bumi ini akan
dijadikan firdaus. Jadi, Kerajaan itu akan mewujudkan kehendak Allah di bumi
dan akan menyucikan nama Allah. Apa artinya itu? Itu berarti bahwa pada
akhirnya, di bawah Kerajaan Allah, segala yang hidup akan menghormati nama
Yehuwa.
KAPAN KERAJAAN ALLAH AKAN BERTINDAK?
22. Dari mana
kita tahu bahwa Kerajaan Allah tidak datang ketika Yesus berada di bumi atau
segera setelah ia dibangkitkan?
22 Ketika Yesus
menyuruh para pengikutnya berdoa, ”Biarlah kerajaanmu datang,” jelaslah bahwa
pada waktu itu, Kerajaan tersebut belum datang. Apakah Kerajaan itu datang pada
waktu Yesus naik ke surga? Tidak, karena Petrus maupun Paulus mengatakan bahwa
setelah Yesus dibangkitkan, nubuat di Mazmur 110:1 tergenap pada
dirinya, ”Ucapan Yehuwa kepada Tuanku, ’Duduklah di sebelah kananku sampai aku
menempatkan musuh-musuhmu sebagai tumpuan kakimu.’” (Kisah 2:32-35; Ibrani
10:12, 13) Ada masa penantian.
Di bawah
pemerintahan Kerajaan, kehendak Allah akan terjadi di bumi seperti di surga
23.
(a) Kapan Kerajaan Allah mulai memerintah? (b) Apa yang akan dibahas
dalam pasal berikutnya?
23 Untuk berapa
lama? Pada abad ke-19 dan ke-20, siswa-siswa Alkitab yang tulus secara
progresif memahami bahwa masa penantian itu akan berakhir pada tahun
1914. (Mengenai tahun itu, lihat Apendiks,
halaman 215-18.) Peristiwa-peristiwa dunia yang mulai terjadi pada tahun 1914 meneguhkan
bahwa pemahaman tersebut tepat. Nubuat Alkitab yang tergenap menunjukkan bahwa
pada tahun 1914, Kristus menjadi Raja dan Kerajaan surgawi Allah mulai
memerintah. Jadi, kita sekarang
hidup pada periode ’waktu yang tinggal sedikit’ bagi Setan. (Penyingkapan
12:12; Mazmur 110:2) Kita juga dapat
mengatakan dengan pasti bahwa tidak lama lagi Kerajaan Allah akan bertindak
agar kehendak Allah terjadi di bumi. Bukankah ini kabar gembira? Percayakah
Anda bahwa ini akan menjadi kenyataan? Pasal berikutnya akan membantu Anda
melihat bahwa hal-hal itu benar-benar diajarkan dalam Alkitab.
APA YANG ALKITAB AJARKAN
- Kerajaan Allah adalah pemerintahan surgawi dengan Yesus Kristus sebagai Raja, dan dari antara umat manusia, 144.000 orang dipilih untuk memerintah bersamanya.—Penyingkapan 14:1, 4.
- Kerajaan itu mulai memerintah pada tahun 1914, dan pada waktu itulah Setan dicampakkan dari surga ke bumi.—Penyingkapan 12:9.
- Tidak lama lagi, Kerajaan Allah akan membinasakan semua pemerintahan manusia, dan bumi akan menjadi firdaus.—Penyingkapan 16:14, 16.
PASAL 9
Perhatikan bagaimana tingkah laku
dan sikap orang-orang di sekitar kita membuktikan bahwa kita hidup pada
hari-hari terakhir yang Alkitab nubuatkan.
PASAL
SEMBILAN
Apakah Kita Hidup pada ”Hari-Hari
Terakhir”?
00:00
18:05
- Peristiwa-peristiwa apa pada zaman kita yang dinubuatkan dalam Alkitab?
- Menurut Firman Allah, orang-orang pada ”hari-hari terakhir” akan menjadi seperti apa?
- Mengenai ”hari-hari terakhir”, hal-hal baik apa yang Alkitab nubuatkan?
1. Di mana kita
bisa memperoleh keterangan tentang masa depan?
SEWAKTU
menonton berita di televisi, pernahkah Anda bertanya-tanya, ’Bagaimana nasib
dunia ini nantinya?’ Banyak bencana menimpa dengan begitu tiba-tiba dan tidak
terduga sehingga tidak seorang pun dapat memperkirakan apa yang bakal terjadi
besok. (Yakobus 4:14) Tetapi,
Yehuwa tahu apa yang akan terjadi di masa depan. (Yesaya 46:10) Lama berselang,
Firman-Nya, Alkitab, tidak hanya menubuatkan hal-hal buruk yang terjadi pada
zaman kita, tetapi juga hal-hal menakjubkan yang akan segera terjadi.
2, 3. Apa
yang ditanyakan murid-murid Yesus kepadanya, dan apa jawaban dia?
2 Yesus Kristus
berbicara tentang Kerajaan Allah, yang akan mengakhiri kefasikan dan menjadikan
bumi ini suatu firdaus. (Lukas 4:43) Orang-orang
ingin tahu kapan Kerajaan itu akan datang. Sebenarnya, murid-murid Yesus
bertanya kepadanya, ”Apa yang akan menjadi tanda kehadiranmu dan tanda penutup
sistem ini?” (Matius 24:3) Yesus menjawab
bahwa hanya Allah Yehuwa yang tahu persis kapan sistem ini akan berakhir. (Matius 24:36) Tetapi, Yesus
menubuatkan hal-hal yang bakal terjadi di bumi tidak lama sebelum Kerajaan
itu mendatangkan perdamaian dan keamanan sejati bagi umat manusia. Apa
yang ia nubuatkan kini sedang terjadi!
3 Sebelum
memeriksa bukti bahwa kita sekarang hidup pada masa ”penutup sistem ini”, mari
kita bahas sejenak suatu perang yang mustahil dilihat oleh manusia. Perang itu
terjadi di surga, tetapi dampaknya mempengaruhi kita.
PERANG DI SURGA
4, 5.
(a) Apa yang terjadi di surga tidak lama setelah Yesus menjadi Raja?
(b) Menurut Penyingkapan
12:12, apa dampak
perang di surga?
4 Pasal
sebelumnya dari buku ini menjelaskan bahwa Yesus Kristus
menjadi Raja di surga pada tahun 1914. (Daniel
7:13, 14) Tidak lama
setelah itu, Yesus bertindak. ”Pecahlah perang di surga,” kata Alkitab. ”Mikhael [nama lain
untuk Yesus] beserta malaikat-malaikatnya bertempur melawan naga itu [Setan si
Iblis], dan naga itu beserta malaikat-malaikatnya bertempur.” * Setan beserta
malaikat-malaikatnya yang fasik, yaitu hantu-hantu, kalah dan dicampakkan dari
surga ke bumi. Malaikat-malaikat Allah yang setia bersukacita bahwa Setan dan
hantu-hantunya telah disingkirkan. Sebaliknya, manusia tidak dapat bergembira
seperti mereka karena Alkitab menubuatkan, ”Celaka bagi bumi . . .
sebab si Iblis telah turun kepadamu dengan kemarahan yang besar, karena ia tahu
bahwa waktunya tinggal sedikit.”—Penyingkapan
12:7, 9, 12.
5 Perhatikanlah
apa dampak perang yang terjadi di surga itu. Dalam kemarahannya karena diusir
dari surga, Setan mendatangkan celaka, atau kesusahan, ke atas penduduk bumi.
Seperti yang akan Anda lihat, kita sekarang hidup pada zaman yang penuh
kesusahan itu, tetapi hanya relatif sebentar saja—”waktunya tinggal sedikit”.
Setan pun menyadari hal itu. Alkitab menyebut zaman ini ”hari-hari terakhir”. (2 Timotius
3:1) Alangkah
senangnya kita karena Allah tidak lama lagi akan melenyapkan pengaruh si
Iblis atas bumi! Mari kita bahas beberapa hal yang dinubuatkan dalam Alkitab
yang terjadi sekarang ini. Hal-hal itu membuktikan bahwa kita sedang hidup pada
hari-hari terakhir dan bahwa Kerajaan Allah akan segera mendatangkan berkat yang
tak habis-habisnya kepada orang-orang yang mengasihi Yehuwa. Pertama-tama, mari
kita periksa empat corak dari tanda yang menurut Yesus akan menjadi ciri zaman
kita sekarang ini.
PERISTIWA-PERISTIWA BESAR SELAMA HARI-HARI TERAKHIR
6, 7.
Bagaimana kata-kata Yesus tentang perang dan kekurangan makanan tergenap dewasa
ini?
6 ”Bangsa akan
bangkit melawan bangsa dan kerajaan melawan kerajaan.” (Matius 24:7) Jutaan orang
kehilangan nyawa dalam perang selama abad yang lalu. Seorang sejarawan Inggris
menulis, ”Abad ke-20 adalah abad yang paling berdarah sepanjang sejarah.
. . . Selama abad itu perang hampir tidak pernah berhenti, selalu
saja ada konflik bersenjata yang terorganisasi, kecuali untuk beberapa periode
singkat.” Sebuah laporan dari Lembaga Pengamat Dunia menyatakan, ”Korban perang
pada abad [ke-20] ini tiga kali lebih banyak daripada jumlah korban dalam semua
perang yang terjadi sejak abad pertama M sampai tahun 1899.” Lebih
dari 100 juta orang tewas akibat perang sejak tahun 1914. Jutaan orang
mengalami penderitaan dan dukacita karena kehilangan orang-orang yang mereka
cintai dalam perang. Anda pun mungkin pernah mengalami hal yang sama.
7 ”Akan ada
kekurangan makanan.” (Matius 24:7) Menurut para
peneliti, produksi makanan telah meningkat pesat selama 30 tahun terakhir ini.
Tetapi, problem kekurangan makanan terus berlanjut karena banyak orang tidak
punya cukup uang untuk membeli makanan atau tanah yang dapat digarap. Di
negara-negara berkembang, jutaan orang terus menderita kelaparan. Organisasi
Kesehatan Dunia memperkirakan bahwa kekurangan gizi merupakan penyebab utama
kematian lebih dari lima juta anak setiap tahun.
8, 9. Apa
yang menunjukkan bahwa nubuat Yesus tentang gempa bumi dan sampar telah menjadi
kenyataan?
8 ”Akan ada gempa
bumi yang hebat.” (Lukas 21:11) Menurut
sebuah survei geologi di AS, rata-rata 19 gempa besar terjadi setiap tahun. Ini
cukup kuat untuk merusak bangunan dan membelah tanah. Dan, setiap tahun ada
saja gempa bumi yang cukup kuat untuk menghancurleburkan bangunan-bangunan.
Catatan yang tersedia memperlihatkan bahwa gempa bumi telah memakan lebih dari
dua juta korban jiwa sejak 1900. Sebuah sumber menyatakan, ”Kemajuan
teknologi tidak banyak mengurangi angka kematian.”
9 ”Akan ada
sampar.” (Lukas 21:11) Meskipun ada
perkembangan dalam bidang kedokteran, manusia tetap dihantui oleh penyakit lama
dan baru. Menurut sebuah laporan, 20 penyakit yang terkenal—termasuk
tuberkulosis, malaria, dan kolera—lebih sering berjangkit beberapa puluh tahun
belakangan ini, dan beberapa jenis penyakit semakin sulit diobati. Sebenarnya,
paling sedikit 30 penyakit baru telah muncul. Beberapa di antaranya belum ada
obatnya dan mengakibatkan kematian.
ORANG-ORANG SELAMA HARI-HARI TERAKHIR
10. Sifat-sifat
apa yang dinubuatkan di 2 Timotius
3:1-5 yang Anda
lihat pada orang-orang dewasa ini?
10 Selain
menyebutkan peristiwa-peristiwa besar di dunia, Alkitab menubuatkan bahwa pada
hari-hari terakhir masyarakat manusia akan berubah. Rasul Paulus menguraikan
bagaimana sifat orang pada umumnya di kemudian hari. Di 2 Timotius
3:1-5, kita membaca,
”Pada hari-hari terakhir akan datang masa kritis yang sulit dihadapi.” Antara
lain, Paulus mengatakan bahwa orang akan
- mencintai diri sendiri
- mencintai uang
- tidak taat kepada orang tua
- tidak loyal
- tidak memiliki kasih sayang alami
- tidak mempunyai pengendalian diri
- garang
- mencintai kesenangan sebaliknya daripada mengasihi Allah
- berpengabdian yang saleh hanya secara lahiriah tetapi tidak hidup sesuai dengan kuasanya
11 Apakah
orang-orang di lingkungan Anda telah menjadi seperti itu? Ya, pasti. Di
mana-mana ada orang yang berperangai buruk. Hal itu menunjukkan bahwa tidak
lama lagi Allah akan bertindak, sebab Alkitab mengatakan, ”Apabila orang-orang
fasik bertunas seperti tumbuh-tumbuhan dan semua orang yang suka mencelakakan
berkembang, itu hanyalah supaya mereka dimusnahkan selama-lamanya.”—Mazmur 92:7.
HAL-HAL BAIK!
12, 13.
Mengapa dapat dikatakan bahwa ”pengetahuan yang benar” akan berlimpah pada
”zaman akhir” ini?
12 Sesuai dengan
nubuat Alkitab, hari-hari terakhir memang penuh dengan kesusahan. Tetapi, di
dunia yang penuh masalah ini, ada hal-hal baik yang terjadi di kalangan para
penyembah Yehuwa.
13 ”Pengetahuan
yang benar akan berlimpah,” demikian bunyi nubuat di buku Daniel dalam
Alkitab. Kapan? Pada ”zaman akhir”. (Daniel 12:4) Terutama
sejak 1914, orang-orang yang benar-benar ingin melayani Yehuwa telah Ia bantu
untuk semakin memahami Alkitab. Mereka semakin mengerti kebenaran yang berharga
tentang nama dan maksud-tujuan Allah, korban tebusan Yesus Kristus, keadaan
orang mati, dan kebangkitan. Selain itu, para penyembah Yehuwa telah belajar
caranya menempuh kehidupan yang mendatangkan faedah bagi diri mereka dan pujian
bagi Allah. Peranan dan caranya Kerajaan Allah akan menyelesaikan
masalah-masalah di bumi juga menjadi semakin jelas bagi mereka. Lalu, apa yang
mereka lakukan dengan pengetahuan itu? Pertanyaan itu menggiring kita ke nubuat
lain lagi yang sedang digenapi pada hari-hari terakhir ini.
”Kabar baik
kerajaan ini akan diberitakan di seluruh bumi yang berpenduduk.”—Matius 24:14
14. Seberapa
luaskah pemberitaan kabar baik Kerajaan dewasa ini, dan siapa yang
memberitakannya?
14 ”Kabar baik
kerajaan ini akan diberitakan di seluruh bumi yang berpenduduk,” kata Yesus
Kristus dalam nubuatnya tentang ”penutup sistem ini”. (Matius 24:3, 14) Di seluruh
bumi, kabar baik tentang Kerajaan—apa Kerajaan itu, apa yang akan dilakukannya,
dan bagaimana kita dapat menerima berkat-berkatnya—sedang diberitakan di lebih
dari 230 negeri dan dalam lebih dari 400 bahasa. Jutaan Saksi-Saksi Yehuwa
dengan penuh semangat memberitakan kabar baik Kerajaan. Mereka berasal dari
”semua bangsa dan suku dan umat dan bahasa”. (Penyingkapan
7:9) Saksi-Saksi
mengadakan pengajaran Alkitab gratis di rumah jutaan orang yang ingin tahu apa
yang sebenarnya Alkitab ajarkan. Sungguh mengesankan penggenapan nubuat itu,
terutama karena Yesus menubuatkan bahwa orang Kristen sejati akan menjadi
”sasaran kebencian semua orang”!—Lukas 21:17.
APA YANG AKAN ANDA LAKUKAN?
15.
(a) Apakah Anda percaya bahwa kita hidup pada hari-hari terakhir, dan
mengapa? (b) Apa artinya ”akhir itu” bagi orang-orang yang menentang
Yehuwa dan bagi mereka yang tunduk kepada pemerintahan Kerajaan Allah?
15 Karena begitu
banyak nubuat Alkitab sedang digenapi, tidakkah Anda setuju bahwa kita hidup
pada hari-hari terakhir? Setelah kabar baik itu diberitakan sampai Yehuwa
menganggapnya cukup, ”akhir itu” pasti akan datang. (Matius 24:14) ”Akhir itu”
adalah saat manakala Allah akan menyingkirkan kefasikan di bumi. Untuk
membinasakan semua orang yang sengaja menentang Dia, Yehuwa menggunakan Yesus
dan para malaikat yang kuat. (2 Tesalonika
1:6-9) Setan dan
hantu-hantunya tidak akan menyesatkan bangsa-bangsa lagi. Setelah itu, Kerajaan
Allah akan mencurahkan berkat ke atas semua orang yang tunduk kepada
pemerintahannya yang adil-benar.—Penyingkapan
20:1-3; 21:3-5.
16. Tindakan
yang bijaksana apa yang harus Anda lakukan?
16 Karena akhir
sistem Setan sudah dekat, kita perlu menanyai diri sendiri, ’Apa yang harus
saya lakukan?’ Tindakan yang bijaksana adalah terus belajar lebih banyak
tentang Yehuwa dan apa yang Ia minta dari kita. (Yohanes 17:3) Pelajarilah
Alkitab dengan rajin. Bergaullah secara rutin dengan orang-orang yang berupaya
melakukan kehendak Yehuwa. (Ibrani
10:24, 25) Perolehlah berlimpah pengetahuan yang telah Allah Yehuwa sediakan bagi
orang-orang di seluruh dunia, dan buatlah perubahan yang diperlukan dalam
kehidupan Anda agar Anda diperkenan Allah.—Yakobus 4:8.
17. Mengapa
kebinasaan orang fasik akan mengagetkan kebanyakan orang?
17 Yesus
menubuatkan bahwa kebanyakan orang akan mengabaikan bukti bahwa kita hidup pada
hari-hari terakhir. Orang fasik akan dibinasakan secara tiba-tiba, tanpa
diduga-duga. Kebanyakan orang akan sangat kaget, seperti kalau mereka
kedatangan pencuri pada malam hari. (1 Tesalonika
5:2) Yesus
memperingatkan, ”Sama seperti zaman Nuh, demikian pula kehadiran Putra manusia
kelak. Karena sebagaimana mereka pada zaman itu sebelum banjir, makan dan
minum, pria-pria menikah dan wanita-wanita diberikan untuk dinikahkan, sampai
pada hari Nuh masuk ke dalam bahtera; dan mereka tidak memberikan perhatian
sampai banjir itu datang dan menyapu bersih mereka semua, demikian pula
kehadiran Putra manusia kelak.”—Matius 24:37-39.
18. Apa
peringatan Yesus yang harus kita camkan?
18 Maka, Yesus
memberi tahu para pendengarnya, ”Perhatikanlah dirimu sendiri agar hatimu
jangan sekali-kali menjadi sarat dengan makan berlebihan dan minum berlebihan
dan kekhawatiran hidup, dan dengan tiba-tiba hari itu dalam sekejap menimpa
kamu seperti suatu jerat. Karena hal itu akan menimpa semua orang yang tinggal
di segenap permukaan bumi. Jadi, tetaplah sadar sepanjang waktu sambil membuat
permohonan agar kamu berhasil luput dari semua hal ini yang ditentukan untuk
terjadi, dan dapat berdiri [dalam keadaan diperkenan] di hadapan Putra
manusia.” (Lukas 21:34-36) Anda
sebaiknya mencamkan kata-kata Yesus itu. Mengapa? Karena orang yang diperkenan
oleh Allah Yehuwa dan ”Putra manusia”, Yesus Kristus, memiliki peluang untuk
selamat melewati akhir sistem Setan dan hidup selama-lamanya dalam dunia baru
yang menakjubkan yang sudah begitu dekat!—Yohanes 3:16; 2 Petrus
3:13.
APA YANG ALKITAB AJARKAN
- Ciri-ciri hari-hari terakhir adalah perang, kekurangan makanan, gempa bumi, dan sampar.—Matius 24:7; Lukas 21:11.
- Pada hari-hari terakhir, banyak orang mencintai diri sendiri, uang, dan kesenangan tetapi tidak mengasihi Allah.—2 Timotius 3:1-5.
- Selama hari-hari terakhir ini, kabar baik Kerajaan diberitakan di seluruh dunia.—Matius 24:14.
mana fotonya n profilmu mana ... ko ndk lengkap NILAI B
BalasHapus