Kamis, 26 November 2015

apa yang sebenarnya alkitab ajarkan


Apa yang Sebenarnya Alkitab Ajarkan?
Alat bantu belajar Alkitab ini dirancang untuk membantu Anda mempelajari apa yang Alkitab katakan tentang berbagai hal, termasuk mengapa kita menderita, apa yang terjadi setelah meninggal, caranya agar keluarga bahagia, dan lain-lain.
Anda mungkin bertanya-tanya mengapa sekarang ada begitu banyak masalah. Tahukah Anda Alkitab mengatakan bahwa akan ada perubahan dan bahwa Anda bisa mendapat manfaat dari hal itu?

nikah Maksud-tujuan Allah?

00:00            
05:45
BACALAH surat kabar mana saja. Lihatlah di televisi, atau dengarkan radio. Ada begitu banyak berita tentang kejahatan, perang, dan terorisme! Pikirkan problem Anda sendiri.Mungkin penyakit atau kematian orang yang Anda cintai membuat Anda sangat sedih. Anda mungkin merasa seperti Ayub, pria yang baik itu, yang mengatakan bahwa ia ”jenuh dengan penderitaan”.—Ayub 10:15.
Bertanyalah kepada diri sendiri:
·         Inikah maksud-tujuan Allah bagi saya dan bagi semua orang?
·         Di manakah saya bisa mendapatkan bantuan untuk mengatasi problem-problem saya?
·         Adakah harapan bahwa kita akan menikmati kedamaian di bumi?
Alkitab memberikan jawaban yang memuaskan untuk pertanyaan-pertanyaan itu.

 ALKITAB MENGAJARKAN BAHWA ALLAH AKAN MEMBUAT PERUBAHAN SEPERTI INI DI BUMI.

·         ”Ia akan menghapus segala air mata dari mata mereka, dan kematian tidak akan ada lagi, juga tidak akan ada lagi perkabungan atau jeritan atau rasa sakit.”—Penyingkapan (Wahyu) 21:4
·         ”Orang timpang akan berjalan mendaki seperti rusa jantan.”—Yesaya 35:6
·         ”Mata orang buta akan terbuka.”—Yesaya 35:5
·          ”Semua orang yang di dalam makam peringatan akan . . . keluar.”—Yohanes 5:28, 29
·         ”Tidak ada penghuni yang akan mengatakan, ’Aku sakit’”.—Yesaya 33:24
·         ”Akan ada banyak biji-bijian di bumi.”—Mazmur 72:16

 DAPATKAN MANFAAT DARI APA YANG ALKITAB AJARKAN

Jangan cepat-cepat menganggap bahwa apa yang dikemukakan pada halaman-halaman tadi hanya impian belaka. Allah berjanji akan mewujudkan hal-hal itu, dan Alkitab menjelaskan bagaimana Ia akan melakukannya.
Tetapi bukan itu saja.Alkitab memberikan kuncinya agar Anda dapat menikmati kehidupan yang benar-benar memuaskan sekarang juga.Pikirkan sejenak problem dan kesusahan Anda sendiri, yang mungkin mencakup masalah keuangan, problem keluarga, merosotnya kesehatan, atau kematian orang yang Anda cintai. Alkitab dapat membantu Anda mengatasi problem-problem yang ada dewasa ini dan dapat memberikan kelegaan dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan seperti ini:
·         Mengapa kita menderita?
·         Bagaimana kita dapat mengatasi problem kehidupan?
·         Bagaimana caranya membuat kehidupan keluarga kita lebih bahagia?
·         Bagaimana keadaan kita setelah kita mati?
·         Bisakah kita bertemu lagi dengan orang-orang yang kita cintai yang sudah mati?
·         Bagaimana kita dapat yakin bahwa Allah akan memenuhi janji-Nya untuk masa depan?
 Jika Anda sedang membaca buku ini, berarti Anda ingin mengetahui apa yang Alkitab ajarkan. Buku ini akan membantu Anda. Perhatikan bahwa ada pertanyaan-pertanyaan di bagian bawah halaman untuk setiap paragraf.Jutaan orang menyukai metode tanya-jawab seperti ini sewaktu membahas Alkitab dengan Saksi-Saksi Yehuwa. Kami harap Anda akan menyukainya juga. Semoga Allah memberkati Anda seraya Anda merasakan betapa menyenangkan dan memuaskannya belajar apa yang sebenarnya Alkitab ajarkan!

KENALILAH ISI ALKITAB ANDA

ALKITAB terdiri dari 66 buku dan surat. Buku-buku itu dibagi menjadi pasal dan ayat untuk memudahkan kita menemukan keterangan yang diinginkan. Apabila suatu ayat disebutkan dalam buku ini, angka pertama setelah nama buku atau surat dalam Alkitab menunjukkan pasal, dan angka berikutnya memaksudkan ayatnya. Contohnya, ”2 Timotius 3:16” memaksudkan surat kedua kepada Timotius, pasal 3, ayat 16.
Anda akan cepat mengenal baik isi Alkitab dengan membuka ayat-ayat yang disebutkan dalam buku ini. Selain itu, bagaimana kalau Anda memulai suatu program pembacaan Alkitab setiap hari? Dengan membaca tiga sampai lima pasal sehari, Anda dapat membaca seluruh Alkitab dalam waktu satu tahun.
PASAL 1
Apakah menurut Anda Allah peduli kepada Anda?Pelajarilah sifat-sifat-Nya dan caranya Anda bisa mendekat kepada Allah.
 PASAL SATU
Apa Kebenaran tentang Allah?
00:00
23:49
  •  Apakah Allah benar-benar memperhatikan Anda?
  • Seperti apakah Allah itu? Apakah Ia mempunyai nama?
  • Mungkinkah untuk mendekat kepada Allah?
1, 2. Mengapa sering kali kita perlu bertanya?
PERNAHKAH Anda memperhatikan bahwa anak-anak banyak bertanya? Anak-anak mulai bertanya segera setelah mereka dapat berbicara. Dengan mata yang terbuka lebar dan penuh rasa ingin tahu, mereka menatap Anda dan menanyakan hal-hal seperti: Mengapa langit itu biru? Bintang dibuat dari apa? Siapa yang mengajar burung bernyanyi? Anda mungkin berupaya menjawab sebisa-bisanya, tetapi itu tidak selalu mudah. Jawaban yang paling baik pun malah menimbulkan pertanyaan lain lagi: Kenapa?
2 Bukan hanya anak-anak yang suka bertanya. Seraya bertumbuh dewasa, kita pun terus bertanya, misalnya untuk mengetahui arah jalan, bahaya yang harus dihindari, atau untuk memuaskan rasa ingin tahu kita. Tetapi, banyak orang tampaknya tidak mau bertanya lagi, terutama mengenai hal-hal yang paling penting. Malahan, mereka sudah tidak mau tahu lagi jawabannya.
3. Mengapa banyak orang tidak mau lagi mencari jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang paling penting?
3 Pikirkan pertanyaan pada sampul buku ini, dalam prakata,  atau  pada awal pasal ini. Itu adalah beberapa hal terpenting yang dapat Anda tanyakan. Namun, banyak orang tidak mau lagi mencari jawabannya. Mengapa? Apakah Alkitab memang punya jawabannya? Ada yang merasa bahwa jawaban Alkitab terlalu sulit dimengerti. Yang lain khawatir bahwa kalau mereka bertanya, mereka malah akan dipermalukan. Dan, ada yang menilai bahwa pertanyaan-pertanyaan seperti itu hanya dapat dijawab oleh para pemimpin dan guru agama. Bagaimana dengan Anda?
4, 5. Beberapa pertanyaan terpenting apa dalam kehidupan yang dapat kita ajukan, dan mengapa hendaknya kita mencari jawabannya?
4 Kemungkinan besar, Anda ingin mendapat jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang paling penting dalam kehidupan yang mungkin pernah Anda ajukan, misalnya, ’Apa tujuan hidup ini? Begini sajakah hidup ini? Seperti apakah sebenarnya Allah itu?’ Bertanya seperti itu sungguh bagus, dan jangan sekali-kali menyerah sebelum Anda mendapatkan jawaban yang memuaskan dan dapat dipercaya. Guru yang terkenal, Yesus Kristus, mengatakan, ”Teruslah minta [tanya], dan itu akan diberikan kepadamu; teruslah cari, dan kamu akan menemukan; teruslah ketuk, dan itu akan dibukakan bagimu.”—Matius 7:7.
5 Jika Anda ’terus mencari’ jawaban atas pertanyaan-pertanyaan penting itu, Anda akan merasakan betapa besar manfaatnya. (Amsal 2:1-5) Tidak soal apa kata orang lain, jawabannya ada, dan Anda dapat menemukannya—dalam Alkitab. Jawabannya tidak terlalu sulit dimengerti, malah memberikan harapan serta sukacita, dan juga dapat membantu Anda menikmati kehidupan yang memuaskan, bahkan sekarang. Pertama-tama, mari kita bahas satu pertanyaan yang meresahkan banyak orang.
APAKAH ALLAH TIDAK PEDULI DAN TIDAK BERPERASAAN?
6. Mengapa banyak orang berpikir bahwa Allah tidak peduli terhadap penderitaan manusia?
6 Banyak orang mengira jawabannya adalah ya. Mereka berpikir, ’Andaikata Allah peduli, dunia pasti tidak akan seperti ini.’  Di mana-mana kita melihat perang, kebencian, dan kesengsaraan. Selain itu, kita sendiri bisa jatuh sakit, menderita, berduka karena orang yang kita cintai meninggal. Karena itu, banyak orang mengatakan, ’Andaikata Allah memperhatikan diri kita dan problem kita, tidakkah Ia akan mencegah hal-hal itu?’
7. (a) Bagaimana para guru agama membuat banyak orang berpikir bahwa Allah tidak berperasaan? (b) Apa yang sebenarnya Alkitab ajarkan tentang cobaan yang mungkin kita alami?
7 Lebih buruk lagi, para guru agama kadang-kadang membuat orang berpikir bahwa Allah tidak berperasaan. Bagaimana mungkin? Apabila ada musibah, mereka mengatakan bahwa itu adalah kehendak Allah. Sebenarnya, guru-guru itu menyalahkan Allah atas hal-hal buruk yang terjadi. Apa betul Allah seperti itu? Apa yang sebenarnya Alkitab ajarkan? Yakobus 1:13 menjawab, ”Apabila mengalami cobaan, janganlah seorang pun mengatakan, ’Aku sedang dicobai Allah.’ Karena sehubungan dengan hal-hal yang jahat Allah tidak dapat dicobai dan dia juga tidak mencobai siapa pun.” Jadi, Allah sama sekali bukan sumber kefasikan yang Anda lihat di mana-mana. (Ayub 34:10-12) Memang, Ia membiarkan hal-hal buruk terjadi. Tetapi, membiarkan sesuatu terjadi sangat berbeda dengan menyebabkan hal itu terjadi.
8, 9. (a) Berikan perumpamaan yang menggambarkan perbedaan antara membiarkan dan menyebabkan timbulnya kefasikan. (b) Mengapa kita tidak patut mengkritik keputusan Allah untuk membiarkan manusia menempuh jalan hidup yang sesat?
8 Misalnya, ada seorang ayah yang bijaksana dan penyayang. Ia mempunyai putra yang sudah dewasa yang masih tinggal bersamanya. Ketika putra itu melawan orang tuanya dan memutuskan untuk pergi dari rumah, sang ayah tidak menghalanginya. Kemudian, putra itu menempuh kehidupan yang bejat dan mengalami kesusahan. Apakah sang ayah yang menyebabkan kesusahan putranya? Tidak. (Lukas 15:11-13) Demikian pula, Allah tidak menghalangi manusia sewaktu mereka memilih jalan hidup yang sesat, meskipun begitu Dia bukan penyebab problem-problem yang timbul. Jadi, tentu saja tidak patut untuk menyalahkan Allah atas semua kesusahan umat manusia.
 9 Allah mempunyai alasan yang kuat untuk membiarkan manusia menempuh kehidupan yang sesat. Sebagai Pencipta kita yang bijaksana dan berkuasa, Ia tidak perlu menjelaskan alasannya kepada kita. Tetapi karena kasih, Allah memberikan penjelasannya. Anda akan mengetahui lebih banyak tentang hal itu di Pasal 11. Tetapi, yakinlah bahwa Allah tidak bertanggung jawab atas problem-problem yang kita hadapi. Sebaliknya, Ia memberi kita harapan terbaik bahwa problem-problem itu akan diselesaikan!—Yesaya 33:2.
10. Mengapa kita dapat percaya bahwa Allah akan memperbaiki semua dampak kefasikan?
10 Selanjutnya, Allah itu kudus. (Yesaya 6:3) Itu berarti Ia tidak bernoda, bersih. Tidak ada sedikit pun hal buruk pada diri-Nya. Maka, kita dapat percaya sepenuhnya kepada-Nya. Tetapi, kita tidak dapat mengatakan hal yang sama tentang manusia, yang kadang-kadang menyeleweng. Bahkan penguasa manusia yang paling jujur pun sering tidak berdaya untuk memperbaiki kerusakan akibat perbuatan orang-orang jahat. Tetapi, Allah itu mahakuasa. Ia dapat dan akan memperbaiki semua hal buruk yang diderita manusia akibat kejahatan mereka. Pada waktu Allah bertindak, kejahatan akan lenyap untuk selama-lamanya!—Mazmur 37:9-11.
BAGAIMANA PERASAAN ALLAH TERHADAP KETIDAKADILAN YANG KITA HADAPI?
11. (a) Bagaimana perasaan Allah terhadap ketidakadilan? (b) Bagaimana perasaan Allah terhadap penderitaan Anda?
11 Sementara itu, bagaimana perasaan Allah terhadap hal-hal yang terjadi di dunia dan di dalam kehidupan Anda? Nah, Alkitab mengajarkan bahwa Allah adalah ”pencinta keadilan”. (Mazmur 37:28) Maka, Ia sangat peduli terhadap apa yang benar dan salah. Ia membenci segala bentuk ketidakadilan. Alkitab mengatakan bahwa ’hati Allah merasa sakit’ sewaktu kejahatan memenuhi bumi pada zaman dahulu. (Kejadian 6:5, 6) Allah belum berubah. (Maleakhi 3:6) Ia masih sangat tidak suka melihat penderitaan yang ada di seluruh dunia. Dan, Allah  sangat tidak suka melihat orang-orang menderita. ”Ia memperhatikan kamu,” kata Alkitab.—1 Petrus 5:7.
Alkitab mengajarkan bahwa Yehuwa adalah Pencipta alam semesta yang pengasih
12, 13. (a) Mengapa kita mempunyai sifat-sifat yang baik seperti kasih, dan karena memiliki kasih, bagaimana perasaan kita melihat keadaan dunia? (b) Mengapa Anda dapat yakin bahwa Allah benar-benar akan bertindak untuk membereskan problem-problem dunia?
12 Bagaimana kita dapat yakin bahwa Allah sangat tidak suka melihat penderitaan? Inilah bukti selanjutnya. Alkitab mengajarkan bahwa manusia dibuat menurut gambar Allah. (Kejadian 1:26) Jadi, kalau kita memiliki sifat-sifat yang baik, itu berarti Allah memilikinya juga. Misalnya, apakah Anda merasa susah melihat orang yang tak bersalah menderita? Jika Anda saja prihatin terhadap ketidakadilan seperti itu, yakinlah bahwa Allah jauh lebih prihatin lagi.
13 Salah satu hal terbaik yang dimiliki manusia ialah kemampuan untuk mengasihi. Hal itu juga memberikan gambaran tentang Allah. Alkitab mengajarkan bahwa ”Allah adalah kasih”. (1 Yohanes 4:8) Kita mengasihi karena Allah mengasihi. Karena kasih, apakah Anda tergerak untuk mengakhiri penderitaan dan ketidakadilan yang Anda lihat di dunia? Seandainya Anda memiliki kuasa untuk melakukan hal itu, apakah Anda akan bertindak? Ya, tentu! Anda pun dapat yakin bahwa Allah akan mengakhiri penderitaan dan ketidakadilan. Janji-janji yang disebutkan dalam prakata buku ini bukan impian atau harapan kosong belaka. Janji-janji Allah pasti akan terwujud! Namun, agar dapat beriman akan janji-janji tersebut, Anda perlu mengetahui lebih banyak hal tentang Allah yang memberikan janji itu.
ALLAH INGIN AGAR ANDA MENGENAL DIRINYA
Sewaktu berkenalan, tidakkah Anda akan menyebutkan nama Anda? Allah memberitahukan nama-Nya kepada kita dalam Alkitab
14. Siapa nama Allah, dan mengapa kita harus menggunakan nama itu?
14 Seandainya Anda ingin seseorang mengenal Anda, apa yang mungkin akan Anda lakukan? Bukankah Anda akan memberitahukan nama Anda kepadanya? Apakah Allah mempunyai nama? Menurut banyak agama, nama-Nya adalah ”Allah” atau ”Tuhan”. Tetapi, itu bukan nama pribadi melainkan gelar, seperti gelar ”raja” dan ”presiden”. Alkitab mengajarkan bahwa Allah mempunyai banyak gelar selain ”Allah” dan ”Tuhan”. Tetapi, Alkitab juga mengajarkan bahwa Allah mempunyai nama pribadi, yaitu Yehuwa. Mazmur 83:18 (ayat 19, Terjemahan Baru) mengatakan, ”Engkau, yang  bernama Yehuwa, engkau sajalah Yang Mahatinggi atas seluruh bumi.” Jika Alkitab Anda tidak memuat nama itu, silakan lihat Apendiks pada halaman 195-7 di buku ini untuk mengetahui alasannya. Sebenarnya, dalam naskah Alkitab kuno nama Allah muncul ribuan kali. Jadi, Yehuwa ingin agar Anda mengetahui dan menggunakan nama-Nya. Dapat dikatakan, Ia menggunakan Alkitab untuk memperkenalkan diri-Nya kepada Anda.
15. Nama Yehuwa menunjukkan apa tentang diri-Nya?
15 Allah memberi diri-Nya sebuah nama yang penuh makna. Nama-Nya, Yehuwa, menunjukkan bahwa Allah dapat memenuhi janji apa pun yang Ia buat dan dapat melaksanakan apa pun yang telah Ia tetapkan. * Nama Allah itu unik, lain dari yang lain. Hanya Dialah yang memiliki nama itu. Yehuwa unik dalam banyak hal. Apa saja contohnya?
16, 17. Apa yang dapat kita ketahui tentang Yehuwa dari gelar-gelar seperti: (a) ”Yang Mahakuasa”? (b) ”Raja kekekalan”? (c) ”Pencipta”?
 16 Dalam Mazmur 83:18 kita membaca tentang Yehuwa, ”Engkau sajalah Yang Mahatinggi.” Demikian pula, hanya Yehuwa yang disebut ”Yang Mahakuasa”. Penyingkapan 15:3mengatakan, ”Besar dan menakjubkan semua perbuatanmu, Allah Yehuwa, Yang Mahakuasa. Jalan-jalanmu adil-benar dan benar, Raja kekekalan.” Gelar ”Yang Mahakuasa” memberi tahu kita bahwa Yehuwa adalah satu-satunya Pribadi yang paling berkuasa. Kuasa-Nya tidak tertandingi, paling unggul. Dan, gelar ”Raja kekekalan” mengingatkan kita bahwa Yehuwa unik dalam arti lain. Dia sajalah yang selalu ada. Mazmur 90:2 mengatakan, ”Dari waktu yang tidak tertentu sampai waktu yang tidak tertentu [atau, selama-lamanya], engkaulah Allah.” Tidakkah hal itu membangkitkan rasa takut dan hormat?
17 Yehuwa juga unik karena Dia sajalah sang Pencipta. Penyingkapan 4:11 menyatakan, ”Yehuwa, ya, Allah kami, engkau layak menerima kemuliaan, kehormatan, dan kuasa, karena engkau menciptakan segala sesuatu, dan oleh karena kehendakmu semua itu ada dan diciptakan.” Apa saja—para malaikat di surga, bintang-bintang yang bertaburan di langit, buah-buahan di pohon, ikan yang berenang di laut dan sungai—semuanya ada karena Yehuwa yang menciptakannya!
APAKAH ANDA BISA DEKAT DENGAN YEHUWA?
18. Mengapa ada orang yang merasa bahwa ia tidak pernah bisa mendekat kepada Allah, tetapi apa yang Alkitab ajarkan?
18 Setelah membaca tentang sifat-sifat Yehuwa yang begitu luhur, ada orang yang merasa agak takut. Mereka khawatir bahwa Allah terlalu mulia bagi mereka, bahwa mereka tidak pernah bisa mendekat kepada-Nya, atau bahwa mereka sama sekali tidak ada artinya bagi Allah yang demikian luhur. Tetapi, apakah pandangan seperti itu benar? Alkitab justru mengajarkan hal yang sebaliknya. Tentang Yehuwa dikatakan, ”Dia sebenarnya tidak jauh dari kita masing-masing.” (Kisah 17:27) Alkitab bahkan mendesak kita, ”Mendekatlah kepada Allah dan ia akan mendekat kepadamu.”—Yakobus 4:8.
19. (a) Bagaimana kita dapat mulai mendekat kepada Allah, dan apa manfaatnya? (b) Sifat-sifat Allah mana yang paling menarik bagi Anda?
 19 Bagaimana Anda bisa mendekat kepada Allah? Pertama-tama, teruslah lakukan apa yang sedang Anda lakukan sekarang, yaitu belajar tentang Allah. Yesus mengatakan, ”Ini berarti kehidupan abadi, bahwa mereka terus memperoleh pengetahuan mengenai dirimu, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenai pribadi yang engkau utus, Yesus Kristus.” (Yohanes 17:3) Ya, Alkitab mengajarkan bahwa dengan belajar tentang Yehuwa dan Yesus, Anda akan memperoleh ”kehidupan abadi”! Sebagaimana telah dinyatakan, ”Allah adalah kasih.” (1 Yohanes 4:16) Yehuwa juga mempunyai banyak sifat lain yang sangat bagus dan menarik. Misalnya, Alkitab mengatakan bahwa Yehuwa adalah ”Allah yang berbelaskasihan dan murah hati, lambat marah dan berlimpah dengan kebaikan hati yang penuh kasih dan kebenaran”. (Keluaran 34:6) Ia ”baik dan siap mengampuni”. (Mazmur 86:5) Allah sabar. (2 Petrus 3:9) Ia loyal, atau setia. (Penyingkapan 15:4; 1 Korintus 1:9) Dengan lebih banyak membaca Alkitab, Anda akan melihat bagaimana Yehuwa memperlihatkan sifat-sifat tersebut dan banyak sifat lain yang menarik.
20-22. (a) Karena tidak dapat melihat Allah, apakah kita tidak dapat mendekat kepada-Nya? Jelaskan. (b) Orang-orang yang bermaksud baik mungkin mendesak Anda untuk berbuat apa, tetapi apa yang hendaknya Anda lakukan?
20 Memang, Anda tidak bisa melihat Allah karena Ia adalah pribadi roh. (Yohanes 1:18; 4:24; 1 Timotius 1:17) Tetapi, dengan belajar tentang Dia melalui Alkitab, Anda dapat mengenal Dia sebagai pribadi yang nyata. Sebagaimana dikatakan penggubah mazmur, Anda bisa ”melihat kebaikan Yehuwa”. (Mazmur 27:4; Roma 1:20) Semakin banyak Anda belajar tentang Yehuwa, Ia menjadi semakin nyata bagi Anda dan semakin banyak alasan bagi Anda untuk mengasihi Dia dan merasa dekat dengan-Nya.
Kasih seorang ayah yang baik kepada anak-anaknya menggambarkan kasih yang lebih besar dari Bapak surgawi kita kepada kita
21 Lama-lama Anda akan mengerti mengapa Alkitab mengajar kita untuk menganggap Yehuwa sebagai Bapak kita. (Matius 6:9) Kehidupan kita berasal dari Allah dan Ia juga  ingin agar kita menikmati kehidupan yang paling baik—seperti yang diinginkan seorang ayah yang menyayangi anak-anaknya. (Mazmur 36:9) Alkitab juga mengajarkan bahwa manusia bisa menjadi sahabat Yehuwa. (Yakobus 2:23) Bayangkan—Anda bisa bersahabat dengan sang Pencipta alam semesta!
22 Seraya Anda lebih banyak belajar Alkitab, bisa jadi ada orang-orang yang dengan maksud baik mendesak Anda untuk berhenti belajar. Mereka mungkin khawatir Anda akan berganti agama. Tetapi, jangan biarkan siapa pun menghentikan upaya Anda untuk menjalin persahabatan yang paling baik.
23, 24. (a) Mengapa hendaknya Anda tidak malu bertanya jika Anda tidak mengerti apa yang sedang Anda pelajari? (b) Pokok apa yang akan dibahas di pasal berikutnya?
23 Tentu, mula-mula ada hal-hal yang tidak Anda mengerti. Meskipun memang dibutuhkan kerendahan hati, janganlah malu bertanya. Yesus menganjurkan kita untuk rendah hati, seperti anak kecil. (Matius 18:2-4) Dan, anak-anak memang banyak bertanya. Allah ingin agar Anda mendapatkan jawabannya. Alkitab memuji orang-orang yang ingin sekali belajar tentang Allah. Mereka menyelidiki Alkitab dengan teliti untuk memastikan bahwa apa yang mereka pelajari itu benar.—Kisah 17:11.
24 Cara terbaik untuk belajar tentang Yehuwa ialah dengan menyelidiki Alkitab. Alkitab berbeda dari buku-buku lain. Apa saja bedanya? Pasal berikut akan membahas pokok itu.
APA YANG ALKITAB AJARKAN
PASAL 2
Bagaimana Alkitab bisa membantu Anda mengatasi masalah pribadi?Mengapa Anda bisa percaya nubuat di dalamnya?

 PASAL DUA
Alkitab—Buku dari Allah
00:00
18:24
  • Apa saja perbedaan Alkitab dari buku-buku lain?
  • Bagaimana Alkitab dapat membantu Anda mengatasi problem-problem pribadi?
  • Mengapa Anda dapat mempercayai nubuat-nubuat yang dicatat dalam Alkitab?
1, 2. Apa saja yang menunjukkan bahwa Alkitab adalah hadiah yang luar biasa dari Allah?
KAPAN terakhir kali Anda menerima hadiah yang istimewa dari seorang sahabat? Anda tentu berdebar-debar sekaligus sangat gembira. Sebenarnya, dari hadiahnya, Anda dapat mengetahui sesuatu tentang si pemberi—bahwa ia menghargai persahabatan dengan Anda. Anda pasti akan berterima kasih atas hadiah yang ia berikan dengan perhatian yang besar itu.
2 Alkitab adalah hadiah dari Allah yang benar-benar dapat kita syukuri. Buku yang unik itu menyingkapkan hal-hal yang tidak akan pernah kita ketahui dari buku-buku lain. Misalnya, Alkitab menceritakan tentang penciptaan langit yang penuh bintang, bumi, serta pria dan wanita pertama. Alkitab berisi prinsip-prinsip yang dapat diandalkan untuk membantu kita mengatasi berbagai problem dan kekhawatiran dalam kehidupan. Alkitab menjelaskan bagaimana Allah akan mewujudkan maksud-tujuan-Nya dan mendatangkan keadaan yang lebih baik di bumi. Alkitab benar-benar hadiah yang luar biasa!
3. Apa yang dapat kita ketahui tentang Yehuwa dari fakta bahwa Ia memberi kita Alkitab, dan mengapa hal itu menghangatkan hati?
3 Selain itu, Alkitab adalah hadiah yang menghangatkan  hati karena menyingkapkan sesuatu tentang Pemberinya, Allah Yehuwa. Kalau Allah sampai memberi kita buku seperti itu berarti Ia ingin agar kita mengenal Dia dengan baik. Ya, Alkitab dapat membantu Anda mendekat kepada Yehuwa.
4. Apa yang mengesankan Anda tentang penyebarluasan Alkitab?
4 Sebenarnya, bukan Anda saja yang memiliki Alkitab. Buku itu, secara keseluruhan atau sebagian, telah diterbitkan dalam lebih dari 2.300 bahasa sehingga tersedia bagi hampir seluruh penduduk dunia. Rata-rata, lebih dari sejuta Alkitab disebarluaskan setiap minggu! Miliaran Alkitab telah dibuat, baik seluruhnya atau sebagian. Jelaslah, tidak ada buku lain yang seperti Alkitab.
”Kitab Suci Terjemahan Dunia Baru” tersedia dalam banyak bahasa
5. Bagaimana Alkitab ”diilhamkan Allah”?
5 Selanjutnya, Alkitab ”diilhamkan Allah”. (2 Timotius 3:16) Bagaimana caranya? Alkitab sendiri menjawab, ”Manusia mengatakan apa yang berasal dari Allah seraya mereka dibimbing oleh roh kudus.” (2 Petrus 1:21) Sebagai gambaran: Seorang pengusaha menyuruh sekretarisnya menulis sepucuk surat. Surat itu berisi buah-buah pikiran dan petunjuk dari si pengusaha. Jadi, surat itu adalah surat dia, bukan surat  sekretarisnya. Demikian pula, Alkitab berisi berita dari Allah, bukan dari manusia yang menulisnya. Maka, seluruh Alkitab sungguh-sungguh ”firman Allah”.—1 Tesalonika 2:13.
SELARAS DAN AKURAT
6, 7. Mengapa keselarasan isi Alkitab sangat mengesankan?
6 Alkitab ditulis selama lebih dari 1.600 tahun. Para penulisnya hidup pada zaman yang berbeda-beda dan berasal dari berbagai tingkat kehidupan. Ada yang petani, nelayan, dan gembala. Yang lain-lain adalah nabi, hakim, dan raja. Lukas, yang menulis Injil, adalah seorang dokter. Meskipun penulisnya berasal dari berbagai latar belakang, isi Alkitab selaras dari awal sampai akhir. *
7 Buku pertama dalam Alkitab memberi tahu kita asal mula problem umat manusia. Buku terakhir menunjukkan bahwa seluruh bumi akan menjadi suatu firdaus, atau taman. Alkitab memuat sejarah yang panjangnya ribuan tahun, dan setiap bagiannya membantu kita mengerti apa maksud-tujuan Allah dan bagaimana itu akan terlaksana. Keselarasan isi Alkitab sungguh mengesankan, dan memang begitulah seharusnya buku yang berasal dari Allah.
8. Berikan contoh-contoh yang menunjukkan bahwa Alkitab itu akurat dari sudut ilmu pengetahuan.
8 Dari sudut ilmu pengetahuan, Alkitab akurat. Buku itu bahkan memuat keterangan yang sudah sangat maju di zamannya. Misalnya, buku Imamat berisi hukum-hukum bagi bangsa Israel kuno tentang karantina dan kebersihan yang sama sekali tidak diketahui oleh bangsa-bangsa di sekitarnya pada zaman itu. Pada waktu manusia memiliki gagasan yang salah tentang bentuk bumi, Alkitab menyebutkan bahwa bumi berbentuk lingkaran, atau bulat. (Yesaya 40:22) Alkitab dengan akurat mengatakan bahwa bumi ’tergantung pada ketiadaan’.  (Ayub 26:7) Memang, Alkitab bukan buku pelajaran ilmu pengetahuan. Tetapi, apabila menyebutkan hal-hal ilmiah, Alkitab selalu akurat. Bukankah begitu seharusnya buku yang berasal dari Allah?
9. (a) Bagaimana Alkitab menunjukkan bahwa sejarah yang dicatatnya akurat dan dapat dipercaya? (b) Apa yang dapat kita ketahui tentang Alkitab dari kejujuran para penulisnya?
9 Dari sudut sejarah, Alkitab juga akurat dan dapat dipercaya. Kisah-kisahnya jelas, tidak hanya berisi nama-nama orang tetapi juga silsilah mereka. * Tidak seperti para penulis sejarah dunia, yang sering kali tidak menyebutkan kekalahan yang dialami bangsa mereka sendiri, para penulis Alkitab jujur, malah mencatat kelemahan mereka sendiri dan bangsa mereka. Misalnya, dalam buku Bilangan, Musa menulis sendiri kesalahan besar yang ia buat dan teguran keras yang ia terima. (Bilangan 20:2-12) Kejujuran seperti itu jarang ada dalam catatan sejarah lain tetapi ada dalam Alkitab karena buku ini berasal dari Allah.
BUKU DENGAN HIKMAT YANG BERMANFAAT
10. Mengapa kita tidak perlu heran bahwa Alkitab tidak hanya berisi teori?
10 Karena diilhamkan Allah, Alkitab ”bermanfaat untuk mengajar, untuk menegur, untuk meluruskan perkara-perkara”. (2 Timotius 3:16) Ya, Alkitab tidak hanya berisi teori. Isinya menunjukkan pemahaman yang dalam tentang sifat manusia. Hal itu tidak mengherankan, karena Pengarangnya, Allah Yehuwa, adalah sang Pencipta! Ia lebih memahami cara berpikir dan perasaan kita daripada kita sendiri. Selain itu, Yehuwa tahu apa yang kita butuhkan agar bahagia. Ia juga tahu tindakan apa saja yang harus kita hindari.
11, 12. (a) Topik-topik apa yang Yesus bahas dalam Khotbah di Gunung? (b) Hal-hal berguna apa lagi yang Alkitab bahas, dan mengapa nasihatnya bermanfaat sepanjang masa?
11 Coba perhatikan ceramah Yesus yang disebut Khotbah di Gunung, yang dicatat di Matius pasal 5 sampai 7.  Topik-topik pelajaran yang ia sampaikan sangat unggul, termasuk cara mendapatkan kebahagiaan sejati, cara menyelesaikan pertengkaran, cara berdoa, dan cara memiliki pandangan yang patut terhadap harta benda. Kata-kata Yesus masih tetap ampuh dan berguna untuk zaman kita.
12 Beberapa prinsip Alkitab membahas tentang kehidupan keluarga, kebiasaan kerja, dan hubungan dengan orang lain. Semua prinsip Alkitab berlaku untuk semua orang, dan  nasihatnya selalu bermanfaat. Hikmat yang terdapat dalam Alkitab dinyatakan secara ringkas oleh Allah kepada nabi Yesaya, ”Aku, Yehuwa, adalah Allahmu, Pribadi yang mengajarkan hal-hal yang bermanfaat bagimu.”—Yesaya 48:17.
BUKU NUBUAT
13. Yehuwa mengilhami nabi Yesaya untuk mencatat perincian apa tentang Babilon?
13 Penulis Alkitab Yesaya menubuatkan kejatuhan Babilon
Alkitab berisi sejumlah nubuat yang banyak di antaranya sudah digenapi. Mari kita lihat contohnya. Melalui nabi Yesaya, yang hidup pada abad kedelapan SM, Yehuwa menubuatkan bahwa kota Babilon akan dibinasakan. (Yesaya 13:19; 14:22, 23) Bagaimana persisnya kota itu akan ditaklukkan disebutkan secara terperinci. Pasukan penyerbu akan mengeringkan sungai di Babilon dan memasuki kota itu tanpa mendapat perlawanan. Bukan itu saja. Nubuat Yesaya bahkan menyebutkan nama raja yang akan menaklukkan Babilon, yaitu Kores.—Yesaya 44:27–45:2.
14, 15. Bagaimana beberapa perincian dalam nubuat Yesaya tentang Babilon digenapi?
14 Sekitar 200 tahun kemudian—pada malam tanggal 5/6 Oktober 539 SM—sepasukan tentara berkemah di dekat Babilon. Siapakah panglimanya? Seorang raja Persia yang bernama Kores. Maka, suatu nubuat yang menakjubkan siap untuk digenapi. Namun, apakah pasukan Kores akan menyerang Babilon tanpa mendapat perlawanan, seperti yang telah dinubuatkan?
15 Pada malam itu, orang-orang Babilonia sedang mengadakan pesta dan merasa aman di balik tembok kota mereka yang kokoh. Sementara itu, Kores dengan sigap memindahkan aliran air sungai yang melintasi kota. Tak lama kemudian, airnya menjadi cukup dangkal sehingga anak buahnya dapat berjalan di dasar sungai dan mendekati tembok kota. Tetapi, bagaimana cara mereka menerobos tembok Babilon? Entah mengapa, pada malam itu, gerbang-gerbang kota dibiarkan terbuka begitu saja!
16. (a) Apa yang Yesaya nubuatkan tentang akhir Babilon? (b) Bagaimana nubuat Yesaya tentang hancurnya Babilon tergenap?
 16 Mengenai Babilon telah dinubuatkan, ”Ia tidak akan pernah didiami, juga tidak akan ada lagi dari generasi ke generasi. Orang Arab tidak akan mendirikan kemahnya di sana, dan para gembala tidak akan membiarkan kambing-dombanya berbaring di sana.” (Yesaya 13:20) Nubuat itu tidak hanya meramalkan kejatuhan sebuah kota tetapi juga menunjukkan bahwa Babilon akan hancur untuk selama-lamanya. Anda dapat menyaksikan sendiri bukti bahwa kata-kata itu tergenap. Bekas kota Babilon kuno yang sudah tidak berpenghuni—kira-kira 80 kilometer di sebelah selatan Bagdad, Irak—adalah bukti bahwa apa yang Yehuwa katakan melalui Yesaya telah tergenap, ”Aku akan menyapu dia dengan sapu pemusnahan.”—Yesaya 14:22, 23*
Puing-puing Babilon
17. Bagaimana penggenapan nubuat Alkitab menguatkan iman kita?
17 Setelah kita merenungkan bahwa Alkitab memang adalah  buku yang berisi nubuat yang dapat dipercaya, iman kita tentu dikuatkan, bukan? Sebenarnya, jika Allah Yehuwa telah menepati janji-janji-Nya di masa lampau, kita mempunyai alasan yang kuat untuk yakin bahwa Ia juga akan menepati janji-Nya bahwa bumi ini akan menjadi firdaus. (Bilangan 23:19) Ya, kita memiliki ”harapan kehidupan abadi yang sebelum zaman yang telah lama berlalu, telah dijanjikan oleh Allah yang tidak dapat berdusta”.—Titus 1:2*
”FIRMAN ALLAH ITU HIDUP”
18. Apa yang secara tandas dinyatakan oleh rasul Kristen Paulus tentang ”firman Allah”?
18 Dari apa yang telah kita bahas dalam pasal ini, jelaslah bahwa Alkitab benar-benar buku yang unik. Namun, yang  membuatnya jauh lebih berharga tidak hanya keselarasan isinya, keakuratannya dari sudut ilmiah dan sejarah, hikmatnya yang berguna, dan nubuatnya yang dapat dipercaya. Rasul Kristen Paulus menulis, ”Firman Allah itu hidup dan mengerahkan kuasa dan lebih tajam daripada pedang bermata dua mana pun dan menusuk bahkan sampai memisahkan jiwa dan roh, serta sendi dan sumsumnya, dan dapat menilai pikiran dan niat hati.”—Ibrani 4:12.
19, 20. (a) Bagaimana Alkitab dapat membantu Anda memeriksa diri? (b) Bagaimana Anda dapat menunjukkan bahwa Anda mensyukuri Alkitab sebagai hadiah yang unik dari Allah?
19 Membaca ”firman”, atau berita, dari Allah dalam Alkitab dapat mengubah kehidupan kita. Hal itu dapat membantu kita memeriksa diri dengan lebih baik lagi. Bisa jadi kita mengaku mengasihi Allah, tetapi cara kita menanggapi apa yang diajarkan oleh Firman-Nya yang terilham, Alkitab, akan menyingkapkan jalan pikiran dan bahkan niat hati kita yang sesungguhnya.
20 Alkitab benar-benar buku dari Allah yang harus dibaca, dipelajari, dan digemari. Tunjukkan bahwa Anda mensyukuri hadiah dari Allah ini dengan terus memeriksa isinya. Apabila Anda melakukan hal itu, Anda akan memiliki pemahaman yang dalam tentang maksud-tujuan Allah bagi umat manusia. Apa maksud-tujuan-Nya dan bagaimana itu akan diwujudkan akan dibahas dalam pasal berikutnya.
APA YANG ALKITAB AJARKAN
  • Alkitab diilhamkan Allah sehingga akurat dan dapat dipercaya.—2 Timotius 3:16.
  • Informasi yang terdapat dalam Firman Allah berguna untuk kehidupan sehari-hari.—Yesaya 48:17.
  • Janji-janji Allah dalam Alkitab pasti akan digenapi.—Bilangan 23:19.
PASAL 3
Apakah tujuan Allah berupa firdaus di bumi akan terlaksana? Jika ya, kapan?


 PASAL TIGA
Apa Maksud-tujuan Allah bagi Bumi?
00:00
21:24
  • Apa maksud-tujuan Allah bagi umat manusia?
  • Tuduhan apa yang dilontarkan kepada Allah?
  • Seperti apakah kehidupan di bumi kelak?
1. Apa maksud-tujuan Allah bagi bumi?
MAKSUD-TUJUAN Allah bagi bumi benar-benar menakjubkan. Yehuwa ingin agar bumi dipenuhi dengan orang-orang yang berbahagia dan sehat. Alkitab mengatakan bahwa ”Allah . . . membuat sebuah taman di Eden” dan bahwa Ia ”menumbuhkan . . . segala pohon yang menarik untuk dilihat dan baik untuk dimakan”. Setelah Allah menciptakan pria dan wanita pertama, Adam dan Hawa, Ia menempatkan mereka di taman yang indah itu dan menyuruh mereka, ”Beranakcuculah dan bertambah banyak dan penuhilah bumi dan taklukkanlah itu.” (Kejadian 1:28; 2:8, 9, 15) Jadi, maksud-tujuan Allah ialah agar manusia mempunyai anak-anak, memperluas taman, atau firdaus, yang mereka tinggali hingga meliputi seluruh bumi, dan memelihara binatang-binatang.
2. (a) Bagaimana kita tahu bahwa maksud-tujuan Allah bagi bumi akan terwujud? (b) Menurut Alkitab, orang-orang seperti apa yang akan hidup selama-lamanya?
2 Menurut Anda, apakah maksud-tujuan Allah Yehuwa agar orang-orang hidup di suatu firdaus di bumi akan benar-benar terwujud? ”Aku telah mengatakannya,” kata Allah, ”aku juga akan melakukannya.” (Yesaya 46:9-11; 55:11) Ya, apa yang Allah tetapkan pasti akan Ia laksanakan! Ia mengatakan bahwa Ia ”tidak menciptakan [bumi] dengan percuma” tetapi ”membentuknya untuk didiami”. (Yesaya 45:18) Allah ingin agar  bumi dihuni oleh orang-orang seperti apa dan untuk berapa lama? Alkitab menjawab, ”Orang-orang adil-benar akan memiliki bumi, dan mereka akan mendiaminya selama-lamanya.”Mazmur 37:29; Penyingkapan 21:3, 4.
3. Keadaan apa yang sekarang ada di bumi, dan hal ini menimbulkan pertanyaan apa saja?
3 Memang, hal ini belum terjadi. Sekarang orang masih jatuh sakit dan mati; mereka bahkan berkelahi dan saling membunuh. Pasti ada yang tidak beres. Tetapi, Allah tentu tidak bermaksud bahwa bumi ini menjadi seperti yang kita lihat dewasa ini! Ada apa sebenarnya? Mengapa maksud-tujuan Allah belum terwujud? Jawabannya tidak mungkin diperoleh dari buku sejarah mana pun yang ditulis manusia karena masalahnya dimulai di surga.
MUNCULNYA MUSUH
4, 5. (a) Siapa yang sebenarnya berbicara kepada Hawa melalui seekor ular? (b) Bagaimana orang yang tadinya baik dan jujur bisa menjadi maling?
4 Buku pertama dalam Alkitab memberi tahu kita tentang suatu makhluk yang menentang Allah, yang muncul di Taman Eden. Ia digambarkan sebagai ”ular”, tetapi ia bukan seekor binatang. Buku terakhir dalam Alkitab memberi tahu kita siapa dia. Ia adalah suatu pribadi ”yang disebut Iblis dan Setan, yang sedang menyesatkan seluruh bumi yang berpenduduk”. Ia juga disebut ”ular yang semula”. (Kejadian 3:1; Penyingkapan 12:9) Makhluk roh yang tidak kelihatan, atau malaikat yang kuat, ini menggunakan seekor ular untuk berbicara kepada Hawa, persis seperti orang yang pintar membuat suaranya seolah-olah terdengar dari mulut boneka yang ada di sebelahnya. Pribadi roh itu tentu hadir ketika Allah menyiapkan bumi untuk manusia.—Ayub 38:4, 7.
5 Tetapi, karena semua ciptaan Yehuwa itu sempurna, siapa yang membuat si ”Iblis”, atau ”Setan” ini? Singkatnya, salah satu dari putra-putra rohani Allah yang kuat berubah menjadi si Iblis. Bagaimana mungkin? Ya, dewasa ini, orang yang tadinya baik dan jujur bisa saja menjadi maling. Bagaimana? Ia  mungkin membiarkan keinginan yang salah bertumbuh dalam hatinya. Jika ia terus memikirkannya, keinginan yang salah itu bisa menjadi sangat kuat. Lalu, begitu ada kesempatan, ia akan melakukan keinginan buruk yang telah ia pikirkan itu.—Yakobus 1:13-15.
6. Bagaimana seorang putra rohani Allah yang kuat menjadi Setan si Iblis?
6 Itulah yang terjadi pada Setan si Iblis. Rupanya, ia mendengar Allah menyuruh Adam dan Hawa agar mempunyai anak dan memenuhi bumi dengan keturunan mereka. (Kejadian 1:27, 28) ’Semua manusia ini seharusnya menyembah aku dan bukan Allah!’ pasti begitulah pikir Setan. Jadi, keinginan yang salah tumbuh dalam hatinya. Akhirnya, ia bertindak, menipu Hawa dengan mengatakan hal-hal yang tidak benar tentang Allah. (Kejadian 3:1-5) Dengan begitu, ia menjadi ”Iblis”, yang berarti ”Pemfitnah”. Ia juga menjadi ”Setan”, yang berarti ”Penentang”.
7. (a) Mengapa Adam dan Hawa mati? (b) Mengapa semua keturunan Adam menjadi tua dan mati?
7 Dengan menggunakan dusta dan tipu daya, Setan si Iblis membuat Adam dan Hawa tidak menaati Allah. (Kejadian 2:17; 3:6) Akibatnya, mereka akhirnya mati, tepat seperti yang telah Allah peringatkan. (Kejadian 3:17-19) Karena Adam menjadi tidak sempurna ketika ia berbuat dosa, semua keturunannya mewarisi dosa darinya. (Roma 5:12) Keadaannya dapat digambarkan seperti sebuah loyang kue. Jika loyang itu penyok, bagaimana jadinya kue-kue yang dipanggang di dalamnya? Semua kue tentu ikut penyok, atau cacat. Demikian pula, semua orang mewarisi ”cacat” berupa ketidaksempurnaan dari Adam. Itulah sebabnya semua orang menjadi tua dan mati.—Roma 3:23.
8, 9. (a) Tuduhan apa yang tampaknya Setan lontarkan? (b) Mengapa Allah tidak segera membinasakan para pemberontak itu?
8 Pada waktu Setan menggiring Adam dan Hawa untuk berdosa terhadap Allah, ia sebenarnya sedang memimpin pemberontakan. Ia menentang cara Yehuwa memerintah. Setan seakan-akan mengatakan, ’Allah bukan penguasa yang  baik. Dia telah berdusta dan menahan hal-hal yang baik dari rakyat-Nya. Manusia tidak perlu diatur oleh Allah. Mereka dapat menentukan sendiri apa yang baik dan buruk. Dan, keadaan mereka akan lebih baik jika aku yang memerintah.’ Bagaimana Allah menangani tuduhan dan hinaan itu? Ada yang merasa bahwa Allah seharusnya membunuh saja semua pemberontak itu. Tetapi, apakah hal itu akan menjawab tuduhan  Setan? Apakah hal itu akan membuktikan bahwa cara Allah memerintah adalah benar?
9 Karena Yehuwa memiliki rasa keadilan yang sempurna, Ia tidak langsung membunuh para pemberontak itu. Ia memutuskan untuk membiarkan waktu berlalu agar tuduhan Setan dapat terjawab secara memuaskan dan si Iblis terbukti sebagai pendusta. Maka, Allah menetapkan untuk mengizinkan manusia mengatur diri sendiri di bawah pengaruh Setan selama suatu waktu. Alasan Yehuwa melakukan hal itu dan membiarkan waktu berlalu begitu lama sebelum menyelesaikan masalah itu akan dibahas di Pasal 11 buku ini. Tetapi sekarang, ada baiknya kita memikirkan hal ini: Sepatutnyakah Adam dan Hawa mempercayai Setan, yang tidak pernah berbuat baik kepada mereka? Sepantasnyakah mereka menganggap Yehuwa itu pendusta yang jahat, padahal Ia telah memberi mereka segala sesuatu? Seandainya Anda di tempat Adam atau Hawa, apa yang akan Anda lakukan?
10. Bagaimana Anda dapat mendukung pihak Yehuwa untuk menjawab tuduhan Setan?
10 Ada baiknya kita memikirkan pertanyaan-pertanyaan itu karena kita masing-masing menghadapi masalah yang serupa dewasa ini. Ya, Anda mempunyai kesempatan mendukung pihak Yehuwa untuk menjawab tuduhan Setan. Anda dapat mengakui Yehuwa sebagai Penguasa dan ikut memperlihatkan bahwa Setan adalah pendusta. (Mazmur 73:28; Amsal 27:11) Sayangnya, di antara miliaran orang di dunia ini, hanya sedikit yang memilih untuk berbuat demikian. Hal itu menimbulkan pertanyaan yang penting: Apakah Alkitab benar-benar mengajarkan bahwa Setan adalah penguasa dunia ini?
SIAPAKAH PENGUASA DUNIA INI?
Mana mungkin Setan menawarkan semua kerajaan dunia kepada Yesus jika ia bukan pemiliknya?
11, 12. (a) Apa yang menyingkapkan bahwa Setan adalah penguasa dunia ini? (b) Apa lagi yang membuktikan bahwa Setan adalah penguasa dunia ini?
11 Yesus tidak pernah meragukan bahwa Setan adalah penguasa dunia ini. Dengan suatu cara yang ajaib, Setan  pernah memperlihatkan kepada Yesus ”semua kerajaan dunia serta kemuliaannya”. Setelah itu, Setan berjanji kepada Yesus, ”Aku akan memberikan kepadamu semua ini jika engkau sujud dan melakukan suatu tindakan penyembahan kepadaku.” (Matius 4:8, 9; Lukas 4:5, 6) Coba pikir. Mungkinkah Setan menawarkan kerajaan-kerajaan itu kepada Yesus seandainya ia bukan penguasanya? Yesus tidak menyangkal bahwa semua pemerintahan dunia adalah milik Setan. Yesus pasti akan menyangkalnya andaikata Setan bukan pribadi yang mengendalikan semua pemerintahan itu.
12 Yehuwa jelas adalah Allah yang mahakuasa, Pencipta alam semesta yang menakjubkan ini. (Penyingkapan 4:11) Namun, Alkitab tidak pernah menyatakan bahwa Allah Yehuwa atau Yesus Kristus adalah penguasa dunia ini. Sebenarnya, Yesus secara khusus menyebut Setan sebagai ”penguasa dunia ini”. (Yohanes 12:31; 14:30; 16:11) Alkitab malah menyebut Setan si Iblis sebagai ”allah sistem ini”. (2 Korintus 4:3, 4) Mengenai si penentang ini, atau Setan, rasul Kristen Yohanes menulis, ”Seluruh dunia berada dalam kuasa si fasik.”—1 Yohanes 5:19.
BAGAIMANA DUNIA SETAN AKAN DISINGKIRKAN
13. Mengapa perlu ada dunia yang baru?
13 Seraya tahun demi tahun berlalu, dunia menjadi semakin berbahaya. Dunia dibanjiri pasukan yang terus berperang, politisi yang tidak jujur, pemimpin agama yang munafik, dan penjahat yang berdarah dingin. Seluruh dunia ini mustahil diperbaiki. Alkitab menyingkapkan bahwa tidak lama lagi Allah akan memusnahkan dunia yang fasik ini dalam perang-Nya yang disebut Armagedon. Dan, sebagai gantinya akan ada dunia baru yang adil-benar.—Penyingkapan 16:14-16.
14. Siapa yang Allah pilih untuk menjadi Penguasa Kerajaan-Nya, dan ayat-ayat mana yang menubuatkan hal ini?
14 Allah Yehuwa memilih Yesus Kristus untuk menjadi Penguasa atas Kerajaan, atau pemerintahan, surgawi-Nya yang akan berkuasa atas bumi. Lama berselang, Alkitab menubuatkan,  ”Seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada di atas bahunya, dan namanya disebutkan . . . Raja Damai. Besar kekuasaannya, dan damai sejahtera tidak akan berkesudahan.” (Yesaya 9:5, 6,Terjemahan Baru) Yesus mengajar para pengikutnya untuk mendoakan pemerintahan itu, begini, ”Biarlah kerajaanmu datang. Biarlah kehendakmu terjadi, seperti di surga, demikian pula di atas bumi.” (Matius 6:10) Seperti akan kita lihat selanjutnya dalam buku ini, tidak lama lagi semua pemerintahan di dunia ini akan disingkirkan dan digantikan oleh Kerajaan Allah. (Daniel 2:44) Setelah itu, Kerajaan Allah akan mewujudkan firdaus di bumi.
DUNIA BARU SUDAH DEKAT!
15. Apakah ”bumi baru” itu?
15 Alkitab meyakinkan kita, ”Ada langit baru dan bumi baru yang kita nantikan sesuai dengan janji [Allah], dan keadilbenaran akan tinggal di dalamnya.” (2 Petrus 3:13; Yesaya 65:17) Adakalanya, apabila Alkitab menyebutkan ”bumi”, yang dimaksudkan adalah orang-orang yang hidup di atas bumi. (Kejadian 11:1) Jadi, ”bumi baru” yang adil-benar adalah masyarakat manusia yang diperkenan Allah.
16. Apa hadiah yang tak ternilai dari Allah bagi orang-orang yang Ia perkenan, dan apa yang harus kita lakukan untuk menerimanya?
16 Yesus berjanji bahwa di dunia baru yang akan datang, orang-orang yang diperkenan Allah akan menerima hadiah berupa ”kehidupan abadi”. (Markus 10:30) Silakan buka Alkitab Anda di Yohanes 3:16 dan Yohanes 17:3, dan bacalah apa yang menurut Yesus harus kita lakukan untuk menerima kehidupan abadi. Sekarang, sambil membaca ayat-ayat Alkitab berikut ini, pikirkan berkat-berkat yang akan dinikmati oleh orang-orang yang memenuhi syarat untuk mendapat hadiah yang menakjubkan itu dari Allah, dalam Firdaus di bumi yang akan datang.
17, 18. Bagaimana kita dapat yakin bahwa akan ada perdamaian dan keamanan di seluruh bumi?
17 Kefasikan, peperangan, kejahatan, dan kekerasan akan  lenyap. ”Orang fasik tidak akan ada lagi . . . Tetapi orang-orang yang lembut hati akan memiliki bumi.” (Mazmur 37:10, 11) Akan ada perdamaian karena ’Allah menghentikan peperangan sampai ke ujung bumi’. (Mazmur 46:9; Yesaya 2:4) Pada waktu itu, ”orang adil-benar akan bertunas, dan damai berlimpah sampai bulan tidak ada lagi”—artinya, sampai selama-lamanya!—Mazmur 72:7.
18 Para penyembah Yehuwa akan hidup dengan aman. Pada zaman Alkitab, sewaktu orang Israel menaati Allah, mereka hidup dengan aman. (Imamat 25:18, 19) Alangkah menakjubkannya kelak saat kita menikmati keamanan serupa dalam Firdaus!—Yesaya 32:18; Mikha 4:4.
19. Dari mana kita tahu bahwa akan ada berlimpah makanan dalam dunia baru Allah?
19 Tidak akan ada kekurangan makanan. ”Akan ada banyak biji-bijian di bumi,” demikian nyanyian sang pemazmur. ”Di puncak pegunungan akan ada kelimpahan.” (Mazmur 72:16) Allah Yehuwa akan memberkati umat-Nya yang adil-benar, dan ”bumi pasti akan memberikan hasilnya”.—Mazmur 67:6.
20. Mengapa kita dapat yakin bahwa seluruh bumi akan menjadi firdaus?
20 Seluruh bumi akan menjadi firdaus. Akan ada rumah-rumah dan taman-taman yang baru dan indah di atas tanah yang pernah dirusak oleh manusia berdosa. (Yesaya 65:21-24; Penyingkapan 11:18) Seraya waktu berlalu, tanah yang digarap akan semakin luas sampai seluruh bola bumi menjadi seindah dan sesubur Taman Eden. Dan, Allah akan terus ’membuka tangan-Nya dan memuaskan keinginan segala makhluk hidup’.—Mazmur 145:16.
21. Apa yang menunjukkan bahwa manusia dan binatang akan hidup dengan damai?
21 Manusia dan binatang akan hidup dengan damai. Binatang buas dan binatang piaraan akan makan bersama-sama. Bahkan anak kecil tidak akan takut kepada binatang-binatang yang sekarang berbahaya.—Yesaya 11:6-9; 65:25.
22. Apa yang akan terjadi dengan penyakit?
 22 Penyakit akan lenyap. Sebagai Penguasa Kerajaan surgawi Allah, Yesus akan melakukan penyembuhan dalam skala yang jauh lebih besar daripada ketika ia berada di bumi. (Matius 9:35; Markus 1:40-42; Yohanes 5:5-9) Pada waktu itu, ”tidak ada penghuni yang akan mengatakan, ’Aku sakit’”.—Yesaya 33:24; 35:5, 6.
23. Mengapa kebangkitan akan membuat hati kita bersukacita?
23 Orang-orang tercinta yang telah meninggal akan dihidupkan kembali dengan harapan tidak akan pernah mati lagi. Semua orang yang tidur dalam kematian yang diingat Allah akan dibangkitkan. Sesungguhnya, ”akan ada kebangkitan untuk orang-orang yang adil-benar maupun yang tidak adil-benar”.—Kisah 24:15; Yohanes 5:28, 29.
24. Bagaimana perasaan Anda jika Anda hidup dalam Firdaus di bumi?
24 Alangkah menakjubkan masa depan orang-orang yang memilih untuk belajar tentang Pencipta Agung kita, Allah Yehuwa, dan melayani Dia! Firdaus di bumi yang akan datang itulah yang Yesus maksudkan ketika ia berjanji kepada penjahat yang mati di sampingnya, ”Engkau akan bersamaku di Firdaus.” (Lukas 23:43) Kita harus belajar lebih banyak tentang Yesus Kristus, karena melalui dialah semua berkat ini bisa kita peroleh.
APA YANG ALKITAB AJARKAN
PASAL 4
Pelajarilah mengapa Yesus adalah Mesias yang dijanjikan, dari mana asalnya, dan mengapa ia adalah Putra Yehuwa satu-satunya yang diperanakkan.
, 2. (a) Mengapa sekadar tahu tentang orang yang terkenal tidak berarti Anda benar-benar mengenal dia? (b) Apa beberapa pendapat yang membingungkan tentang Yesus?
ADA banyak orang terkenal di dunia. Ada yang terkenal di masyarakat, di kota, atau di negeri mereka sendiri. Ada juga yang terkenal di seluruh dunia. Tetapi, sekadar mengetahui nama orang terkenal tidak berarti Anda benar-benar mengenal dia dan tidak berarti Anda mengetahui secara terperinci latar belakangnya serta kepribadiannya.
2 Hampir semua orang pernah mendengar tentang Yesus Kristus, meskipun ia hidup di bumi sekitar 2.000 tahun yang lalu. Namun, banyak orang merasa bingung tentang siapa sebenarnya Yesus itu. Ada yang bilang bahwa ia hanya orang baik. Yang lain mengatakan bahwa ia tidak lebih dari seorang nabi. Namun, ada juga yang percaya bahwa Yesus adalah Allah dan harus disembah.Apakah memang begitu?
3. Mengapa Anda perlu mengetahui kebenaran tentang Yesus?
3 Anda perlu mengetahui kebenaran tentang Yesus.Mengapa? Karena Alkitab mengatakan, ”Ini berarti kehidupan abadi, bahwa mereka terus memperoleh pengetahuan mengenai dirimu, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenai pribadi yang engkau utus, Yesus Kristus.” (Yohanes 17:3) Ya, jika Anda mengetahui kebenaran tentang Allah Yehuwa dan tentang Yesus Kristus, Anda dapat memperoleh kehidupan abadi dalam Firdaus di bumi. (Yohanes 14:6) Selain itu,  Yesus memberikan teladan terbaik tentang cara menempuh kehidupan dan cara memperlakukan orang lain. (Yohanes 13:34, 35) Dalam pasal pertama buku ini, kita telah membahas kebenaran tentang Allah. Sekarang, mari kita bahas apa yang sebenarnya Alkitab ajarkan tentang Yesus Kristus.
MESIAS YANG DIJANJIKAN
6 Nabi-nabi Allah yang hidup sebelum Yesus menubuatkan banyak hal tentang Mesias. Perincian itu membantu orang-orang lain mengenali dia. Sebagai gambaran: Seandainya Anda diminta untuk pergi ke terminal bus atau ke stasiun kereta api atau ke bandara untuk menjemput orang yang belum pernah Anda jumpai. Tentu akan lebih mudah jika Anda telah diberi beberapa 4. Apa arti gelar ”Mesias” dan ”Kristus”?
4 Lama sebelum Yesus lahir, Alkitab menubuatkan kedatangan pribadi yang akan Allah utus sebagai Mesias, atau Kristus. Gelar ”Mesias” (dari bahasa Ibrani) dan gelar ”Kristus” (dari bahasa Yunani) kedua-duanya berarti ”Pribadi Yang Diurapi”. Pribadi yang dijanjikan ini akan diurapi, artinya dilantik oleh Allah untuk memegang  kedudukan yang istimewa. Di pasal-pasal berikutnya, kita akan belajar lebih banyak tentang kedudukan penting Mesias dalam menggenapi janji-janji Allah. Kita juga akan belajar tentang berkat-berkat yang dapat Yesus berikan kepada kita sekarang juga. Namun, sebelum Yesus lahir, banyak orang tentu bertanya-tanya, ’Siapakah yang akan menjadi Mesias?’
5. Tentang Yesus, apa yang sepenuhnya diyakini oleh murid-muridnya?
5 Pada abad pertama M, murid-murid Yesus orang Nazaret yakin sepenuhnya bahwa Yesus adalah Mesias yang dinubuatkan. (Yohanes 1:41) Salah seorang di antaranya, yang bernama Simon Petrus, tanpa ragu-ragu mengatakan kepada Yesus, ”Engkau adalah Kristus.” (Matius 16:16) Tetapi, bagaimana murid-murid itu—dan kita—dapat yakin bahwa Yesus benar-benar Mesias yang dijanjikan?
6. Gambarkan bagaimana Yehuwa membantu orang-orang beriman untuk mengenali sang Mesias.
perincian tentang dia, bukan? Demikian pula, melalui nabi-nabi Alkitab, Yehuwa memberikan uraian yang sangat terperinci tentang apa yang akan dilakukan sang Mesias dan apa yang akan ia alami. Tergenapnya banyak nubuat ini membantu orang-orang yang beriman untuk mengenali dia dengan jelas.
7. Dua nubuat mana tentang Yesus yang tergenap?
7 Pertimbangkan dua contoh saja. Pertama, lebih dari 700 tahun sebelumnya, nabi Mikha menubuatkan bahwa Pribadi yang dijanjikan itu akan lahir di Betlehem, sebuah kota kecil di daerah Yehuda. (Mikha 5:2) Nah, di manakah Yesus dilahirkan? Ternyata benar di kota itu! (Matius 2:1, 3-9) Kedua, berabad-abad sebelumnya, nubuat yang dicatat di  Daniel 9:25 menyebutkan kapan Mesias akan muncul, yaitu pada tahun 29 M. * Tergenapnya kedua nubuat itu dan nubuat-nubuat lain membuktikan bahwa Yesus adalah Mesias yang dijanjikan.
Sewaktu dibaptis, Yesus menjadi sang Mesias, atau Kristus
8, 9.Apa yang terjadi sewaktu Yesus dibaptis, yang membuktikan dengan jelas bahwa ia adalah sang Mesias?
8 Bukti lain lagi bahwa Yesus adalah sang Mesias terlihat dengan jelas menjelang akhir tahun 29 M. Pada tahun itulah Yesus menemui Yohanes Pembaptis untuk dibaptis di Sungai Yordan. Yehuwa telah berjanji kepada Yohanes untuk memberinya tanda supaya ia dapat mengenali sang Mesias. Yohanes melihat tanda itu sewaktu Yesus dibaptis. Menurut Alkitab, inilah yang terjadi, ”Setelah dibaptis Yesus segera keluar dari air; dan, lihat! langit terbuka, dan ia melihat roh Allah seperti seekor merpati turun ke atasnya. Lihat! Juga, ada suara dari langit yang mengatakan, ’Inilah Putraku, yang kukasihi, kepadanyalah aku berkenan.’” (Matius 3:16, 17) Setelah melihat dan mendengar apa yang terjadi, Yohanes tidak ragu-ragu lagi bahwa Yesus diutus oleh Allah. (Yohanes 1:32-34) Pada saat roh Allah, atau tenaga aktif-Nya, dicurahkan ke atas Yesus pada hari itu, Yesus menjadi sang Mesias, atau Kristus, pribadi yang dilantik untuk menjadi Pemimpin dan Raja.—Yesaya 55:4.
9 Tergenapnya nubuat Alkitab dan kesaksian dari Allah Yehuwa sendiri dengan jelas menunjukkan bahwa Yesus adalah Mesias yang dijanjikan. Tetapi, Alkitab menjawab dua pertanyaan penting lain tentang Yesus Kristus: Dari mana asalnya, dan bagaimana kepribadiannya?
DARI MANA ASALNYA YESUS?
10. Apa yang Alkitab ajarkan tentang keberadaan Yesus sebelum ia datang ke bumi?
10 Alkitab mengajarkan bahwa Yesus hidup di surga sebelum ia datang ke bumi. Mikha menubuatkan bahwa Mesias  akan lahir di Betlehem dan bahwa ia sudah ada ”sejak purbakala”. (Mikha 5:2 [ayat 1, Terjemahan Baru]) Yesus sendiri beberapa kali mengatakan bahwa sebelum lahir sebagai manusia, ia hidup di surga. (Yohanes 3:13; 6:38, 62; 17:4, 5) Sebagai makhluk roh di surga, Yesus mempunyai hubungan istimewa dengan Yehuwa.
11. Ayat-ayat mana yang menunjukkan bahwa Yesus adalah Putra yang paling Yehuwa kasihi?
11 Yesus adalah Putra yang paling Yehuwa kasihi—dan ada alasan yang kuat untuk itu. Ia disebut ”yang sulung dari antara semua ciptaan”, sebab ia adalah ciptaan Allah yang pertama. * (Kolose 1:15) Ada lagi yang membuat Yesus menjadi Putra yang istimewa. Ia adalah ”Putra satu-satunya yang diperanakkan”. (Yohanes 3:16) Itu berarti Yesus sajalah yang diciptakan oleh Allah sendiri. Selain itu, Yesus-lah satu-satunya yang Allah gunakan ketika Ia menciptakan semua hal lain. (Kolose 1:16) Selanjutnya, Yesus disebut ”Firman”. (Yohanes 1:14) Sebutan itu menunjukkan bahwa ia berbicara mewakili Allah, tentunya untuk menyampaikan berbagai pesan dan instruksi kepada putra-putra lainnya, baik makhluk roh maupun manusia.
12. Bagaimana kita tahu bahwa Putra sulung itu tidak sama dengan Allah?
12 Apakah Putra sulung itu sama dengan Allah, seperti yang orang-orang percayai? Alkitab tidak mengajarkan hal itu.Kita membaca dalam paragraf sebelumnya bahwa Putra itu diciptakan. Maka, jelaslah bahwa ia punya permulaan, sedangkan Allah Yehuwa tidak punya awal atau akhir. (Mazmur 90:2) Putra satu-satunya yang diperanakkan ini malah tidak pernah memikirkan untuk mencoba menyamai Bapaknya. Alkitab dengan jelas mengajarkan bahwa sang Bapak lebih besar  daripada Putra. (Yohanes 14:28; 1 Korintus 11:3) Yehuwa sajalah ”Allah Yang Mahakuasa”. (Kejadian 17:1) Karena itu, tidak ada yang menyamai Dia. *
13. Apa maksudnya ayat yang menyebut sang Putra sebagai ”gambar Allah yang tidak kelihatan”?
13 Yehuwa bergaul akrab dengan Putra sulung-Nya selama miliaran tahun—lama sebelum langit dan bumi diciptakan. Alangkah besarnya kasih di antara mereka! (Yohanes 3:35; 14:31) Putra yang dikasihi ini persis seperti Bapaknya. Itulah sebabnya Alkitab menyebut sang Putra sebagai ”gambar Allah yang tidak kelihatan”. (Kolose 1:15) Ya, sama seperti seorang anak laki-laki bisa saja sangat mirip ayahnya dalam berbagai hal, Putra surgawi ini mencerminkan sifat dan kepribadian Bapaknya.
14. Bagaimana Putra tunggal Yehuwa sampai lahir sebagai manusia?
14 Putra tunggal Yehuwa ini rela meninggalkan surga dan turun ke bumi untuk hidup sebagai manusia.Tetapi, Anda mungkin bertanya-tanya, ’Bagaimana mungkin makhluk roh lahir sebagai manusia?’Untuk melaksanakan hal itu, Yehuwa melakukan mukjizat.Ia memindahkan kehidupan Putra sulung-Nya dari surga ke rahim seorang perawan Yahudi yang bernama Maria. Jadi, Yesus tidak mempunyai seorang ayah manusia.Kemudian, Maria melahirkan seorang putra yang sempurna dan menamainya Yesus.—Lukas 1:30-35.
BAGAIMANA KEPRIBADIAN YESUS?
15. Mengapa kita dapat mengatakan bahwa melalui Yesus kita dapat lebih mengenal Yehuwa?
15 Kita dapat mengenal Yesus dengan baik dari apa yang ia katakan dan lakukan selama berada di bumi. Selain itu, melalui Yesus kita dapat lebih mengenal Yehuwa.Mengapa demikian?Ingatlah bahwa Putra ini adalah cerminan yang sempurna dari Bapaknya. Itulah sebabnya Yesus mengatakan  kepada salah seorang muridnya, ”Ia yang telah melihat aku telah melihat Bapak juga.” (Yohanes 14:9) Keempat buku dalam Alkitab yang dikenal sebagai Injil—Matius, Markus, Lukas, dan Yohanes—memberi tahu kita banyak hal tentang kehidupan, kegiatan, dan kepribadian Yesus Kristus.
16. Apa yang terutama Yesus ajarkan, dan dari mana asalnya ajaran itu?
16 Yesus terkenal sebagai ”Guru”. (Yohanes 1:38; 13:13) Apa yang ia ajarkan? Yang terutama ia ajarkan adalah ”kabar baik kerajaan”—yaitu Kerajaan Allah, pemerintahan surgawi yang akan berkuasa atas seluruh bumi dan yang akan mendatangkan berkat yang tiada habisnya bagi manusia yang taat. (Matius 4:23) Dari mana asalnya ajaran itu? Yesus sendiri mengatakan, ”Apa yang aku ajarkan bukanlah milikku, melainkan milik dia yang telah mengutus aku”, yaitu Yehuwa. (Yohanes 7:16) Yesus tahu bahwa Bapaknya ingin agar manusia mendengar kabar baik Kerajaan. Di Pasal 8, kita akan belajar lebih banyak tentang Kerajaan Allah dan apa yang akan dilaksanakannya.
17. Di manakah Yesus mengajar, dan mengapa ia mau merepotkan diri untuk mengajar orang lain?
17 Di manakah Yesus mengajar? Di mana pun orang-orang berada—di desa maupun di kota, di kampung, di pasar, dan di rumah-rumah mereka. Yesus tidak mengharapkan orang-orang datang kepadanya.Dialah yang mendatangi mereka. (Markus 6:56; Lukas 19:5, 6) Mengapa Yesus mau merepotkan diri dan menggunakan begitu banyak waktu untuk mengabar dan mengajar?Karena itulah yang Allah kehendaki darinya.Yesus selalu melakukan kehendak Bapaknya. (Yohanes 8:28, 29) Tetapi, ada alasan lain lagi.Ia merasa kasihan kepada kumpulan orang yang datang untuk menemuinya. (Matius 9:35, 36) Mereka ditelantarkan oleh para pemimpin agama, yang seharusnya mengajar mereka kebenaran tentang Allah dan maksud-tujuan-Nya.Yesus tahu bahwa orang-orang perlu sekali mendengar berita Kerajaan.
18. Sifat-sifat Yesus mana yang paling menyenangkan bagi Anda?
18 Yesus seorang pria yang penuh perasaan, lembut, dan  hangat. Karena itu, orang-orang merasa bahwa dia mudah didekati dan baik hati.Bahkan anak-anak tidak merasa canggung kepadanya. (Markus 10:13-16) Yesus tidak pilih kasih.Ia membenci kebejatan dan ketidakadilan. (Matius 21:12, 13) Pada zaman itu, kaum wanita kurang dihargai dan hak-hak mereka sering dibatasi, namun ia memperlakukan mereka dengan penuh hormat. (Yohanes 4:9, 27) Yesus memiliki kerendahan hati yang tulus. Sekali peristiwa, ia mencuci kaki rasul-rasulnya—suatu tugas yang biasa dilakukan oleh seorang budak.
Yesus mengabar di mana pun orang berada
19. Contoh apa yang menunjukkan bahwa Yesus peka terhadap kebutuhan orang-orang?
19 Yesus peka terhadap kebutuhan orang-orang. Hal ini khususnya terlihat ketika ia melakukan mukjizat penyembuhan dengan kuasa roh Allah. (Matius 14:14) Sebagai contoh, seorang pria berpenyakit kusta datang kepada Yesus dan mengatakan, ”Kalau engkau mau, engkau dapat membuat aku tahir.” Yesus turut merasakan kepedihan hati dan penderitaan orang ini. Rasa kasihan menggerakkan Yesus  untuk mengulurkan tangannya dan menyentuh pria itu, sambil berkata, ”Aku mau. Jadilah tahir.” Dan, orang sakit itu sembuh! (Markus 1:40-42) Dapatkah Anda membayangkan bagaimana perasaan pria itu?
SETIA SAMPAI AKHIR
20, 21. Teladan apa yang Yesus berikan dalam hal ketaatan dan keloyalan kepada Allah?
20 Yesus memberikan teladan terbaik dalam hal ketaatan dan keloyalan kepada Allah.Ia tetap setia kepada Bapak surgawinya di bawah segala macam keadaan dan meskipun menghadapi segala jenis tentangan dan penderitaan. Yesus dengan tegas menolak godaan Setan, dan ia berhasil. (Matius 4:1-11) Pada suatu waktu, beberapa sanak saudara Yesus sendiri tidak beriman kepadanya, malahan mengatakan bahwa ia ”telah kehilangan akal sehat”. (Markus 3:21) Tetapi, Yesus tidak mau dipengaruhi oleh mereka; ia terus melakukan pekerjaan Allah. Meskipun dihina dan dianiaya, Yesus tetap  mengendalikan dirinya, tidak pernah mencoba mencelakai para penentangnya.—1 Petrus 2:21-23.
21 Yesus tetap setia sampai mati—mati dengan cara yang mengerikan dan menyakitkan di tangan musuh-musuhnya. (Filipi 2:8) Renungkanlah apa yang ia derita pada hari terakhir kehidupannya sebagai manusia. Ia ditangkap, dituduh oleh saksi-saksi palsu, dinyatakan bersalah oleh hakim-hakim yang rusak akhlaknya, ditertawai oleh gerombolan orang, dan disiksa oleh para prajurit. Dalam keadaan terpaku pada tiang, ia menarik napas terakhir dan berseru, ”Sudah terlaksana!” (Yohanes 19:30) Tetapi, pada hari ketiga setelah Yesus mati, Bapak surgawinya membangkitkan dia untuk hidup lagi sebagaimakhluk roh. (1 Petrus 3:18) Beberapa minggu kemudian, ia kembali ke surga. Di sana, ia ”duduk di sebelah kanan Allah” dan menunggu untuk menerima kekuasaan sebagai raja.—Ibrani 10:12, 13.
22. Apa yang Yesus capai dengan tetap setia sampai mati?
22 Apa yang Yesus capai dengan tetap setia sampai mati? Kematian Yesus sesungguhnya membuka kesempatan bagi kita untuk hidup kekal dalam Firdaus di bumi, selaras dengan maksud-tujuan Yehuwa yang semula.Bagaimana hal itu dapat kita peroleh melalui kematian Yesusakan dibahas dalam pasal berikutnya.
APA YANG ALKITAB AJARKAN
  • Nubuat yang tergenap dan kesaksian dari Allah sendiri membuktikan bahwa Yesus adalah Mesias, atau Kristus.—Matius 16:16.
  • Lama sebelum Yesus datang ke bumi, ia sudah hidup di surga sebagai makhluk roh.—Yohanes 3:13.
  • Yesus adalah guru, pria yang lembut serta hangat, dan teladan ketaatan yang sempurna kepada Allah.—Matius 9:35, 36.
PASAL 5
Apa tebusan itu? Bagaimana Anda bisa memperoleh manfaat darinya?



 PASAL LIMA
Tebusan—Pemberian Allah yang Paling Berharga
00:00
22:14
  • Apakah tebusan itu?
  • Bagaimana tebusan disediakan?
  • Apa manfaatnya bagi Anda?
  • Bagaimana Anda dapat menunjukkan bahwa Anda menghargainya?
1, 2. (a) Pemberian seperti apa yang sangat berharga bagi diri Anda? (b) Mengapa dapat dikatakan bahwa tebusan adalah pemberian yang paling bernilai?
PEMBERIAN apa yang paling berharga yang pernah Anda terima? Pemberian yang berharga tidak usah mahal harganya. Sebenarnya, nilai sebuah pemberian tidak selalu ditentukan oleh harganya. Apabila pemberian itu membuat Anda bahagia atau sesuatu yang benar-benar Anda butuhkan, nilainya tentu sangat besar bagi Anda.
2 Dari begitu banyak pemberian yang bisa jadi Anda inginkan, ada satu yang jauh melebihi yang lainnya. Ini adalah pemberian dari Allah bagi umat manusia. Yehuwa memberi kita banyak hal, tetapi pemberian-Nya yang paling berharga bagi kita adalah korban tebusan Putra-Nya, Yesus Kristus. (Matius 20:28) Seperti yang akan kita lihat dalam pasal ini, tebusan adalah pemberian yang paling bernilai karena dapat mendatangkan kebahagiaan yang tak terlukiskan dan dapat memenuhi kebutuhan Anda yang paling penting. Tebusan adalah bukti terbesar bahwa Yehuwa mengasihi Anda.
APAKAH TEBUSAN ITU ?

3. Apakah tebusan itu, dan apa yang perlu kita pahami agar dapat mengerti betapa bernilainya pemberian itu?
3 Singkatnya, tebusan adalah sarana Yehuwa untuk membebaskan, atau menyelamatkan, umat manusia dari dosa dan kematian. (Efesus 1:7) Untuk memahami makna ajaran Alkitab ini, kita perlu meninjau kembali apa yang terjadi di Taman Eden. Setelah kita memahami apa yang dihilangkan oleh Adam sewaktu ia berdosa, baru kita dapat mengerti mengapa tebusan adalah pemberian yang begitu bernilai bagi kita.
4. Apa artinya kehidupan manusia yang sempurna bagi Adam?
4 Ketika menciptakan Adam, Yehuwa memberinya sesuatu yang sangat berharga—kehidupan manusia yang sempurna. Coba pikir apa artinya itu bagi Adam. Ya, karena diciptakan dengan tubuh dan pikiran yang sempurna, ia tidak akan pernah jatuh sakit, menjadi tua, atau mati. Sebagai manusia sempurna, ia mempunyai hubungan istimewa dengan Yehuwa. Alkitab mengatakan bahwa Adam adalah ”putra Allah”. (Lukas 3:38) Jadi, Adam menikmati hubungan yang akrab dengan Allah Yehuwa, bagaikan seorang anak dengan ayahnya yang pengasih. Yehuwa berkomunikasi dengan putra-Nya yang ada di bumi ini, memberi Adam pekerjaan yang memuaskan dan memberitahukan apa yang Ia inginkan darinya.—Kejadian 1:28-30; 2:16, 17.
5. Apa artinya ayat yang menyatakan bahwa Adam diciptakan ”menurut gambar Allah”?
5 Adam diciptakan ”menurut gambar Allah”. (Kejadian 1:27) Hal itu tidak berarti rupa Adam mirip dengan Allah. Seperti yang telah kita pelajari di Pasal 1 buku ini, Yehuwa adalah roh yang tidak kelihatan. (Yohanes 4:24) Jadi, Yehuwa tidak mempunyai tubuh yang terdiri dari darah dan daging. Diciptakan menurut gambar Allah berarti Adam diciptakan dengan sifat-sifat seperti yang Allah miliki, termasuk kasih, hikmat, keadilan, dan kuasa. Hal penting lain yang membuat Adam menyerupai Bapaknya ialah ia memiliki kebebasan untuk memilih. Jadi, Adam tidak seperti robot atau mesin. Ia sendiri  dapat membuat keputusan dan dapat memilih yang benar atau yang salah. Andaikata ia memilih untuk menaati Allah, ia tentu hidup untuk selama-lamanya dalam Firdaus di bumi.
6. Sewaktu Adam tidak menaati Allah, ia kehilangan apa, dan apa dampaknya atas keturunannya?
6 Maka, jelaslah bahwa sewaktu Adam tidak menaati Allah dan dihukum mati, ia harus membayar perbuatannya dengan harga yang sangat tinggi, atau menanggung akibat yang sangat besar. Dosanya mengakibatkan dia kehilangan kehidupan manusia yang sempurna dengan semua manfaatnya. (Kejadian 3:17-19) Sayangnya, bukan hanya Adam yang kehilangan kehidupan yang berharga ini melainkan juga keturunannya yang masih akan dilahirkan. Firman Allah mengatakan, ”Dosa masuk ke dalam dunia melalui satu orang [Adam] dan kematian, melalui dosa, demikianlah kematian menyebar kepada semua orang karena mereka semua telah berbuat dosa.” (Roma 5:12) Ya, kita semua mewarisi dosa dari Adam. Karena itu, Alkitab mengatakan bahwa ia ’menjual’ dirinya dan keturunannya menjadi budak dosa dan kematian. (Roma 7:14) Adam atau Hawa tidak punya harapan lagi karena mereka sengaja memilih untuk tidak menaati Allah. Tetapi, bagaimana nasib keturunan mereka, termasuk kita?
7, 8. Pada dasarnya, tebusan dapat berarti dua hal apa?
7 Yehuwa bertindak untuk menyelamatkan umat manusia melalui tebusan. Apakah tebusan itu? Pada dasarnya tebusan dapat berarti dua hal. Pertama, tebusan adalah harga yang dibayarkan untuk membebaskan atau membeli kembali sesuatu. Hal itu dapat disamakan dengan harga yang dibayarkan untuk membebaskan seorang anak yang diculik. Kedua, tebusan adalah harga yang dibayarkan untuk menutup biaya tertentu. Hal itu sama dengan harga yang dibayarkan untuk menutup kerugian akibat perbuatan salah. Misalnya, apabila seseorang menyebabkan kecelakaan, ia harus membayarkan sesuatu yang sama nilainya dengan apa yang telah dirusak.
8 Apakah mungkin untuk menutup kerugian yang luar biasa besar yang Adam timpakan ke atas kita semua dan  membebaskan kita dari perbudakan dosa dan kematian? Untuk mengetahuinya, mari kita bahas tebusan yang Yehuwa sediakan dan apa manfaatnya bagi Anda.
CARA YEHUWA MENYEDIAKAN TEBUSAN
macam apakah yang dituntut?
9 Karena yang 9. Tebusan hilang adalah kehidupan manusia yang sempurna, itu mustahil ditebus dengan kehidupan manusia yang tidak sempurna. (Mazmur 49:7, 8) Yang dibutuhkan adalah tebusan yang sama nilainya dengan apa yang hilang. Hal ini selaras dengan prinsip keadilan yang sempurna yang terdapat dalam Firman Allah, yaitu ”jiwa ganti jiwa”. (Ulangan 19:21) Jadi, apa yang dapat menggantikan nilai jiwa, atau kehidupan, manusia yang sempurna yang telah dihilangkan Adam? ”Tebusan yang sepadan” yang dituntut adalah kehidupan manusia yang sempurna juga.—1 Timotius2:6.
10. Bagaimana Yehuwa menyediakan tebusan?
10 Bagaimana Yehuwa menyediakan tebusan? Ia mengutus salah seorang putra rohani-Nya yang sempurna ke bumi. Tetapi, Yehuwa tidak mengutus sembarang malaikat. Ia mengutus pribadi yang paling Ia kasihi, yaitu Putra tunggal-Nya. (1 Yohanes 4:9, 10) Putra ini dengan rela meninggalkan tempat tinggalnya di surga. (Filipi 2:7) Seperti yang telah kita pelajari dalam pasal sebelumnya di buku ini, Yehuwa melakukan mukjizat ketika Ia memindahkan kehidupan Putra ini ke rahim Maria. Melalui roh kudus Allah, Yesus lahir sebagai manusia sempurna, dan hukuman akibat dosa tidak berlaku atas dirinya.—Lukas 1:35.
Yehuwa memberikan Putra tunggal-Nya sebagai tebusan bagi kita
11. Bagaimana satu orang dapat menjadi tebusan bagi jutaan orang?
11 Bagaimana satu orang dapat menjadi tebusan bagi banyak orang, ya, bagi jutaan orang? Nah, bagaimana jutaan manusia itu sampai menjadi berdosa? Ingatlah bahwa dengan berbuat dosa, Adam kehilangan miliknya yang berharga, yaitu kehidupan manusia yang sempurna. Maka, ia tidak dapat mewariskan itu kepada keturunannya. Yang dapat ia wariskan hanyalah dosa dan kematian. Yesus, yang Alkitab  sebut sebagai ”Adam yang terakhir”, mempunyai kehidupan manusia yang sempurna, dan ia tidak pernah berbuat dosa. (1 Korintus 15:45) Dengan kata lain, Yesus menggantikan Adam untuk menyelamatkan kita. Dengan mengorbankan, atau menyerahkan, kehidupannya yang sempurna dan selalu taat tanpa cela kepada Allah, Yesus membayar harga tebusan untuk membebaskan manusia dari dosa Adam. Dengan cara inilah Yesus memberikan harapan kepada keturunan Adam.—Roma 5:19; 1 Korintus 15:21, 22.
12. Apa yang dibuktikan melalui penderitaan Yesus?
12 Alkitab dengan terperinci menggambarkan penderitaan yang Yesus alami sebelum kematiannya. Ia dicambuk dengan bengis, dipakukan dengan kejam pada tiang, dan mati dalam keadaan tersiksa. (Yohanes 19:1, 16-18, 30; Apendiks, halaman 204-6) Mengapa Yesus harus mengalami begitu banyak penderitaan? Dalam pasal lain di buku ini, kita akan melihat bahwa Setan meragukan apakah ada manusia yang akan tetap setia melayani Yehuwa di bawah ujian. Dengan bertekun dan tetap setia meskipun sangat menderita, Yesus memberikan jawaban terbaik untuk tuduhan Setan. Yesus membuktikan bahwa manusia sempurna yang memiliki kebebasan memilih dapat mempertahankan integritas yang sempurna kepada Allah tidak soal apa yang dilakukan si Iblis. Yehuwa pasti sangat bersukacita atas kesetiaan Putra yang Ia kasihi itu!—Amsal 27:11.
13. Bagaimana tebusan itu dibayar?
13 Bagaimana tebusan itu dibayar? Pada tanggal 14 Nisan 33 M, dalam kalender Yahudi, Allah membiarkan Putra-Nya yang sempurna dan tanpa dosa itu dihukum mati. Jadi, Yesus mengorbankan kehidupan manusianya yang sempurna ”sekali untuk selamanya”. (Ibrani 10:10) Pada hari ketiga setelah Yesus mati, Yehuwa membangkitkan dia untuk hidup lagi sebagai makhluk roh. Di surga, Yesus mempersembahkan kepada Allah nilai kehidupan manusianya yang sempurna yang dikorbankan untuk menebus keturunan Adam. (Ibrani 9:24) Yehuwa menerima nilai korban Yesus sebagai tebusan  yang dibutuhkan untuk membebaskan umat manusia dari perbudakan dosa dan kematian.—Roma 3:23, 24.
MANFAAT TEBUSAN BAGI ANDA
14, 15. Untuk menerima ”pengampunan atas dosa-dosa kita”, apa yang harus kita lakukan?
14 Meskipun berdosa, kita dapat menerima berkat-berkat yang tak ternilai karena tebusan itu. Mari kita bahas beberapa manfaat dari pemberian, atau karunia, Allah yang paling berharga ini, yang bisa kita dapatkan sekarang dan di masa depan.
15 Pengampunan dosa. Karena mewarisi ketidaksempurnaan, kita harus berjuang keras untuk melakukan apa yang benar. Kita semua berbuat dosa melalui perkataan atau perbuatan kita. Tetapi, melalui korban tebusan Yesus, kita dapat menerima ”pengampunan atas dosa-dosa kita”. (Kolose 1:13, 14) Namun, untuk memperoleh pengampunan itu, kita harus sungguh-sungguh bertobat. Kita juga harus memohon dengan rendah hati kepada Yehuwa, meminta pengampunan-Nya atas dasar iman kita akan korban tebusan Putra-Nya.—1 Yohanes 1:8, 9.
16. Apa yang membuat kita dapat beribadat kepada Allah dengan hati nurani yang bersih, dan apa manfaatnya memiliki hati nurani yang bersih?
16 Hati nurani yang bersih di hadapan Allah. Hati nurani yang terganggu akibat perbuatan salah dapat dengan mudah membuat kita putus asa dan merasa tidak berharga. Tetapi, kita telah mendapat pengampunan melalui tebusan, maka atas kebaikan hati Yehuwa, kita dapat beribadat kepada-Nya dengan hati nurani yang bersih meskipun kita tidak sempurna. (Ibrani 9:13, 14) Hal itu membuat kita leluasa berbicara kepada Yehuwa. Jadi, kita dapat dengan leluasa mendekati Dia melalui doa. (Ibrani 4:14-16) Mempertahankan hati nurani yang bersih akan menghasilkan kedamaian pikiran, meningkatkan harga diri, dan mendatangkan kebahagiaan.
17. Berkat-berkat apa yang dapat diperoleh karena Yesus mati bagi kita?
17 Harapan kehidupan abadi dalam Firdaus di bumi. Roma 6:23 mengatakan, ”Upah yang dibayarkan oleh dosa adalah  kematian.” Ayat yang sama menambahkan, ”Tetapi karunia yang Allah berikan adalah kehidupan abadi melalui Kristus Yesus, Tuan kita.” Di Pasal 3 buku ini, kita telah membahas berkat-berkat dalam Firdaus di bumi yang akan datang. (Penyingkapan 21:3, 4) Semua berkat di masa depan itu, termasuk kehidupan abadi dengan kesehatan yang sempurna, dapat diperoleh karena Yesus mati bagi kita. Untuk dapat menerima berkat-berkat itu, kita perlu menunjukkan bahwa kita menghargai karunia tebusan.
BAGAIMANA ANDA DAPAT MEMPERLIHATKAN PENGHARGAAN?
18. Mengapa kita harus bersyukur kepada Yehuwa untuk karunia tebusan?
18 Mengapa kita harus sangat bersyukur kepada Yehuwa untuk tebusan? Nah, sebuah pemberian menjadi sangat berharga apabila si pemberi mengorbankan waktu, upaya, atau mengeluarkan biaya untuk itu. Hati kita sangat tersentuh apabila kita tahu bahwa pemberian itu adalah ungkapan kasih yang tulus dari si pemberi. Tebusan adalah pemberian yang paling berharga, sebab Allah membuat pengorbanan terbesar untuk menyediakannya. ”Allah begitu mengasihi dunia ini, [sehingga] ia memberikan Putra satu-satunya yang diperanakkan,” demikian bunyi Yohanes 3:16. Tebusan adalah  bukti yang paling luar biasa dari kasih Yehuwa kepada kita. Tebusan juga adalah bukti kasih Yesus, karena ia rela memberikan kehidupannya demi kita. (Yohanes 15:13) Karena itu, karunia tebusan hendaknya meyakinkan kita bahwa Yehuwa dan Putra-Nya mengasihi kita masing-masing.—Galatia 2:20.
Banyak belajar tentang Yehuwa adalah salah satu bukti bahwa Anda menghargai karunia tebusan
19, 20. Dengan cara apa saja Anda dapat menunjukkan bahwa Anda menghargai karunia tebusan dari Allah?
19 Maka, bagaimana Anda dapat menunjukkan bahwa Anda menghargai karunia tebusan dari Allah? Pertama-tama, berupayalah untuk belajar lebih banyak tentang Yehuwa, yang memberi kita tebusan itu. (Yohanes 17:3) Mempelajari Alkitab dengan menggunakan buku ini akan membantu Anda. Seraya pengetahuan Anda tentang Yehuwa bertambah, kasih Anda kepada-Nya akan semakin dalam. Selanjutnya, kasih itu akan membuat Anda ingin menyenangkan Dia.—1 Yohanes 5:3.
20 Perlihatkan iman akan korban tebusan Yesus. Tentang Yesus, dikatakan, ”Dia yang memperlihatkan iman akan Putra memiliki kehidupan abadi.” (Yohanes 3:36) Bagaimana kita dapat memperlihatkan bahwa kita beriman kepada Yesus? Iman seperti itu tidak diperlihatkan melalui kata-kata saja. Menurut Yakobus 2:26, ”Iman tanpa perbuatan adalah mati.” Ya, adanya iman yang sejati dibuktikan melalui ”perbuatan”, yaitu melalui tindakan kita. Satu cara untuk menunjukkan bahwa kita beriman kepada Yesus ialah dengan berupaya sebisa-bisanya untuk meniru dia tidak hanya dalam perkataan tetapi juga dalam perbuatan kita.—Yohanes 13:15.
21, 22. (a) Mengapa kita harus menghadiri perayaan tahunan Perjamuan Malam Tuan? (b) Apa yang akan dijelaskan dalam Pasal 6 dan 7?
21 Hadirilah perayaan tahunan Perjamuan Malam Tuan. Pada malam tanggal 14 Nisan 33 M, Yesus memperkenalkan perayaan istimewa yang Alkitab sebut sebagai ”perjamuan malam Tuan”. (1 Korintus 11:20; Matius 26:26-28) Perayaan itu juga disebut Peringatan kematian Kristus. Yesus menetapkan  hal itu guna membantu rasul-rasulnya dan semua orang Kristen sejati untuk mengingat bahwa melalui kematiannya sebagai manusia sempurna, ia memberikan kehidupannya sebagai tebusan. Tentang perayaan ini, Yesus memerintahkan, ”Teruslah lakukan ini sebagai peringatan akan aku.” (Lukas 22:19) Dengan merayakan Peringatan, kita diingatkan kepada kasih yang besar yang diperlihatkan oleh Yehuwa maupun Yesus sehubungan dengan tebusan. Kita dapat menunjukkan penghargaan kita akan tebusan dengan hadir pada perayaan tahunan Peringatan kematian Yesus*
22 Tebusan adalah pemberian Yehuwa yang sungguh tak ternilai. (2 Korintus 9:14, 15) Pemberian yang luar biasa ini dapat mendatangkan manfaat bahkan bagi orang-orang yang sudah mati. Pasal 6 dan 7 akan menjelaskan caranya.
APA YANG ALKITAB AJARKAN
  • Tebusan adalah sarana Yehuwa untuk membebaskan umat manusia dari dosa dan kematian.—Efesus 1:7.
  • Yehuwa menyediakan tebusan dengan mengutus Putra tunggal-Nya ke bumi untuk mati bagi kita.—1 Yohanes 4:9, 10.
  • Melalui tebusan, kita memperoleh pengampunan dosa, hati nurani yang bersih, dan harapan kehidupan abadi.—1 Yohanes 1:8, 9.
  • Kita menunjukkan bahwa kita menghargai tebusan dengan berupaya belajar lebih banyak tentang Yehuwa, dengan memperlihatkan iman kepada korban tebusan Yesus, dan dengan menghadiri Perjamuan Malam Tuan.—Yohanes 3:16.

PASAL 6
Pelajari apa yang Alkitab katakan soal di mana orang mati dan mengapa manusia mati.
 PASAL ENAM
Di Manakah Orang Mati?
00:00
20:34
  • Bagaimana keadaan kita pada waktu mati?
  • Mengapa manusia mati?
  • Apakah kita merasa lega sewaktu mengetahui kebenaran tentang kematian?
1-3. Pertanyaan apa saja yang diajukan orang tentang kematian, dan jawaban apa yang diberikan oleh berbagai agama?
ITULAH pertanyaan-pertanyaan yang ada dalam benak orang-orang selama ribuan tahun. Pertanyaan-pertanyaan itu penting karena jawabannya mempengaruhi kita masing-masing, tidak soal siapa kita atau di mana kita tinggal.
2 Dalam pasal sebelumnya, kita membahas bagaimana melalui korban tebusan Yesus Kristus, kita dapat memperoleh kehidupan abadi. Kita juga belajar bahwa Alkitab menubuatkan suatu masa ketika ”kematian tidak akan ada lagi”. (Penyingkapan 21:4) Namun, sementara ini, kita semua akan mati. Orang ”yang hidup sadar bahwa mereka akan mati”, kata Raja Salomo yang bijaksana. (Pengkhotbah 9:5) Kita berupaya hidup selama mungkin. Meskipun begitu, kita bertanya-tanya bagaimana keadaan kita sewaktu kita mati.
3 Sewaktu orang yang kita cintai meninggal, kita berduka. Kita mungkin bertanya: ’Bagaimana keadaan dia? Apakah dia menderita? Apakah dia sedang mengamati kita? Dapatkah kita membantunya? Dapatkah kita bertemu lagi dengannya?’ Agama-agama di dunia ini memberikan jawaban yang berbeda-beda. Ada yang mengajarkan bahwa jika Anda banyak berbuat baik, Anda akan pergi ke surga, tetapi jika Anda banyak berbuat jahat, Anda akan dibakar di tempat siksaan. Agama lain mengajarkan bahwa pada waktu mati, seseorang pergi ke alam roh untuk berkumpul dengan leluhur mereka. Agama lain lagi  mengajarkan bahwa orang mati pergi ke alam baka untuk dihakimi dan kemudian direinkarnasi, atau dilahirkan kembali dalam tubuh lain.
4. Gagasan mendasar yang sama apa yang diajarkan oleh banyak agama tentang kematian?
4 Semua agama tersebut mengajarkan satu gagasan mendasar yang sama, yaitu bahwa ada suatu bagian dari diri kita yang masih hidup setelah tubuh jasmani kita mati. Hampir setiap agama, yang dianut pada zaman dahulu dan sekarang, mengajarkan bahwa kita tetap hidup untuk selama-lamanya dan masih dapat melihat, mendengar, dan berpikir. Namun, bagaimana mungkin? Indra-indra kita, serta pikiran kita, semuanya berhubungan dengan daya kerja otak. Pada waktu kita mati, otak kita tidak bekerja lagi. Daya ingat, perasaan, dan indra-indra kita tidak terus berfungsi secara misterius tanpa otak. Semuanya berhenti bekerja setelah otak kita hancur.
BAGAIMANA SEBENARNYA KEADAAN ORANG MATI?
5, 6. Apa yang Alkitab ajarkan tentang keadaan orang mati?
5 Keadaan orang mati bukan misteri bagi Yehuwa, sang Pencipta otak. Ia mengetahui kebenarannya, dan dalam Firman-Nya, Alkitab, Ia menjelaskan bagaimana keadaan mereka. Alkitab dengan jelas mengajarkan: Sewaktu seseorang mati, ia tidak ada lagi. Kematian adalah kebalikan dari kehidupan. Orang mati tidak dapat melihat atau mendengar atau berpikir. Tidak ada satu bagian pun dari diri kita yang tetap hidup setelah tubuh kita mati. Kita tidak mempunyai jiwa atau roh yang tidak berkematian*
Ke mana perginya api lilin itu?
6 Setelah Salomo menyatakan bahwa orang yang hidup tahu bahwa mereka akan mati, ia menulis, ”Tetapi orang mati, mereka sama sekali tidak sadar akan apa pun.” Lalu, ia menguraikan kebenaran yang mendasar itu dengan mengatakan bahwa orang mati tidak dapat mengasihi atau membenci dan bahwa ”tidak ada pekerjaan atau rancangan atau pengetahuan  atau hikmat di [kuburan]”. (Pengkhotbah 9:5, 6, 10) Demikian pula, Mazmur 146:4 mengatakan bahwa pada waktu seseorang mati, ”lenyaplah segala pikirannya”. Manusia itu fana, atau berkematian, dan tidak terus hidup setelah tubuh mati. Hidup kita bagaikan api pada sebatang lilin. Sewaktu dipadamkan, apinya tidak pergi ke mana-mana. Api itu tidak ada lagi.
APA YANG YESUS KATAKAN TENTANG KEMATIAN
7. Bagaimana Yesus menjelaskan kematian?
7 Yesus Kristus menggambarkan keadaan orang mati. Ketika Lazarus, teman baiknya, meninggal, Yesus memberi tahu murid-muridnya, ”Lazarus, sahabat kita, telah pergi beristirahat.” Murid-murid mengira bahwa Yesus memaksudkan Lazarus sedang beristirahat, atau tidur, agar ia dapat sembuh. Tetapi, mereka keliru. Yesus menjelaskan, ”Lazarus telah mati.” (Yohanes 11:11-14) Perhatikan bahwa Yesus menyamakan kematian dengan istirahat dan tidur. Lazarus tidak berada di surga ataupun di neraka yang menyala-nyala. Ia tidak sedang bersama para malaikat atau leluhurnya. Lazarus tidak dilahirkan kembali sebagai manusia lain. Ia sedang beristirahat dalam kematian, seolah-olah tidur nyenyak tanpa bermimpi. Ayat-ayat lain juga menyamakan kematian dengan tidur. Misalnya, setelah Stefanus, murid Yesus, dilempari batu sampai mati, Alkitab mengatakan bahwa ia ”tidur”. (Kisah 7:60) Demikian pula, rasul Paulus menulis tentang beberapa orang pada zamannya yang telah ”tidur” dalam kematian.—1 Korintus 15:6.
Yehuwa menciptakan manusia untuk hidup selama-lamanya di bumi
8. Bagaimana kita tahu bahwa Allah tidak menetapkan agar manusia mati?
8 Apakah Allah sejak semula menetapkan agar manusia mati? Sama sekali tidak! Yehuwa menciptakan manusia untuk hidup selama-lamanya di bumi. Seperti yang telah kita pelajari  sebelumnya di buku ini, Allah menempatkan pasangan manusia pertama di suatu firdaus yang menyenangkan. Ia mengaruniai mereka kesehatan yang sempurna. Yehuwa hanya menginginkan apa yang baik bagi mereka. Adakah orang tua pengasih yang ingin anak-anaknya mengalami derita usia tua dan kematian? Tentu tidak! Yehuwa mengasihi anak-anak-Nya dan ingin mereka menikmati kebahagiaan yang tiada akhirnya di bumi. Mengenai manusia, Alkitab mengatakan, ”[Yehuwa] menaruh waktu yang tidak tertentu dalam hati mereka.” (Pengkhotbah 3:11)  Allah menciptakan kita dengan keinginan untuk hidup selama-lamanya. Dan, Ia telah mengatur agar keinginan itu dipenuhi.
MENGAPA MANUSIA MATI
9. Larangan apa yang Yehuwa tetapkan atas Adam, dan mengapa perintah itu tidak sulit ditaati?
9 Kalau begitu, mengapa manusia mati? Untuk mendapatkan jawabannya, kita harus membahas apa yang terjadi ketika baru ada satu pria dan satu wanita di bumi. Alkitab menjelaskan, ”Allah Yehuwa menumbuhkan dari tanah segala pohon yang menarik untuk dilihat dan baik untuk dimakan.” (Kejadian 2:9) Tetapi, ada satu larangan. Yehuwa memberi tahu Adam, ”Setiap pohon di taman ini boleh kaumakan buahnya sampai puas. Tetapi mengenai pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat, engkau tidak boleh memakan buahnya, karena pada hari engkau memakannya, engkau pasti akan mati.” (Kejadian 2:16, 17) Perintah ini tidak sulit ditaati. Ada banyak pohon lain yang buahnya dapat dimakan oleh Adam dan Hawa. Tetapi melalui perintah itu, mereka mendapat kesempatan istimewa untuk menunjukkan rasa terima kasih kepada Pribadi yang telah memberi mereka segala-galanya, termasuk kehidupan yang sempurna. Jika mereka menaati perintah itu, mereka juga akan menunjukkan bahwa mereka menghormati wewenang Bapak surgawi mereka dan bahwa mereka ingin mendapat bimbingan-Nya yang pengasih.
10, 11. (a) Bagaimana pasangan manusia pertama sampai tidak menaati Allah? (b) Mengapa ketidaktaatan Adam dan Hawa bukan hal sepele?
10 Sayangnya, pasangan manusia pertama memilih untuk tidak menaati Yehuwa. Melalui seekor ular, Setan bertanya kepada Hawa, ”Apakah memang benar bahwa Allah mengatakan kamu tidak boleh memakan buah dari setiap pohon di taman ini?” Hawa menjawab, ”Buah dari pohon-pohon di taman ini boleh kami makan. Tetapi mengenai makan buah dari pohon yang ada di tengah-tengah taman, Allah telah berfirman, ’Kamu tidak boleh memakan buahnya, tidak, kamu tidak boleh menyentuhnya agar kamu tidak mati.’”—Kejadian 3:1-3.
 11 ”Kamu pasti tidak akan mati,” kata Setan. ”Allah tahu bahwa pada hari kamu memakannya, matamu tentu akan terbuka dan kamu tentu akan menjadi seperti Allah, mengetahui yang baik dan yang jahat.” (Kejadian 3:4, 5) Setan ingin Hawa percaya bahwa jika ia makan buah terlarang, ia akan mendapat manfaat. Menurut Setan, Hawa dapat memutuskan sendiri apa yang benar dan salah serta dapat melakukan apa yang ia inginkan. Setan juga menuduh Yehuwa berdusta sewaktu mengatakan bahwa Hawa akan mati jika ia makan buah itu. Hawa mempercayai Setan. Maka, ia memetik buah itu dan memakannya. Lalu, ia memberikan sebagian kepada suaminya, yang kemudian ikut memakan buah itu. Mereka melakukannya bukan karena tidak tahu. Mereka tahu bahwa mereka justru melakukan apa yang Allah larang. Dengan memakan buah itu, mereka sengaja tidak menaati suatu perintah yang sederhana dan masuk akal. Mereka  tidak menghargai Bapak surgawi mereka dan wewenang-Nya. Sikap tidak hormat tersebut kepada Pencipta mereka yang pengasih tidak dapat dimaafkan!
12. Apa yang dapat membantu kita mengerti perasaan Yehuwa sewaktu Adam dan Hawa memilih untuk menentang Dia?
12 Sebagai gambaran: Bagaimana perasaan Anda jika anak yang telah Anda besarkan dan sayangi tidak menaati Anda melalui tindakan yang menunjukkan bahwa ia tidak menghormati atau mengasihi Anda? Anda tentu merasa sangat sakit hati. Maka, bayangkan, betapa pedihnya hati Yehuwa sewaktu Adam maupun Hawa memilih untuk menentang Dia.
Adam berasal dari debu, dan ia kembali ke debu
13. Menurut Yehuwa, apa yang akan terjadi atas Adam sewaktu ia mati, dan apa artinya itu?
13 Tidak ada alasan bagi Yehuwa untuk membiarkan Adam dan Hawa yang tidak taat itu hidup selama-lamanya. Mereka mati, tepat seperti yang telah Ia firmankan. Adam dan Hawa tidak ada lagi. Mereka tidak pindah ke alam roh. Kita mengetahui hal ini dari apa yang Yehuwa katakan kepada Adam setelah Ia memintanya untuk mempertanggungjawabkan ketidaktaatannya. Allah berfirman, ”Engkau [akan] kembali ke tanah, karena dari situ engkau diambil. Karena engkau debu dan engkau akan kembali ke debu.” (Kejadian 3:19) Allah menciptakan Adam dari debu tanah. (Kejadian 2:7) Sebelum itu, Adam tidak ada. Maka, ketika Yehuwa berfirman bahwa Adam akan kembali ke debu, Ia memaksudkan bahwa Adam akan kembali ke ketiadaan. Adam akan menjadi tidak bernyawa seperti asalnya, yaitu debu.
14. Mengapa manusia mati?
14 Adam dan Hawa sebenarnya bisa terus hidup sampai sekarang, tetapi mereka mati karena mereka memilih untuk tidak menaati Allah dan dengan demikian berbuat dosa. Jadi, kita mati karena Adam mewariskan dosa maupun kematian kepada semua keturunannya. (Roma 5:12) Dosa itu bagaikan penyakit turunan yang mengerikan. Siapa pun tidak dapat luput darinya. Akibat dosa, yaitu kematian, adalah suatu kutukan. Kematian adalah musuh, bukan teman. (1 Korintus 15:26) Alangkah bersyukurnya kita bahwa Yehuwa menyediakan tebusan untuk menyelamatkan kita dari musuh yang mengerikan ini!
 MENGETAHUI KEBENARAN TENTANG KEMATIAN ITU BERMANFAAT
15. Mengapa sungguh melegakan untuk mengetahui kebenaran tentang kematian?
15 Apa yang Alkitab ajarkan tentang keadaan orang mati sungguh melegakan. Seperti yang telah kita pelajari, orang mati tidak merasa sakit atau sedih. Kita tidak perlu takut kepada mereka, sebab mereka tidak dapat mencelakai kita. Mereka tidak membutuhkan bantuan kita, dan mereka tidak dapat membantu kita. Kita tidak dapat berbicara kepada mereka, dan mereka tidak dapat berbicara kepada kita. Banyak pemimpin agama berdusta dengan mengaku bahwa mereka dapat membantu orang yang sudah mati, dan orang-orang yang mempercayainya memberi mereka uang. Tetapi karena mengetahui kebenaran, kita dilindungi sehingga tidak tertipu oleh para pemimpin agama itu.
16. Siapa yang mempengaruhi ajaran banyak agama, dan bagaimana?
16 Bagaimana dengan agama Anda? Apakah ajarannya tentang orang mati selaras dengan Alkitab? Ajaran kebanyakan agama tidak selaras dengan Alkitab. Mengapa? Karena ajaran mereka telah dipengaruhi oleh Setan. Ia menggunakan agama palsu untuk membuat orang percaya bahwa setelah tubuh mati, manusia masih hidup di alam roh. Itulah dusta yang Setan gabungkan dengan dusta lain untuk memalingkan orang dari Allah Yehuwa. Dusta apakah itu?
17. Mengapa ajaran tentang siksaan kekal merusak nama baik Yehuwa?
17 Seperti yang kita lihat sebelumnya, beberapa agama mengajarkan bahwa jika seseorang banyak berbuat jahat selama hidupnya, sewaktu mati ia akan pergi ke sebuah tempat siksaan yang menyala-nyala dan menderita untuk selama-lamanya. Ajaran ini merusak nama baik Allah. Yehuwa adalah Allah yang pengasih dan tidak pernah membuat orang menderita seperti itu. (1 Yohanes 4:8) Bagaimana perasaan Anda terhadap orang yang menghukum anak yang bandel dengan menaruh tangannya dalam api? Apakah Anda akan menghargai orang seperti itu? Apakah Anda ingin berkenalan dengan dia? Tentu tidak! Anda pasti menganggapnya sangat kejam. Ya, Setan ingin agar kita percaya bahwa Yehuwa menyiksa orang dalam api selama jutaan tahun, bahkan selama-lamanya!
18. Penyembahan orang mati didasarkan pada dusta apa?
 18 Setan juga menggunakan beberapa agama untuk mengajarkan bahwa orang mati menjadi roh yang harus dihormati oleh orang yang hidup. Menurut ajaran itu, roh orang mati dapat menjadi sahabat yang kuat atau menjadi musuh yang menakutkan. Banyak orang mempercayai dusta itu. Mereka takut kepada orang mati dan menghormati serta menyembahnya. Sebaliknya, Alkitab mengajarkan bahwa orang mati itu seperti orang tidur dan bahwa kita hanya boleh menyembah Allah yang benar, Yehuwa, Pencipta dan Penyedia segala kebutuhan kita.—Penyingkapan 4:11.
19. Dengan mengetahui kebenaran tentang kematian, kita dibantu untuk memahami ajaran lain apa dari Alkitab?
19 Dengan mengetahui kebenaran tentang orang mati, Anda tidak akan disesatkan oleh dusta agama. Hal itu juga membantu Anda memahami ajaran-ajaran Alkitab lainnya. Misalnya, sewaktu Anda tahu bahwa orang mati tidak pindah ke alam roh, janji kehidupan abadi dalam Firdaus di bumi akan lebih nyata bagi Anda.
20. Pertanyaan apa yang akan kita bahas dalam pasal berikutnya?
20 Lama berselang, Ayub, pria yang adil-benar, mengajukan pertanyaan ini, ”Jika laki-laki mati dapatkah ia hidup lagi?” (Ayub 14:14) Dapatkah orang yang tak bernyawa yang tidur dalam kematian dihidupkan kembali? Apa yang Alkitab ajarkan tentang hal ini sangat menghibur, sebagaimana akan diperlihatkan dalam pasal berikutnya.
APA YANG ALKITAB AJARKAN
  • Orang mati tidak dapat melihat atau mendengar atau berpikir.—Pengkhotbah 9:5.
  • Orang mati sedang beristirahat; mereka tidak menderita.—Yohanes 11:11.
  • Manusia mati karena mewarisi dosa dari Adam.—Roma 5:12.

PASAL 7
Apakah Anda pernah kehilangan orang yang Anda cintai karena kematian?Bisakah Anda bertemu lagi dengan mereka? Pelajarilah apa yang Alkitab ajarkan mengenai kebangkitan.

00:00
21:39
  • Bagaimana kita tahu bahwa orang mati pasti dibangkitkan?
  • Apakah Yehuwa memang ingin membangkitkan orang mati?
  • Siapa yang akan dibangkitkan?
1-3. Apa musuh yang mengejar kita semua, dan mengapa kita akan merasa agak lega dengan membahas apa yang Alkitab ajarkan?
BAYANGKAN Anda sedang lari dikejar musuh yang kejam.Ia jauh lebih kuat dan lebih gesit. Ia tak kenal belas kasihan karena Anda pernah melihatnya membunuh beberapa sahabat Anda. Sekencang apa pun Anda berlari, ia kian mendekat. Anda nyaris putus asa.Tetapi, tiba-tiba muncullah seorang penyelamat.Ia jauh lebih kuat daripada musuh Anda, dan ia berjanji akan menolong Anda. Oh, betapa leganya!
2 Dapat dikatakan, kita semua, termasuk Anda, sedang dikejar oleh musuh seperti itu.Sebagaimana telah kita pelajari dalam pasal sebelumnya, Alkitab menyebut kematian sebagai musuh.Tidak seorang pun dari kita dapat lari darinya atau melawannya.Kebanyakan dari kita telah melihat musuh ini menelan nyawa orang-orang yang kita cintai.Tetapi, Yehuwa jauh lebih kuat daripada kematian.Ia adalah Penyelamat yang pengasih yang sudah menunjukkan bahwa Ia dapat mengalahkan musuh itu. Dan, Ia berjanji akan membinasakan musuh tersebut, yaitu kematian, secara tuntas. Alkitab mengajarkan, ”Sebagai musuh terakhir, kematian akan ditiadakan.” (1 Korintus 15:26) Itu benar-benar kabar baik!
3 Mari kita bahas terlebih dahulu bagaimana perasaan kita  apabila teman kita meninggal. Dengan demikian, kita akan lebih memahami suatu janji yang akan membuat kita bahagia. Ya, Yehuwa berjanji bahwa orang mati akan hidup lagi. (Yesaya 26:19) Mereka akan dihidupkan kembali. Jadi, orang yang sudah mati punya harapan untuk dibangkitkan.
APABILA ORANG TERCINTA MENINGGAL
4. (a) Mengapa reaksi Yesus terhadap kematian orang yang tercinta mengajar kita tentang perasaan Yehuwa? (b) Persahabatan istimewa apa yang Yesus jalin?
4 Pernahkah Anda kehilangan seseorang yang Anda cintai?Kepedihan hati, dukacita, dan perasaan tidak berdaya seolah-olah tak tertanggungkan.Pada saat-saat seperti itu, kita perlu mencari penghiburan dari Firman Allah. (2 Korintus 1:3, 4) Dengan mempelajari Alkitab, kita dapat lebih mengerti bagaimana perasaan Yehuwa dan Yesus terhadap kematian.Yesus, yang dengan sempurna mencerminkan Bapaknya, tahu betapa pedihnya ditinggal mati seseorang. (Yohanes 14:9) Apabila Yesus berada di Yerusalem, ia biasanya mengunjungi Lazarus dan saudara-saudaranya, Maria dan Marta, yang tinggal tidak jauh dari situ, di desa Betani.Mereka menjadi sahabat karibnya. Alkitab mengatakan, ”Yesus mengasihi Marta dan saudara perempuannya dan Lazarus.” (Yohanes 11:5) Tetapi, seperti yang kita pelajari di pasal sebelumnya, suatu ketika Lazarus mati.
5, 6. (a) Bagaimana tanggapan Yesus ketika ia berada di tengah-tengah keluarga dan sahabat-sahabat Lazarus yang sedang berdukacita? (b) Mengapa kesedihan Yesus membesarkan hati kita?
5 Bagaimana perasaan Yesus ketika sahabatnya meninggal?Dalam kisah itu diceritakan bahwa Yesus mengunjungi sanak keluarga dan sahabat-sahabat Lazarus yang sedang berkabung.Ketika melihat mereka, Yesus sangat terharu.Ia ”mengerang dalam roh dan merasa susah”. Lalu, menurut kisah itu, ”Yesus meneteskan air mata.” (Yohanes 11:33, 35) Apakah kesedihan Yesus mengartikan bahwa ia tidak mempunyai harapan? Sama sekali tidak.Sebenarnya, Yesus tahu bahwa sesuatu yang menakjubkan bakal terjadi. (Yohanes 11:3, 4) Namun, ia tetap merasakan kepedihan dan dukacita akibat kematian.
6 Dari satu segi, kesedihan Yesus membesarkan hati kita,  karena hal itu menunjukkan bahwa Yesus dan Bapaknya, Yehuwa, membenci kematian. Tetapi, Allah Yehuwa mampu melawan dan mengalahkan musuh itu! Mari kita lihat kemampuan yang Allah berikan kepada Yesus.
”LAZARUS, MARILAH KE LUAR!”
7, 8. Dalam pandangan para pelayat, mengapa tampaknya tidak ada harapan lagi bagi Lazarus, tetapi apa yang Yesus lakukan?
7 Jenazah Lazarus telah diletakkan di sebuah gua, dan Yesus minta agar batu yang menutup pintu gua itu disingkirkan.Marta berkeberatan karena Lazarus sudah mati selama empat hari sehingga mayatnya pasti sudah mulai membusuk. (Yohanes 11:39) Dari sudut pandangan manusia, semua harapan tentu telah sirna.
Kebangkitan Lazarus mendatangkan sukacita besar.—Yohanes 11:38-44
8 Namun, batu itu disingkirkan juga, dan Yesus berseru dengan keras, ”Lazarus, marilah ke luar!” Lalu, apa yang terjadi? ”Orang yang telah mati itu keluar.” (Yohanes 11:43, 44) Dapatkah Anda bayangkan betapa senangnya orang-orang yang ada di sana? Entah Lazarus itu adik, sanak keluarga, sahabat, atau tetangga mereka, setahu mereka, ia sudah meninggal. Namun, itu dia, orang yang mereka cintai, ada lagi bersama mereka.Ia masih sama seperti sebelum ia meninggal. Kelihatannya sulit dipercaya! Banyak orang tentu bersukacita dan memeluk Lazarus. Benar-benar suatu kemenangan atas kematian!
Elia membangkitkan putra seorang janda.—1 Raja 17:17-24
9, 10.(a) Bagaimana Yesus menyingkapkan siapa yang memberinya kuasa untuk membangkitkan Lazarus?(b) Apa saja manfaat membaca kisah-kisah kebangkitan dalam Alkitab?
9 Yesus tidak mengaku telah melakukan mukjizat yang menakjubkan itu dengan kuasanya sendiri. Dalam doanya persis sebelum memanggil Lazarus, ia membuat jelas bahwa Yehuwa-lah yang melakukan kebangkitan itu. (Yohanes 11:41, 42) Bukan kali ini saja Yehuwa menggunakan kuasa-Nya untuk membangkitkan orang mati.Kebangkitan Lazarus hanya satu di antara sembilan mukjizat kebangkitan yang dicatat dalam Firman Allah. * Membaca dan mempelajari kisah-kisah tersebut  membuat kita bersukacita. Kisah-kisah tersebut mengajar kita bahwa Allah tidak berat sebelah, sebab yang dibangkitkan mencakup orang tua dan muda, pria dan wanita, orang Israel dan non-Israel. Dan, betapa besar sukacita yang dilukiskan dalam ayat-ayat itu! Misalnya, ketika Yesus membangkitkan seorang gadis remaja, orang tuanya ”sangat takjub dengan kegembiraan yang meluap-luap”. (Markus 5:42) Ya, Yehuwa telah memberi mereka sukacita yang tidak akan pernah mereka lupakan.
Rasul Petrus membangkitkan wanita Kristen yang bernama Dorkas.—Kisah 9:36-42
10 Memang, orang-orang yang dibangkitkan oleh Yesus akhirnya mati lagi.Jadi, apakah percuma saja mereka dibangkitkan?Sama sekali tidak.Kisah-kisah Alkitab itu meneguhkan kebenaran-kebenaran yang penting dan memberi kita harapan.
PELAJARAN DARI KISAH-KISAH KEBANGKITAN
11. Bagaimana kisah kebangkitan Lazarus ikut meneguhkan kebenaran yang dicatat di Pengkhotbah 9:5?
11 Alkitab mengajarkan bahwa orang mati ”sama sekali tidak sadar akan apa pun”. Mereka tidak hidup dan tidak berada dalam keadaan sadar di suatu tempat.Kisah Lazarus meneguhkan hal ini.Setelah hidup lagi, apakah Lazarus membuat orang terpukau oleh ceritanya tentang surga? Atau, apakah ia membuat mereka takut oleh cerita-cerita mengerikan tentang neraka yang menyala-nyala? Tidak.Alkitab tidak mengatakan bahwa Lazarus menceritakan hal-hal itu. Sewaktu mati selama empat hari, ia ”sama sekali tidak sadar akan apa pun”. (Pengkhotbah 9:5) Lazarus hanya tidur dalam kematian.—Yohanes 11:11.
12. Mengapa kita dapat yakin bahwa kebangkitan Lazarus benar-benar terjadi?
12 Kisah Lazarus juga mengajar kita bahwa kebangkitan benar-benar terjadi, bukan hanya dongeng.Yesus membangkitkan Lazarus di hadapan banyak saksi mata.Bahkan para pemimpin agama, yang membenci Yesus, tidak menyangkal mukjizat itu. Mereka mengatakan, ”Apa yang harus kita lakukan, karena orang itu [Yesus] mengadakan banyak tanda?” (Yohanes 11:47) Banyak orang datang untuk melihat pria yang telah dibangkitkan itu.Hasilnya, semakin banyak lagi yang beriman kepada Yesus. Bagi mereka, Lazarus adalah bukti hidup bahwa Yesus  diutus oleh Allah. Bukti itu begitu kuat sehingga beberapa pemimpin agama Yahudi yang keras hati berencana untuk membunuh Yesus maupun Lazarus.—Yohanes 11:53; 12:9-11.
13. Apa dasarnya untuk percaya bahwa Yehuwa sungguh dapat membangkitkan orang mati?
13 Apakah realistis untuk percaya bahwa kebangkitan benar-benar terjadi? Ya, sebab Yesus mengajarkan bahwa pada suatu hari ’semua orang dalam makam peringatan’ akan dibangkitkan. (Yohanes 5:28) Yehuwa adalah Pencipta segala bentuk kehidupan. Apakah sulit untuk percaya bahwa Ia dapat menciptakan kembali kehidupan? Memang, hal itu sangat bergantung pada daya ingat Yehuwa. Dapatkah Ia mengingat orang-orang yang kita cintai yang telah meninggal? Bintang-bintang di alam semesta ini tak terhitung banyaknya, namun Allah dapat menyebutkan nama setiap bintang! (Yesaya 40:26) Jadi, Allah Yehuwa dapat mengingat orang-orang tercinta yang telah meninggal, sampai ke hal-hal yang terkecil, dan Ia dapat menghidupkan mereka lagi.
14, 15.Sebagaimana digambarkan dalam kata-kata Ayub, apakah Yehuwa memang ingin membangkitkan orang mati?
14 Tetapi, apakah Yehuwa memang ingin membangkitkan orang mati? Alkitab mengajarkan bahwa Ia ingin sekali melakukannya. Pria yang setia bernama Ayub bertanya, ”Jika laki-laki mati dapatkah ia hidup lagi?” Ayub sedang berbicara tentang orang mati dalam kuburan yang menunggu saatnya untuk diingat Allah. Ia mengatakan kepada Yehuwa, ”Engkau akan memanggil, dan aku akan menjawab. Kepada karya tanganmu engkau akan rindu.”—Ayub 14:13-15.
15 Coba pikir! Yehuwa benar-benar rindu untuk menghidupkan kembali orang mati.Kita tentu merasa gembira, bukan, mengetahui bahwa begitulah perasaan Yehuwa? Tetapi, mengenai kebangkitan di masa depan, siapa yang akan dibangkitkan, dan di mana?
’SEMUA ORANG DALAM MAKAM PERINGATAN’
16. Orang mati akan dibangkitkan untuk hidup di bawah keadaan apa?
16 Kisah-kisah kebangkitan dalam Alkitab banyak mengajar  kita tentang kebangkitan yang akan terjadi di masa depan. Pada zaman dahulu, orang-orang yang dihidupkan kembali di bumi ini dipersatukan lagi dengan orang-orang yang mereka cintai. Hal yang sama juga akan terjadi di masa depan—tetapi jauh lebih baik. Seperti yang telah kita pelajari di Pasal 3, Allah telah menetapkan bahwa seluruh bumi ini akan dijadikan firdaus. Maka, orang mati tidak akan dibangkitkan untuk hidup di dunia yang penuh dengan peperangan, kejahatan, dan penyakit. Mereka akan memiliki kesempatan untuk hidup selama-lamanya di bumi ini di bawah keadaan yang penuh damai dan bahagia.
17. Seberapa luaskah jangkauan kebangkitan?
17 Siapa yang akan dibangkitkan? Yesus mengatakan bahwa ’semua orang dalam makam peringatan akan mendengar suara Yesus lalu keluar’. (Yohanes 5:28, 29) Demikian pula, Penyingkapan 20:13 mengatakan, ”Laut menyerahkan orang-orang mati yang ada di dalamnya, dan kematian dan Hades menyerahkan orang-orang mati yang ada di dalamnya.” ”Hades” memaksudkan kuburan umum umat manusia. (Lihat Apendiks, halaman 212-13.) Semua kuburan itu akan dikosongkan. Miliaran orang yang beristirahat di sana akan hidup kembali. Rasul Paulus mengatakan, ”Akan ada kebangkitan untuk orang-orang yang adil-benar maupun yang tidak adil-benar.” (Kisah 24:15) Apa artinya itu?
Di Firdaus, orang mati akan bangkit dan dipersatukan kembali dengan orang-orang yang mereka cintai
18. Siapa yang termasuk di antara ’orang-orang adil-benar’ yang akan dibangkitkan, dan bagaimana perasaan Anda sendiri terhadap harapan ini?
18 ”Orang-orang yang adil-benar” mencakup banyak orang yang kisahnya kita baca dalam Alkitab dan yang hidup sebelum Yesus datang ke bumi. Nuh, Abraham, Sara, Musa, Rut, Ester, dan banyak lagi mungkin muncul dalam ingatan Anda. Beberapa pria dan wanita yang beriman itu disebutkan di buku Ibrani pasal 11. Tetapi, ”orang-orang yang adil-benar” juga mencakup hamba-hamba Yehuwa yang mati pada zaman kita. Jadi, karena ada harapan kebangkitan, kita tidak perlu takut lagi akan kematian.—Ibrani 2:15.
19. Siapakah orang-orang ”yang tidak adil-benar”, dan kesempatan apa yang dengan baik hati Yehuwa ulurkan kepada mereka?
 19 Bagaimana dengan semua orang yang tidak melayani atau menaati Yehuwa karena mereka tidak pernah mengenal Dia? Miliaran orang ”yang tidak adil-benar” itu tidak akan dilupakan. Mereka juga akan dibangkitkan dan diberi waktu untuk belajar tentang Allah yang benar dan melayani Dia. Selama suatu periode seribu tahun, orang mati akan dibangkitkan dan diberi kesempatan untuk melayani Yehuwa bersama orang-orang yang beriman di bumi. Masa itu benar-benar menakjubkan. Dalam Alkitab, periode itu disebut Hari Penghakiman*
20. Apakah Gehena itu, dan siapa yang pergi ke sana?
20 Apakah ini berarti bahwa setiap orang yang pernah hidup akan dibangkitkan? Tidak. Alkitab mengatakan bahwa ada orang mati yang berada di ”Gehena”. (Lukas 12:5) Nama Gehena berasal dari sebuah lokasi pembuangan sampah di luar kota Yerusalem kuno. Mayat para penjahat yang keji juga dibuang dan dibakar di sana, karena orang Yahudi menganggap mereka tidak layak dikuburkan dan dibangkitkan. Jadi, Gehena cocok untuk melambangkan kebinasaan kekal. Meskipun Yesus akan berperan untuk menghakimi orang yang hidup dan mati, Yehuwa-lah yang menjadi Hakim terakhir. (Kisah 10:42) Ia tidak akan membangkitkan orang-orang yang Ia vonis sebagai orang yang fasik dan tidak mau berubah.
KEBANGKITAN KE SURGA
21, 22. (a) Kebangkitan apa lagi yang disebutkan? (b) Siapakah yang pertama kali dibangkitkan untuk hidup sebagai makhluk roh?
21 Alkitab juga menyebutkan kebangkitan lain, yaitu untuk hidup sebagai makhluk roh di surga. Alkitab hanya mencatat satu contoh dari kebangkitan ini, yaitu kebangkitan Yesus Kristus.
22 Setelah Yesus dibunuh, Yehuwa tidak membiarkan Putra-Nya yang setia itu tetap berada dalam kuburan. (Mazmur 16:10; Kisah 13:34, 35) Allah membangkitkan Yesus, tetapi tidak untuk hidup sebagai manusia lagi. Rasul Petrus menjelaskan bahwa  Kristus ”dibunuh sebagai manusia, tetapi dihidupkan sebagai roh”. (1 Petrus 3:18) Sungguh luar biasa mukjizat itu. Yesus hidup lagi sebagai pribadi roh yang perkasa! (1 Korintus 15:3-6) Yesus adalah pribadi yang paling pertama menerima kebangkitan yang mulia ini. (Yohanes 3:13) Tetapi, dia bukan yang terakhir.
23, 24.”Kawanan kecil” Yesus terdiri dari siapa, dan berapa jumlah mereka?
23 Yesus tahu bahwa ia tidak lama lagi akan kembali ke surga, maka ia memberi tahu para pengikutnya yang setia bahwa ia akan ”menyiapkan tempat” bagi mereka. (Yohanes 14:2) Orang-orang yang akan pergi ke surga itu Yesus sebut sebagai ”kawanan kecil”-nya. (Lukas 12:32) Berapa banyak orang Kristen setia yang termasuk dalam kelompok yang relatif kecil itu? Menurut Penyingkapan 14:1, rasul Yohanes mengatakan, ”Aku memandang, dan, lihat! Anak Domba itu [Yesus Kristus] berdiri di Gunung Zion, dan bersama dia seratus empat puluh empat ribu orang dan di dahi mereka tertulis nama dia dan nama Bapaknya.”
24 Ke-144.000 orang Kristen itu, termasuk rasul-rasul Yesus yang setia, dibangkitkan untuk hidup di surga.Kapan mereka dibangkitkan? Rasul Paulus menulis bahwa hal itu akan terjadi pada masa kehadiran Kristus. (1 Korintus 15:23) Sebagaimana yang akan Anda pelajari di Pasal 9, kita sekarang hidup pada masa itu. Jadi, sedikit orang yang tersisa dari ke-144.000 itu, yang mati pada zaman kita, langsung dibangkitkan untuk hidup di surga. (1 Korintus 15:51-55) Tetapi, sebagian besar umat manusia mempunyai harapan akan dibangkitkan di masa depan untuk hidup dalam Firdaus di bumi.
25. Apa yang akan dibahas dalam pasal berikutnya?
25 Ya, Yehuwa benar-benar akan mengalahkan musuh kita, yaitu kematian, yang akan dilenyapkan untuk selama-lamanya! (Yesaya 25:8) Namun, Anda mungkin bertanya-tanya, ’Apa yang akan dilakukan oleh orang-orang yang dibangkitkan ke surga?’ Mereka akan menjadi bagian dari pemerintahan Kerajaan yang menakjubkan di surga. Kita akan belajar lebih banyak tentang pemerintahan itu di pasal berikutnya.
 APA YANG ALKITAB AJARKAN
  • Kisah-kisah kebangkitan dalam Alkitab memberi kita harapan yang pasti.—Yohanes 11:39-44.
  • Yehuwa ingin sekali menghidupkan kembali orang mati.—Ayub 14:13-15.
  • Semua yang berada dalam kuburan umum umat manusia akan dibangkitkan.—Yohanes 5:28, 29.
PASAL 8
Banyak orang tahu doa Bapa Kami. Apa arti kata-kata: ”Biarlah kerajaanmu datang”?

 PASAL DELAPAN
Apakah Kerajaan Allah Itu?
00:00
21:57
  • Apa saja yang Alkitab katakan tentang Kerajaan Allah?
  • Apa yang akan dilakukan Kerajaan Allah?
  • Kapan Kerajaan itu akan mewujudkan kehendak Allah di bumi?
1. Doa terkenal apa yang akan diulas?
JUTAAN orang di seluruh dunia mengenal baik doa yang sering disebut Doa Bapak Kami. Itu adalah doa terkenal yang diberikan sebagai contoh doa oleh Yesus Kristus sendiri. Pokok-pokok dalam doa itu sangat dalam maknanya, dan pembahasan tentang tiga permohonan pertama dalam doa itu akan membantu Anda mengetahui lebih banyak tentang apa yang sebenarnya Alkitab ajarkan.
2. Yesus mengajar murid-muridnya untuk mendoakan tiga hal apa?
2 Pada awal contoh doa ini, Yesus mengatakan kepada para pendengarnya, ”Beginilah kamu harus berdoa: ’Bapak kami yang di surga, biarlah namamu disucikan. Biarlah kerajaanmu datang. Biarlah kehendakmu terjadi, seperti di surga, demikian pula di atas bumi.’” (Matius 6:9-13) Apa arti ketiga permohonan itu?
3. Apa yang perlu kita ketahui tentang Kerajaan Allah?
3 Kita sudah banyak belajar tentang nama Allah, yaitu Yehuwa. Dan, sedikit banyak kita sudah membahas kehendak Allah—apa yang sudah dan masih akan Ia lakukan bagi umat manusia. Jadi, apa yang Yesus maksudkan ketika ia menyuruh kita berdoa, ”Biarlah kerajaanmu datang”? Apakah Kerajaan Allah itu? Bagaimana kedatangannya akan menyucikan, atau menguduskan, nama Allah? Dan, apa kaitan antara datangnya Kerajaan itu dan terjadinya kehendak Allah?
 APAKAH KERAJAAN ALLAH ITU?
4. Apakah Kerajaan Allah itu, dan siapakah Rajanya?
4 Kerajaan Allah adalah suatu pemerintahan yang didirikan oleh Allah Yehuwa dengan seorang Raja yang dipilih Allah. Siapakah Rajanya? Yesus Kristus. Sebagai Raja, Yesus lebih mulia daripada semua penguasa manusia, dan ia disebut ”Raja atas mereka yang memerintah sebagai raja dan Tuan atas mereka yang memerintah sebagai tuan”. (1 Timotius 6:15) Ia memiliki kuasa untuk melakukan jauh lebih banyak kebaikan daripada penguasa manusia mana pun, bahkan daripada penguasa yang terbaik.
5. Dari mana Kerajaan Allah memerintah, dan atas siapa?
5 Dari manakah Kerajaan Allah akan memerintah? Nah, di manakah Yesus sekarang? Anda tentu ingat bahwa ia dibunuh pada tiang siksaan, lalu dibangkitkan. Tidak lama setelah itu, ia naik ke surga. (Kisah 2:33) Jadi, di situlah Kerajaan Allah berada—di surga. Itulah sebabnya Alkitab menyebutnya ’kerajaan surgawi’. (2 Timotius 4:18) Meskipun berada di surga, Kerajaan Allah akan memerintah atas bumi.—Penyingkapan 11:15.
6, 7. Mengapa Yesus adalah Raja yang luar biasa?
6 Mengapa Yesus adalah Raja yang luar biasa? Satu alasannya, ia tidak akan mati. Untuk membandingkan Yesus dengan raja-raja manusia, Alkitab menyebutnya ”pribadi satu-satunya yang mempunyai peri tidak berkematian, yang tinggal dalam terang yang tidak terhampiri”. (1 Timotius 6:16) Itu berarti semua kebaikan yang Yesus lakukan akan langgeng. Dan, ia pasti akan melakukan banyak hal yang benar-benar bermanfaat bagi rakyatnya.
7 Perhatikan nubuat Alkitab tentang Yesus, ”Roh Yehuwa akan menetap padanya, roh hikmat dan roh pengertian, roh nasihat dan roh keperkasaan, roh pengetahuan dan roh takut akan Yehuwa; ia memperoleh kesenangan dalam hal takut akan Yehuwa. Ia tidak akan menghakimi berdasarkan apa yang tampak di matanya saja, ataupun menegur menurut  apa yang didengar oleh telinganya saja. Ia akan menghakimi orang kecil dengan keadilbenaran, dan dengan kelurusan hati ia akan memberikan teguran demi orang-orang yang lembut hati di bumi.” (Yesaya 11:2-4) Kata-kata tersebut menunjukkan bahwa Yesus pasti akan menjadi Raja yang adil-benar dan beriba hati kepada rakyatnya di bumi. Inginkah Anda memiliki penguasa seperti itu?
8. Siapa yang akan memerintah bersama Yesus?
8 Ada fakta lain tentang Kerajaan Allah: Yesus tidak akan memerintah sendirian. Akan ada orang-orang lain yang memerintah bersamanya. Buktinya, rasul Paulus memberi tahu Timotius, ”Jika kita terus bertekun, kita juga akan memerintah bersama dia sebagai raja.” (2 Timotius 2:12) Ya, Paulus, Timotius, dan orang-orang setia lainnya yang Allah pilih akan memerintah bersama Yesus dalam Kerajaan surgawi. Berapa banyak orang yang akan mendapat hak istimewa itu?
9. Berapa banyak orang yang akan memerintah bersama Yesus, dan kapan Allah mulai memilih mereka?
9 Seperti ditunjukkan di Pasal 7 buku ini, dalam suatu penglihatan, rasul Yohanes melihat ”Anak Domba itu [Yesus Kristus] berdiri di Gunung Zion [tempat kedudukannya sebagai raja di surga], dan bersama dia seratus empat puluh empat ribu orang dan di dahi mereka tertulis nama dia dan nama Bapaknya”. Siapakah ke-144.000 orang itu? Yohanes sendiri memberi tahu kita, ”Mereka ini adalah orang-orang yang terus mengikuti Anak Domba itu ke mana pun ia pergi. Mereka ini dibeli dari antara umat manusia sebagai buah sulung bagi Allah dan bagi Anak Domba.” (Penyingkapan 14:1, 4) Ya, mereka adalah para pengikut Yesus Kristus yang setia yang khusus dipilih untuk memerintah di surga bersamanya. Setelah dibangkitkan dari kematian untuk hidup di surga, ”mereka akan memerintah sebagai raja-raja atas bumi” bersama Yesus. (Penyingkapan 5:10) Sejak zaman rasul-rasul, Allah telah memilih orang-orang Kristen yang setia untuk melengkapi jumlah 144.000.
10. Mengapa sangatlah pengasih bahwa umat manusia akan diperintah oleh Yesus dan ke-144.000 orang itu?
 10 Sangatlah pengasih bahwa umat manusia akan diperintah oleh Yesus dan ke-144.000 orang itu. Alasannya antara lain, Yesus tahu bagaimana rasanya menjadi manusia dan menderita. Paulus mengatakan bahwa Yesus ”bukanlah pribadi yang tidak dapat bersimpati terhadap kelemahan-kelemahan kita, tetapi pribadi yang telah diuji dalam segala hal seperti kita sendiri, namun tanpa dosa”. (Ibrani 4:15; 5:8) Rekan-rekannya juga telah menderita dan bertekun sebagai manusia. Selain itu, mereka pernah berjuang menghadapi ketidaksempurnaan dan harus mengatasi segala macam penyakit. Mereka pasti akan memahami problem-problem yang dihadapi manusia!
APA YANG AKAN DILAKUKAN KERAJAAN ALLAH?
11. Menurut Yesus, apa yang harus didoakan murid-muridnya mengenai kehendak Allah?
11 Ketika Yesus menyuruh murid-muridnya berdoa agar Kerajaan Allah datang, ia juga menyuruh mereka berdoa agar kehendak Allah terjadi, ”seperti di surga, demikian pula di atas bumi”. Allah ada di surga, dan di sana kehendak-Nya selalu terjadi atau dilaksanakan oleh para malaikat yang setia. Tetapi, di Pasal 3 buku ini kita belajar bahwa pada suatu waktu ada malaikat jahat yang tidak lagi melaksanakan kehendak Allah dan membuat Adam dan Hawa berdosa. Di Pasal 10, kita akan belajar lebih banyak tentang apa yang Alkitab ajarkan mengenai malaikat yang fasik itu, yang disebut Setan si Iblis. Setan dan para malaikat yang memilih untuk mengikuti dia, yang disebut hantu-hantu, diizinkan tinggal di surga selama suatu waktu. Jadi, selama masa itu, tidak semua penghuni surga melakukan kehendak Allah. Namun, keadaan itu berubah sewaktu Kerajaan Allah mulai memerintah. Raja yang baru ditakhtakan, Yesus Kristus, melancarkan perang melawan Setan.—Penyingkapan 12:7-9.
12. Dua peristiwa penting apa digambarkan di Penyingkapan 12:10?
 12 Kata-kata nubuat berikut ini menggambarkan apa yang terjadi, ”Aku mendengar suatu suara yang keras di surga mengatakan, ’Sekarang keselamatan dan kuasa dan kerajaan Allah kita dan wewenang Kristusnya telah menjadi kenyataan karena [Setan] penuduh saudara-saudara kita, yang menuduh mereka siang dan malam di hadapan Allah kita, telah dicampakkan!’” (Penyingkapan 12:10) Apakah Anda memperhatikan dua peristiwa sangat penting yang digambarkan di ayat itu? Pertama, Kerajaan Allah di bawah Yesus Kristus mulai memerintah. Kedua, Setan dicampakkan dari surga ke bumi.
13. Apa dampaknya setelah Setan dicampakkan dari surga?
13 Apa dampak kedua peristiwa itu? Mengenai apa yang terjadi di surga, kita membaca, ”Karena itu, bergembiralah, hai, surga, dan kamu yang berdiam di dalamnya!” (Penyingkapan 12:12) Ya, para malaikat yang setia di surga bersukacita karena setelah Setan dan hantu-hantunya disingkirkan, surga hanya dihuni oleh makhluk-makhluk yang setia kepada Allah Yehuwa. Mereka menikmati keadaan yang penuh damai dan harmonis tanpa gangguan. Pada waktu itu, kehendak Allah pun terjadi di surga.
Setelah Setan dan hantu-hantunya dicampakkan dari surga, bumi mengalami celaka. Kesusahan ini akan segera berakhir
14. Apa yang terjadi setelah Setan dicampakkan ke bumi?
14 Tetapi, bagaimana dengan bumi? Alkitab mengatakan, ”Celaka bagi bumi dan bagi laut, sebab si Iblis telah turun kepadamu dengan kemarahan yang besar, karena ia tahu bahwa waktunya tinggal sedikit.” (Penyingkapan 12:12) Setan marah karena ia dicampakkan dari surga dan waktu yang tersisa baginya tinggal sedikit. Dalam kemarahannya, ia menimbulkan kesengsaraan, atau ”celaka”, di bumi. Kita akan belajar lebih banyak tentang ”celaka” itu di pasal berikutnya. Tetapi kalau begitu, kita mungkin bertanya, Bagaimana Kerajaan itu dapat mewujudkan kehendak Allah di bumi?
15. Apa kehendak Allah bagi bumi?
15 Nah, Anda tentu ingat apa kehendak Allah bagi bumi. Anda sudah belajar tentang hal itu di Pasal 3. Di Eden, Allah  menunjukkan bahwa Ia menghendaki agar bumi ini menjadi firdaus yang dipenuhi dengan umat manusia yang adil-benar dan tidak akan pernah mati. Setan menyebabkan Adam dan Hawa berdosa, dan hal itu mempengaruhi terwujudnya kehendak Allah bagi bumi, tetapi tidak mengubahnya. Yehuwa tetap menginginkan agar ’orang-orang adil-benar memiliki bumi dan mendiaminya untuk selama-lamanya’. (Mazmur 37:29) Dan, Kerajaan Allah akan mewujudkan hal itu. Bagaimana caranya?
16, 17. Apa yang dikatakan Daniel 2:44 tentang Kerajaan Allah?
16 Perhatikan nubuat di Daniel 2:44. Kita membaca, ”Pada zaman raja-raja itu, Allah yang berkuasa atas surga akan mendirikan suatu kerajaan yang tidak akan pernah binasa. Dan kerajaan itu tidak akan beralih kepada bangsa lain. Kerajaan itu akan meremukkan dan mengakhiri semua kerajaan ini, dan akan tetap berdiri sampai waktu yang tidak tertentu.” Apa yang dikatakan ayat itu tentang Kerajaan Allah?
17 Pertama, kita diberi tahu bahwa Kerajaan Allah akan didirikan ”pada zaman raja-raja itu”, atau sewaktu kerajaan-kerajaan lain masih berkuasa. Kedua, Kerajaan itu akan tetap ada untuk selama-lamanya, tidak akan ditaklukkan dan digantikan oleh pemerintahan lain. Ketiga, akan ada perang antara Kerajaan Allah dan kerajaan-kerajaan di dunia ini. Kerajaan Allah akan menang dan akhirnya menjadi satu-satunya pemerintahan atas umat manusia. Pada waktu itulah manusia akan menikmati pemerintahan yang paling baik.
18. Apa nama pertempuran terakhir antara Kerajaan Allah dan semua pemerintahan di dunia ini?
18 Alkitab memuat banyak keterangan tentang perang terakhir itu, antara Kerajaan Allah dan semua pemerintahan di dunia ini. Antara lain, Alkitab mengajarkan bahwa seraya perang itu mendekat, roh-roh yang fasik akan menyebarkan dusta untuk memperdayakan ”raja-raja seluruh bumi yang berpenduduk”. Apa tujuannya? ”Untuk mengumpulkan mereka [raja-raja itu] menuju perang pada hari besar Allah  Yang Mahakuasa.” Raja-raja di bumi akan dikumpulkan ke ”tempat yang dalam bahasa Ibrani disebut Har–Magedon”. (Penyingkapan 16:14, 16) Berdasarkan kedua ayat itu, pertempuran terakhir antara semua pemerintahan manusia dan Kerajaan Allah disebut Har–Magedon, atau Armagedon.
19, 20. Mengapa kehendak Allah belum terjadi di bumi sekarang ini?
19 Apa yang akan dicapai oleh Kerajaan Allah melalui Armagedon? Anda masih ingat, bukan, apa kehendak Allah bagi bumi? Allah Yehuwa telah menetapkan agar bumi dipenuhi dengan umat manusia yang adil-benar dan sempurna, yang melayani Dia di Firdaus. Hal itu belum terwujud sekarang, antara lain, karena kita masih berdosa, bisa jatuh sakit, dan mati. Tetapi, kita belajar di Pasal 5 bahwa Yesus mati bagi kita agar kita dapat hidup untuk selama-lamanya. Anda mungkin ingat kata-kata yang dicatat di Injil Yohanes, ”Allah begitu mengasihi dunia ini, ia memberikan Putra satu-satunya yang diperanakkan, agar setiap orang yang memperlihatkan iman akan dia tidak akan dibinasakan melainkan memperoleh kehidupan abadi.”—Yohanes 3:16.
20 Problem lain ialah banyak orang melakukan hal-hal yang fasik. Mereka berdusta, menipu, dan melakukan hal-hal yang amoral. Mereka tidak mau melakukan kehendak Allah. Orang yang melakukan hal-hal yang fasik akan dibinasakan dalam perang Allah di Armagedon. (Mazmur 37:10) Alasan lain lagi mengapa kehendak Allah belum terjadi di bumi ialah karena pemerintahan-pemerintahan yang ada sekarang tidak menganjurkan orang untuk melakukan kehendak Allah. Banyak pemerintahan kurang tegas, kejam, atau korup. Alkitab dengan terus terang mengatakan, ”Manusia menguasai manusia sehingga ia celaka.”—Pengkhotbah 8:9.
21. Bagaimana Kerajaan Allah akan mewujudkan kehendak Allah di bumi?
21 Setelah Armagedon, hanya akan ada satu pemerintahan saja atas umat manusia, yaitu Kerajaan Allah. Kerajaan itu akan melaksanakan kehendak Allah dan mendatangkan berkat-berkat yang menakjubkan. Misalnya, Kerajaan itu  akan menyingkirkan Setan dan hantu-hantunya. (Penyingkapan 20:1-3) Kuasa korban tebusan Yesus mulai bekerja sehingga manusia yang setia tidak akan jatuh sakit dan mati lagi, tetapi mereka dapat hidup selama-lamanya di bawah pemerintahan Kerajaan itu. (Penyingkapan 22:1-3) Bumi ini akan dijadikan firdaus. Jadi, Kerajaan itu akan mewujudkan kehendak Allah di bumi dan akan menyucikan nama Allah. Apa artinya itu? Itu berarti bahwa pada akhirnya, di bawah Kerajaan Allah, segala yang hidup akan menghormati nama Yehuwa.
KAPAN KERAJAAN ALLAH AKAN BERTINDAK?
22. Dari mana kita tahu bahwa Kerajaan Allah tidak datang ketika Yesus berada di bumi atau segera setelah ia dibangkitkan?
22 Ketika Yesus menyuruh para pengikutnya berdoa, ”Biarlah kerajaanmu datang,” jelaslah bahwa pada waktu itu, Kerajaan tersebut belum datang. Apakah Kerajaan itu datang pada waktu Yesus naik ke surga? Tidak, karena Petrus maupun Paulus mengatakan bahwa setelah Yesus dibangkitkan, nubuat di Mazmur 110:1 tergenap pada dirinya, ”Ucapan Yehuwa kepada Tuanku, ’Duduklah di sebelah kananku sampai aku menempatkan musuh-musuhmu sebagai tumpuan kakimu.’” (Kisah 2:32-35; Ibrani 10:12, 13) Ada masa penantian.
Di bawah pemerintahan Kerajaan, kehendak Allah akan terjadi di bumi seperti di surga
23. (a) Kapan Kerajaan Allah mulai memerintah? (b) Apa yang akan dibahas dalam pasal berikutnya?
23 Untuk berapa lama? Pada abad ke-19 dan ke-20, siswa-siswa Alkitab yang tulus secara progresif memahami bahwa masa penantian itu akan  berakhir pada tahun 1914. (Mengenai tahun itu, lihat Apendiks, halaman 215-18.) Peristiwa-peristiwa dunia yang mulai terjadi pada tahun 1914 meneguhkan bahwa pemahaman tersebut tepat. Nubuat Alkitab yang tergenap menunjukkan bahwa pada tahun 1914, Kristus menjadi Raja dan Kerajaan surgawi Allah mulai memerintah. Jadi, kita sekarang hidup pada periode ’waktu yang tinggal sedikit’ bagi Setan. (Penyingkapan 12:12; Mazmur 110:2) Kita juga dapat mengatakan dengan pasti bahwa tidak lama lagi Kerajaan Allah akan bertindak agar kehendak Allah terjadi di bumi. Bukankah ini kabar gembira? Percayakah Anda bahwa ini akan menjadi kenyataan? Pasal berikutnya akan membantu Anda melihat bahwa hal-hal itu benar-benar diajarkan dalam Alkitab.
APA YANG ALKITAB AJARKAN
  • Kerajaan Allah adalah pemerintahan surgawi dengan Yesus Kristus sebagai Raja, dan dari antara umat manusia, 144.000 orang dipilih untuk memerintah bersamanya.—Penyingkapan 14:1, 4.
  • Kerajaan itu mulai memerintah pada tahun 1914, dan pada waktu itulah Setan dicampakkan dari surga ke bumi.—Penyingkapan 12:9.
  • Tidak lama lagi, Kerajaan Allah akan membinasakan semua pemerintahan manusia, dan bumi akan menjadi firdaus.—Penyingkapan 16:14, 16.
PASAL 9
Perhatikan bagaimana tingkah laku dan sikap orang-orang di sekitar kita membuktikan bahwa kita hidup pada hari-hari terakhir yang Alkitab nubuatkan.
 PASAL SEMBILAN
Apakah Kita Hidup pada ”Hari-Hari Terakhir”?
00:00
18:05
  • Peristiwa-peristiwa apa pada zaman kita yang dinubuatkan dalam Alkitab?
  • Menurut Firman Allah, orang-orang pada ”hari-hari terakhir” akan menjadi seperti apa?
  • Mengenai ”hari-hari terakhir”, hal-hal baik apa yang Alkitab nubuatkan?
1. Di mana kita bisa memperoleh keterangan tentang masa depan?
SEWAKTU menonton berita di televisi, pernahkah Anda bertanya-tanya, ’Bagaimana nasib dunia ini nantinya?’ Banyak bencana menimpa dengan begitu tiba-tiba dan tidak terduga sehingga tidak seorang pun dapat memperkirakan apa yang bakal terjadi besok. (Yakobus 4:14) Tetapi, Yehuwa tahu apa yang akan terjadi di masa depan. (Yesaya 46:10) Lama berselang, Firman-Nya, Alkitab, tidak hanya menubuatkan hal-hal buruk yang terjadi pada zaman kita, tetapi juga hal-hal menakjubkan yang akan segera terjadi.
2, 3. Apa yang ditanyakan murid-murid Yesus kepadanya, dan apa jawaban dia?
2 Yesus Kristus berbicara tentang Kerajaan Allah, yang akan mengakhiri kefasikan dan menjadikan bumi ini suatu firdaus. (Lukas 4:43) Orang-orang ingin tahu kapan Kerajaan itu akan datang. Sebenarnya, murid-murid Yesus bertanya kepadanya, ”Apa yang akan menjadi tanda kehadiranmu dan tanda penutup sistem ini?” (Matius 24:3) Yesus menjawab bahwa hanya Allah Yehuwa yang tahu persis kapan sistem ini akan berakhir. (Matius 24:36) Tetapi, Yesus menubuatkan hal-hal yang bakal terjadi di bumi tidak lama sebelum Kerajaan  itu mendatangkan perdamaian dan keamanan sejati bagi umat manusia. Apa yang ia nubuatkan kini sedang terjadi!
3 Sebelum memeriksa bukti bahwa kita sekarang hidup pada masa ”penutup sistem ini”, mari kita bahas sejenak suatu perang yang mustahil dilihat oleh manusia. Perang itu terjadi di surga, tetapi dampaknya mempengaruhi kita.
PERANG DI SURGA
4, 5. (a) Apa yang terjadi di surga tidak lama setelah Yesus menjadi Raja? (b) Menurut Penyingkapan 12:12, apa dampak perang di surga?
4 Pasal sebelumnya dari buku ini menjelaskan bahwa Yesus Kristus menjadi Raja di surga pada tahun 1914. (Daniel 7:13, 14) Tidak lama setelah itu, Yesus bertindak. ”Pecahlah perang di surga,” kata Alkitab. ”Mikhael [nama lain untuk Yesus] beserta malaikat-malaikatnya bertempur melawan naga itu [Setan si Iblis], dan naga itu beserta malaikat-malaikatnya bertempur.” * Setan beserta malaikat-malaikatnya yang fasik, yaitu hantu-hantu, kalah dan dicampakkan dari surga ke bumi. Malaikat-malaikat Allah yang setia bersukacita bahwa Setan dan hantu-hantunya telah disingkirkan. Sebaliknya, manusia tidak dapat bergembira seperti mereka karena Alkitab menubuatkan, ”Celaka bagi bumi . . . sebab si Iblis telah turun kepadamu dengan kemarahan yang besar, karena ia tahu bahwa waktunya tinggal sedikit.”—Penyingkapan 12:7, 9, 12.
5 Perhatikanlah apa dampak perang yang terjadi di surga itu. Dalam kemarahannya karena diusir dari surga, Setan mendatangkan celaka, atau kesusahan, ke atas penduduk bumi. Seperti yang akan Anda lihat, kita sekarang hidup pada zaman yang penuh kesusahan itu, tetapi hanya relatif sebentar saja—”waktunya tinggal sedikit”. Setan pun menyadari hal itu. Alkitab menyebut zaman ini ”hari-hari terakhir”. (2 Timotius 3:1) Alangkah senangnya kita karena Allah tidak lama  lagi akan melenyapkan pengaruh si Iblis atas bumi! Mari kita bahas beberapa hal yang dinubuatkan dalam Alkitab yang terjadi sekarang ini. Hal-hal itu membuktikan bahwa kita sedang hidup pada hari-hari terakhir dan bahwa Kerajaan Allah akan segera mendatangkan berkat yang tak habis-habisnya kepada orang-orang yang mengasihi Yehuwa. Pertama-tama, mari kita periksa empat corak dari tanda yang menurut Yesus akan menjadi ciri zaman kita sekarang ini.
PERISTIWA-PERISTIWA BESAR SELAMA HARI-HARI TERAKHIR
6, 7. Bagaimana kata-kata Yesus tentang perang dan kekurangan makanan tergenap dewasa ini?
6 ”Bangsa akan bangkit melawan bangsa dan kerajaan melawan kerajaan.” (Matius 24:7) Jutaan orang kehilangan nyawa dalam perang selama abad yang lalu. Seorang sejarawan Inggris menulis, ”Abad ke-20 adalah abad yang paling berdarah sepanjang sejarah. . . . Selama abad itu perang hampir tidak pernah berhenti, selalu saja ada konflik bersenjata yang terorganisasi, kecuali untuk beberapa periode singkat.” Sebuah laporan dari Lembaga Pengamat Dunia menyatakan, ”Korban perang pada abad [ke-20] ini tiga kali lebih banyak daripada jumlah korban dalam semua perang yang terjadi sejak abad pertama M sampai  tahun 1899.” Lebih dari 100 juta orang tewas akibat perang sejak tahun 1914. Jutaan orang mengalami penderitaan dan dukacita karena kehilangan orang-orang yang mereka cintai dalam perang. Anda pun mungkin pernah mengalami hal yang sama.
7 ”Akan ada kekurangan makanan.” (Matius 24:7) Menurut para peneliti, produksi makanan telah meningkat pesat selama 30 tahun terakhir ini. Tetapi, problem kekurangan makanan terus berlanjut karena banyak orang tidak punya cukup uang untuk membeli makanan atau tanah yang dapat digarap. Di negara-negara berkembang, jutaan orang terus menderita kelaparan. Organisasi Kesehatan Dunia memperkirakan bahwa kekurangan gizi merupakan penyebab utama kematian lebih dari lima juta anak setiap tahun.
8, 9. Apa yang menunjukkan bahwa nubuat Yesus tentang gempa bumi dan sampar telah menjadi kenyataan?
8 ”Akan ada gempa bumi yang hebat.” (Lukas 21:11) Menurut sebuah survei geologi di AS, rata-rata 19 gempa besar terjadi setiap tahun. Ini cukup kuat untuk merusak bangunan dan membelah tanah. Dan, setiap tahun ada saja gempa bumi yang cukup kuat untuk menghancurleburkan bangunan-bangunan. Catatan yang tersedia memperlihatkan bahwa gempa bumi telah memakan lebih dari dua juta korban  jiwa sejak 1900. Sebuah sumber menyatakan, ”Kemajuan teknologi tidak banyak mengurangi angka kematian.”
9 ”Akan ada sampar.” (Lukas 21:11) Meskipun ada perkembangan dalam bidang kedokteran, manusia tetap dihantui oleh penyakit lama dan baru. Menurut sebuah laporan, 20 penyakit yang terkenal—termasuk tuberkulosis, malaria, dan kolera—lebih sering berjangkit beberapa puluh tahun belakangan ini, dan beberapa jenis penyakit semakin sulit diobati. Sebenarnya, paling sedikit 30 penyakit baru telah muncul. Beberapa di antaranya belum ada obatnya dan mengakibatkan kematian.
ORANG-ORANG SELAMA HARI-HARI TERAKHIR
10. Sifat-sifat apa yang dinubuatkan di 2 Timotius 3:1-5 yang Anda lihat pada orang-orang dewasa ini?
10 Selain menyebutkan peristiwa-peristiwa besar di dunia, Alkitab menubuatkan bahwa pada hari-hari terakhir masyarakat manusia akan berubah. Rasul Paulus menguraikan bagaimana sifat orang pada umumnya di kemudian hari. Di 2 Timotius 3:1-5, kita membaca, ”Pada hari-hari terakhir akan datang masa kritis yang sulit dihadapi.” Antara lain, Paulus mengatakan bahwa orang akan
  • mencintai diri sendiri
  • mencintai uang
  • tidak taat kepada orang tua
  •   tidak loyal
  • tidak memiliki kasih sayang alami
  • tidak mempunyai pengendalian diri
  • garang
  • mencintai kesenangan sebaliknya daripada mengasihi Allah
  • berpengabdian yang saleh hanya secara lahiriah tetapi tidak hidup sesuai dengan kuasanya
11. Bagaimana Mazmur 92:7 menggambarkan apa yang akan terjadi atas orang-orang fasik?
11 Apakah orang-orang di lingkungan Anda telah menjadi seperti itu? Ya, pasti. Di mana-mana ada orang yang berperangai buruk. Hal itu menunjukkan bahwa tidak lama lagi Allah akan bertindak, sebab Alkitab mengatakan, ”Apabila orang-orang fasik bertunas seperti tumbuh-tumbuhan dan semua orang yang suka mencelakakan berkembang, itu hanyalah supaya mereka dimusnahkan selama-lamanya.”—Mazmur 92:7.
HAL-HAL BAIK!
12, 13. Mengapa dapat dikatakan bahwa ”pengetahuan yang benar” akan berlimpah pada ”zaman akhir” ini?
12 Sesuai dengan nubuat Alkitab, hari-hari terakhir memang penuh dengan kesusahan. Tetapi, di dunia yang penuh masalah ini, ada hal-hal baik yang terjadi di kalangan para penyembah Yehuwa.
 13 ”Pengetahuan yang benar akan berlimpah,” demikian bunyi nubuat di buku Daniel dalam Alkitab. Kapan? Pada ”zaman akhir”. (Daniel 12:4) Terutama sejak 1914, orang-orang yang benar-benar ingin melayani Yehuwa telah Ia bantu untuk semakin memahami Alkitab. Mereka semakin mengerti kebenaran yang berharga tentang nama dan maksud-tujuan Allah, korban tebusan Yesus Kristus, keadaan orang mati, dan kebangkitan. Selain itu, para penyembah Yehuwa telah belajar caranya menempuh kehidupan yang mendatangkan faedah bagi diri mereka dan pujian bagi Allah. Peranan dan caranya Kerajaan Allah akan menyelesaikan masalah-masalah di bumi juga menjadi semakin jelas bagi mereka. Lalu, apa yang mereka lakukan dengan pengetahuan itu? Pertanyaan itu menggiring kita ke nubuat lain lagi yang sedang digenapi pada hari-hari terakhir ini.
”Kabar baik kerajaan ini akan diberitakan di seluruh bumi yang berpenduduk.”—Matius 24:14
14. Seberapa luaskah pemberitaan kabar baik Kerajaan dewasa ini, dan siapa yang memberitakannya?
14 ”Kabar baik kerajaan ini akan diberitakan di seluruh bumi yang berpenduduk,” kata Yesus Kristus dalam nubuatnya tentang ”penutup sistem ini”. (Matius 24:3, 14) Di seluruh bumi, kabar baik tentang Kerajaan—apa Kerajaan itu, apa yang akan dilakukannya, dan bagaimana kita dapat menerima berkat-berkatnya—sedang diberitakan di lebih dari 230 negeri dan dalam lebih dari 400 bahasa. Jutaan Saksi-Saksi Yehuwa dengan penuh semangat memberitakan kabar baik Kerajaan. Mereka berasal dari ”semua bangsa dan suku dan umat dan bahasa”. (Penyingkapan 7:9) Saksi-Saksi mengadakan pengajaran Alkitab gratis di rumah jutaan orang yang ingin tahu apa yang sebenarnya Alkitab ajarkan. Sungguh mengesankan penggenapan nubuat itu, terutama karena Yesus menubuatkan bahwa orang Kristen sejati akan menjadi ”sasaran kebencian semua orang”!—Lukas 21:17.
 APA YANG AKAN ANDA LAKUKAN?
15. (a) Apakah Anda percaya bahwa kita hidup pada hari-hari terakhir, dan mengapa? (b) Apa artinya ”akhir itu” bagi orang-orang yang menentang Yehuwa dan bagi mereka yang tunduk kepada pemerintahan Kerajaan Allah?
15 Karena begitu banyak nubuat Alkitab sedang digenapi, tidakkah Anda setuju bahwa kita hidup pada hari-hari terakhir? Setelah kabar baik itu diberitakan sampai Yehuwa menganggapnya cukup, ”akhir itu” pasti akan datang. (Matius 24:14) ”Akhir itu” adalah saat manakala Allah akan menyingkirkan kefasikan di bumi. Untuk membinasakan semua orang yang sengaja menentang Dia, Yehuwa menggunakan Yesus dan para malaikat yang kuat. (2 Tesalonika 1:6-9) Setan dan hantu-hantunya tidak akan menyesatkan bangsa-bangsa lagi. Setelah itu, Kerajaan Allah akan mencurahkan berkat ke atas semua orang yang tunduk kepada pemerintahannya yang adil-benar.—Penyingkapan 20:1-3; 21:3-5.
16. Tindakan yang bijaksana apa yang harus Anda lakukan?
16 Karena akhir sistem Setan sudah dekat, kita perlu menanyai diri sendiri, ’Apa yang harus saya lakukan?’ Tindakan yang bijaksana adalah terus belajar lebih banyak tentang Yehuwa dan apa yang Ia minta dari kita. (Yohanes 17:3) Pelajarilah Alkitab dengan rajin. Bergaullah secara rutin dengan orang-orang yang berupaya melakukan kehendak Yehuwa. (Ibrani 10:24, 25) Perolehlah berlimpah pengetahuan yang telah Allah Yehuwa sediakan bagi orang-orang di seluruh dunia, dan buatlah perubahan yang diperlukan dalam kehidupan Anda agar Anda diperkenan Allah.—Yakobus 4:8.
17. Mengapa kebinasaan orang fasik akan mengagetkan kebanyakan orang?
17 Yesus menubuatkan bahwa kebanyakan orang akan mengabaikan bukti bahwa kita hidup pada hari-hari terakhir. Orang fasik akan dibinasakan secara tiba-tiba, tanpa diduga-duga. Kebanyakan orang akan sangat kaget, seperti kalau mereka kedatangan pencuri pada malam hari. (1 Tesalonika 5:2) Yesus memperingatkan, ”Sama seperti zaman Nuh, demikian pula kehadiran Putra manusia kelak. Karena sebagaimana  mereka pada zaman itu sebelum banjir, makan dan minum, pria-pria menikah dan wanita-wanita diberikan untuk dinikahkan, sampai pada hari Nuh masuk ke dalam bahtera; dan mereka tidak memberikan perhatian sampai banjir itu datang dan menyapu bersih mereka semua, demikian pula kehadiran Putra manusia kelak.”—Matius 24:37-39.
18. Apa peringatan Yesus yang harus kita camkan?
18 Maka, Yesus memberi tahu para pendengarnya, ”Perhatikanlah dirimu sendiri agar hatimu jangan sekali-kali menjadi sarat dengan makan berlebihan dan minum berlebihan dan kekhawatiran hidup, dan dengan tiba-tiba hari itu dalam sekejap menimpa kamu seperti suatu jerat. Karena hal itu akan menimpa semua orang yang tinggal di segenap permukaan bumi. Jadi, tetaplah sadar sepanjang waktu sambil membuat permohonan agar kamu berhasil luput dari semua hal ini yang ditentukan untuk terjadi, dan dapat berdiri [dalam keadaan diperkenan] di hadapan Putra manusia.” (Lukas 21:34-36) Anda sebaiknya mencamkan kata-kata Yesus itu. Mengapa? Karena orang yang diperkenan oleh Allah Yehuwa dan ”Putra manusia”, Yesus Kristus, memiliki peluang untuk selamat melewati akhir sistem Setan dan hidup selama-lamanya dalam dunia baru yang menakjubkan yang sudah begitu dekat!—Yohanes 3:16; 2 Petrus 3:13.
APA YANG ALKITAB AJARKAN
  • Ciri-ciri hari-hari terakhir adalah perang, kekurangan makanan, gempa bumi, dan sampar.—Matius 24:7; Lukas 21:11.
  • Pada hari-hari terakhir, banyak orang mencintai diri sendiri, uang, dan kesenangan tetapi tidak mengasihi Allah.—2 Timotius 3:1-5.
  • Selama hari-hari terakhir ini, kabar baik Kerajaan diberitakan di seluruh dunia.—Matius 24:14.